Life

Benarkah, Stalking Mengurangi Tingkat Kebahagiaan?

Hari gini tidak stalking? Bohong banget tuh. Anak muda sampai dengan orang tua yang melek tekhnologi pasti akan melakukan hal tersebut di waktu luangnya. Bahkan, tidak ada waktu luang pun mereka menyempatkan diri untuk stalking. Pertama, stalking dalam artian sederhana yaitu memantau. Di era modern ini, kata stalking sangat populer di sosial media. Kemudian, kata stalking juga tidak lepas dari sosial media itu sendiri. Bisa diartikan bahwa stalking merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang dalam memantau akun sosial media orang lain. Apakah aktivitas tersebut mengurangi kebahagiaan? Tentunya iya, untuk beberapa tujuan tertentu misalnya stalking instagram mantan atau saingan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan mengenai dampak stalking sebagai berikut;

Menyita Waktu dan Membuat Malas

Ternyata stalking yang dianggap sepele bisa menyita banyak waktu. Bahkan, jika lagi asik-asiknya stalking, kita bisa meninggalkan kewajiban kita. Stalking sosial media orang lain yang menyita banyak waktu maupun membuat malas disebakan oleh koneksi yang lambat, rasa ingin tahu kita yang berlebihan dan ketergantungan stalking. Hal tersebut membuat waktu yang seharusnya efektif untuk belajar maupun bekerja jadi terbuang sia-sia.

Membuat Iri atas Postingan Orang Lain yang Dinilai lebih Bahagia menjalani Hidup

Selanjutnya, penyakit hati yang sangat sukar untuk dihilangkan yaitu iri hati. Melihat postingan teman yang wah sedikit langsung nyinyir, langsung merasa tersaingi atau bahkan malah depresi merasa mereka lebih bahagia. Penyakit iri tersebut yang merusak diri sendiri. Kemudian, hal tersebut juga menjadikan kita sebagai orang yang tidak bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.

Mengurangi Rasa Percaya Diri

Nah, kali ini untuk kalian yang memiliki rasa berkecil hati yang tinggi. Di era modern ini banyak sekali postingan yang isinya menyindir. Meme-meme yang ada biasanya mengandung sindiran kehidupan yang modern atau kehidupan sehari-hari. Bagi yang berkecil hati, biasanya akan merasa percaya dirinya kurang. Semisal ada postingan  “kalau cewek bilang besok mau diet, awas itu hoax”. Selain meme, rasa percaya diri juga bisa berkurang akibat akun sosmed orang lain, missal lihat pacar barunya mantan yang lebih oke. Hal sepele yang membuat semangatmu dan kepercayaan dirimu berkurang sangatlah tidak bermanfaat.

Membuat Hati Semakin Patah

Jangan sekali-kali stalking akun sosmed mantan ya, kalau kalian memang masih merasa galau. Jika, melihat postingan si dia yang lagi bahagia tanpa kamu, bahkan memiliki pasangan baru penggantimu, awas hatimu semakin rapuh. Kesehatan perasaan juga perlu dijaga agat aktivitas berjalan lancar.

Ketergantungan yang Tidak Bermanfaat

Semakin sering melaukan stalking, kita kan semakin terbiasa dengan hal tersebut. Tanpa dijadwalkan dam tanpa disadari banyak waktu yang kita habiskan untuk stalking. Ketergantungan yang tidak bermanfaat tersebut harus segera diatasi dengan mendisiplinkan diri agar tidak melakukan aktivitas yang sia-sia. Apalagi kalau kita bisa mencegahnya, hal terseut akan lebih baik dari pada sudah terlanjur memiliki kebiasaan stalking.

Hayo, kalian yang hobby stalking bisa mengurangi frekuensinya. Jangan sampai hal-hal sepele yang seharusnya tidak menjadi masalah malah membuatmu putus asa dan patah semangat menjalani aktivitas yang menjadi kewajibanmu. So, batasi diri ketika melakukan stalking ada hal yang lebih bermanfaat yang bisa kalian lakukan. Jika kalian ingin stalking, intip saja akun sosial media yang bermanfaat, inspiratif dan informatif. Tetap sehat dalam bersosial media ya guys!

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top