Life

Bumi Berputar Lebih Cepat, Apa Dampaknya Bagi Kehidupan?

Dampak Bumi Berputar Lebih Cepat

Bumi berputar lebih cepat dari biasanya. Diketahui mencetak hari terpendeknya pada 29 Juli 2022 dengan menyelesaikan putaran penuhnya dalam 1,59 milidetik, alias kurang dari 24 jam. Sebagai informasi, Bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk berputar sesuai porosnya.

Tetapi, hal tersebut berubah setidaknya mulai awal tahun 2020 lalu. Pada Juli 2020, Bumi mencatatkan bulan terpendeknya 1,47 milidetik, kurang dari 24 jam. Pada tahun selanjutnya, yaitu 2021, bumi terus berputar dengan kecepatan yang rata-rata meningkat, tapi tak memecahkan rekor.

Para peneliti berpendapat beberapa proses mungkin menjadi alasan di balik fenomena Bumi berputar lebih cepat ini. Seperti dikarenakan oleh mencairnya gletser, fenomena perubahan iklim makin meluas, pergerakan inti cair di dalam Bumi, aktivitas seismik dan adanya fenomena Goyangan Chandler.

Lihat Juga: Indonesia Ikut Berburu Kehidupan Di Luar Bumi

Goyangan Chandler adalah penyimpangan kecil di sumbu rotasi bumi, tak berbeda dengan getaran yang tampak saat bagian atas yang berputar mendapatkan momentum atau melambat.

Dampak Bumi Berputar Lebih Cepat Pada Kehidupan

Mengutip First Post, Sabtu (6/8/2022), semakin cepatnya rotasi berdampak terhadap berbagai teknologi di Bumi. Termasuk satelit GPS yang memanfaatkan jam atom. Menurut laporan dari Forbes, Bumi berputar lebih cepat artinya planet ini memperoleh posisi yang sama, namun sedikit lebih cepat dari hari sebelumnya.

Setengah milidetik sendiri sama dengan 10 inci atau 26 cm di khatulistiwa. Singkatnya, satelit GPS yang seharusnya dikoreksi untuk efek teori relativitas umum Einstein bakal segera tidak ada gunanya.

Lihat Juga: Teori Terbentuknya Bumi Menurut pendapat Para Ahli

Ini juga bisa berpengaruh pada ponsel, komputer dan sistem komunikasi lainnya yang terkoneksi dengan server Network Time Protocol (NTP). Pada 1 Januari 1970 Ini diartikan menjadi jumlah detik sejak 00:00:00 Universal Time Coordinated (UTC).

Untuk mengatasinya, pencatat waktu internasional mungkin harus menambah detik kabisat negatif. Menurut Independent, UTC, yang merupakan standar waktu utama yang dipakai dunia untuk mengatasu jam dan waktu, sudah pernah diperbarui dengan detik kabisat sebanyak 27 kali.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top