Life

Bahaya, Menarget Pernikahan Tapi Belum Punya Calon

Sejatinya, jodoh sudah ditentukan oleh sang pemilik hidup. Apa daya jika kita menargetkan untuk menikah di umur sekian, namun Tuhan tidak menghendakinya. Orang yang sudah memiliki calon saja, terkadang bisa dipatahkan rencananya oleh Tuhan. Karena benar-benar bukan takdirnya dan mereka harus dipisahkan. Apalagi yang belum memiliki calon namun berambisi menikah dengan target umur sekian.

Menikah bukan persoalan yang mudah. Memang hal tersebut dianggap momen terbahagia oleh sebagian orang. Tapi mengenai pasangan maupun jodoh terlalu pelik dan tidak bisa diperkirakan. Bagi Anda yang berambisi menikah dengan target tersendiri tetapi belum memiliki calon, itu sangat berbahaya. Bahaya bisa dialami oleh diri sendiri maupun orang lain. Simak beberapa ulasan sebagai berikut;

  1. Berambisi dengan Kriteria menjadi Penghambat memiliki Pasangan

Yang sudah memiliki calon saja, terkadang harus menerima kekurangan untuk dapat menjalin hubungan lebih lama. Nah, bagi Anda yang belum memiliki calon, namun sudah menargetkan usia untuk menikah ini kurang baik. Karena bisa saja target tersebut tidak terpenuhi. Lagi-lagi ambisi Anda ingin memiliki pasangan sesuai kriteria menjadi penghambat bagi Anda untuk memiliki pasangan. Maka, carilah kriteria pasangan yang sewajarnya. Seperti kata pepatah bahwa jodoh adalah cerminan kita sendiri.

  1. Depresi Target tak Kunjung Terpenuhi

Jika Anda memilih menikah diusia tertentu, seharusnya Anda sudah memiliki calon. Kalau calon pasangan saja Anda belum memilikinya, dan pada usia yang telah Anda tentukan target tidak terpenuhi, hal tersebut bisa menimbulkan depresi tersendiri. Depresi berakibat buruk pada diri Anda sendiri. Suka menyendiri, memikirkan banyak hal yang tidak perlu akan menghambat produktivitas. Jangan biarkan diri Anda merasa mendapat tekanan oleh keadaan yang menimbulkan depresi semakin parah.

  1. Sifat yang Selektif dapat Menyakiti Perasaan Orang Lain

Perhatikan ini baik-baik. Memilih memang perlu adanya untuk mencapai sesuatu yang baik. Namun sifat yang terlalu selektif terutama dalam memilih pasangan bisa menimbulkan sakit hati terhadap orang lain. Hindari sikap yang terlalu selektif. Kalaupun tidak cocok ataupun tidak sesuai dengan kriteria, setidaknya pertemanan menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga perasaan satu sama lain. Jangan sampai sikap selektif menjadikan kalian mencaci, bahkan menyakiti hati orang lain.

  1. Susah Mengatur Mood

Ini yang sering dialami terkhusus oleh kaum wanita. Wanita yang identik dengan sifatnya yang perasa memang susah untuk mengendalikan diri sendiri. Terutama dalam hal mengontrol mood. Mood wanita yang berubah-ubah apalagi ketika melihat lingkungan sosial, semisal teman seumuran sudah menikah atau teman seumuran memiliki pasangan yang harmonis. Situasi sosial tersebut bisa saja menjadi tekanan untuk merubah mood mereka menjadi buruk. Perubahan mood akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang lain di sekitar kita pun tidak akan nyaman jika mood susah untuk dikendalikan.

  1. Gangguan Kepribadian

Terakhir yaitu gangguan kepribadian. Menurut dunia kesehatan, gangguan kesehatan diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Selain beberapa gangguan di atas, Anda yang memiliki ambisi perihal pernikahan dapat menyebabkan gangguan pada kepribadian Anda sendiri. Adapun gangguan kepribadian yang mungkin terjadi yaitu, merasa minder, terlalu paranoid hingga menimbulkan sikap antisosial. Bahkan, jika sampai terlalu menyendiri di kamar maupun di tempat sepi bisa timbul aura negatif hingga sikap nekat untuk mengakhiri hidup.

Sekali lagi, persoalan menikah bukan hal yang sederhana. Sebaiknya hilangkan segala ambisi mengenai kriteria dan target-target usia yang sudah Anda tentukan. Menjalani kehidupan seperti air mengalir dengan diselingi usaha yang sewajarnya menjadikan Anda lebih paham untuk menikmati proses.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top