Life

Begini Penjelasan Buya Yahya Soal Hukum Membuat Kue Natal bagi Muslim

Begini Penjelasan Buya Yahya Soal Hukum Membuat Kue Natal bagi Muslim

Mendekati perayaan Natal, biasanya para produsen kue menerima banyak pesanan kue Natal. Lalu bagaimana hukum membuat kue Natal bagi muslim? Ini penjelasan Buya Yahya.

Mendekati perayaan hari besar biasanya beragam suguhan akan disiapkan. Terutama pada hari besar keagamaan seperti Lebaran atau Natal, di mana banyak makanan dihidangkan untuk dinikamati bersama keluarga maupun kerabat.

Sayangnya, bagi umat Islam ada hukum yang menganjurkan umat Muslim untuk tidak ikut merayakan hari besar agama lainnya. Hal ini jadi pertanyaan bagi sejumlah orang.

Lantaran tak sedikit kue yang merupakan Muslim. Lalu bagaimana hukum membuat kue Natal bagi muslim?

Lihat Juga: Ide Kado Natal untuk Orang Terdekat

Lewat kanal YouTube Al Bahjah TV, (18/12/2021), Buya Yahya memaparkan terkait hukum membuat kue Natal bagi Muslim. Penjelasannya ini juga menjadi jawaban atas pertanyaan seoran jamaah yang mendapat pesanan kue Natal.

“Anda membuat kue, asal kuenya tidak kue dikhususkan untuk perayaan hari raya mereka yakni sah atau halal,” jawab Buya Yahya.

Selagi kue tersebut adalah kue yang biasa disajikan dalam berbagai acara, menerima pesanannya masih diperbolehkan. Misalkan kue berbentuk kotak yang disajikan dalam perayaan Lebaran atau hari besar lainnya.

“Yak tak boleh yakni membuat kue spesial untuk Natal atau kue tertentu yang tujuan awalnya untuk merayakan hari Natal. Jadi tidak boleh,” lanjutnya.

Hal ini, kata Buya Yahya, sebab pada saat membuat kuenya ada niat untuk ikut dalam perayaan hari Natal. Buya Yahya bahkan menyamakan hal ini dengan pembelian barang lainnya.

Lihat Juga: 20 Hidangan Khas Natal Dari Seluruh Dunia Termasuk Indonesia Yang Wajib Ada Saat Perayaan

“Hal ini sama saat Anda beli pisau. Asal tujuan dan tanda-tandanya tidak untuk membunuh yang masih boleh,” ucapnya.

Bahkan menurutnya menerima kiriman kue dari dari umat Nasrani yang merayakan Natal juga diperbolehkan. Lagi-lagi Buya Yahya menegaskan asal tak ada niat atau dengan sengaja menyajikannya untuk perayaan agama lain selain agama Islam.

Hal lain yang ditegaskan olehnya adalah untuk memperhatikan kehalalan kue. Misalkan Anda menjual kue untuk tetangga yang ikut merayakan natal dan kamu diberi sebagian kuenya dan tahu bahwa kue itu halal maka kue tersebut boleh dinikmati.

Memberikan atau menerima makanan maupun hadian dikatakan Buya Yahya diperbolehkan asal niat serta tujuannya bukan untuk ikut dalam perayaan agama tersebut. Itulah hukum membuat kue Natal bagi Muslim menurut Buya Yahya. Semoga bermanfaat!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top