Life

Berbagi, Cara untuk Meningkatkan Empati

Tidak setiap orang mau berbagi suatu hal untuk orang lain. Biasanya orang yang memiliki rasa empati yang tinggi. Mereka yang berempati akan berbagi baik dalam kesedihan maupun kebahagiaan yang bisa diwujudkan dalam bentuk meteriil maupun motivasi maupun semangat yang diucapkan secara lisan. Empati dengan simpati keduanya memiliki kesamaan, akan tetapi empati memiliki suatu dorongan emosional yang kuat. Empati dan Simpati merupakan sikap yang sama-sama peduli terhadap orang lain. Namun, sikap peduli orang yang berempati lebih mendalam, misalnya jika ada sahabat kita putus dan dikhianati, kita turut serta merasakan seolah-olah kita juga tersakiti. Berbagi apa saja dan kepada siapa saja yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan empati terhadap orang lain? Simak ulasannya sebagai berikut;

Berbagi Kepada Orang yang Membutuhkan

Banyak sekali kita jumpai ketika di tempat umm maupun di jalan raya. Pengemis, pengamen bukan itu saja yang menjadi pemandangan yang miris di sekitar kita. Mungkin tubuh mereka masih sehat dan bugar akan tetapi kesempatan baik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik belum ada pada mereka. Dengan berbagi sesuai kemampuan kita, kita ikut merasakan betapa susahnya mencari uang. Terleih ketika melihat orang yang sudah lanjut usia dan bekerja seperti berjualan mainan, berjualan makanan di tempat umum, menjadi loper koran dsb. Setidaknya hati nurani yang tergerak untuk meringankan tanpa pamrih meskipun terkadang kita tidak membutuhkan barang yang mereka jual. Hal tersebut bisa menjadi suatu penggerak empati kita.

Berbagi Kepada Keluarga ataupun Kerabat

Berbagi identik dengan memberikan suatu benda secara riil. Namun, perlu kita ketahui bahwa banyak hal yang bisa kita bagikan selain benda nyata. Dalam lingkup sosial terkecil yaitu keluarga kita bisa berbagi banyak hal. Selain barag maupun makanan, kitapun bisa berbagi masalah. Bukan berarti menambah beban, kali ini menerima dan mendengarkan bisa menjadi suatu hal yang mampu meningkatkan empati kita. Dengan mendengar salah satu masalah atau sekedar cerita dari anggota keluarga kita juga turut merasakan kebahagiaan maupun kesedihan yang mereka alami. Seperti ulasan sebelumnya, berbagi juga bisa melalui perkataan baik, ucapan selamat maupun semangat menunjukkan bahwa kita peduli dengan mereka.

Berbagi Kepada Teman maupun Sahabat

Dari lingkungan sosial yang luas, menuju lingkup kecil yaitu keluarga, kemudian berbagi juga bisa diterapkan dalam lingkungan sosial yang menjadi keseharian kita setelah yaitu sahabat maupun teman. Setelah dalam keluarga, kita akan menghabiskan waktu kita bersama dengan teman maupun sahabat. Untuk mempertahankan keakraban bersama mereka, banyak hal yang harus kita lakukan. Menerima kekurangan dan kelebihan tidak cukup, itu hanya sekedar pengertian kita terhadap mereka. Untuk meningkatkan empati kita juga perlu berbagi kepada teman maupun sahabat. Jika berbagi makanan dan cerita itu sudah biasa dilakukan, kita bisa berbagi ilmu maupun keterampilan. Apakah itu bisa meningkatkan empati? Tentu saja bisa. Semisal jika kamu bisa melukis dan teman kamu suka lukisan namun tidak bisa membuatnya, kamu bisa mengajarinya. Memberikan ilmu kepada teman atau sahabat membuat kita menyadari bahwa sebelumnya kita juga tidak bisa apa-apa, kita mendapatkannya dari orang lain kemudian mengalamkannya kepada orang lain juga tidak ada salahnya.

Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa empati kita terhadap orang lain. Perasaan senang maupun sedih adalah bagian dari siklus kehidupan. Bagaimana cara kita menghadapinya menjadi salah satu cara untuk menunjukkan letak bersyukur atas nikmat tersebut. Selain itu, menyadari bahwa kita makhluk sosial juga akan menjadikan diri kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar sehingga kita menjadi orang yang simpati dan berempati serta berguna untuk lingkungan sekitar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top