Life

Cara Membuat Telur Paskah Aman Dengan Pewarna Alami

Cara Membuat Telur Paskah Aman Dengan Pewarna Alami

Paskah selalu identik dengan telur berwarna-warni dengan aneka hiasannya. Anak-anak biasanya merayakan Paskah dengan berburu telur, telur sendiri melambangkan terlahir kembali atau kehidupan baru. Telur Paskah umumnya diwarnai dan diberi hiasannya hingga jadi lebih menarik.

Perayaan Paskah dengan telur-telur aneka warna ini seringkali diikuti oleh anak-anak bahkan usia balita. Karena itulah penting untuk memakai bahan pewarna yang aman untuk dikonsumsi. Salah satunya dengan memakai bahan pewarna alami.

Mengingat di Indonesia banyak jenis rempah, buah hingga bunga yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Tanpa rasa, tanpa aroma namun warnanya tetap cantik dan tak mudah luntur. Dilansir melalui The Kitchn (1/4) inilah cara membuat telur Paskah yang aman dikonsumsi dengan pewarna alami yang bisa ditiru.

  • 20 butir telu yang telah direbus
  • 150 gr kol ungu untuk menciptakan warna biru pada cangkang telur berwarna putih
  • 150 gr kulit bawang merah untuk menciptakan warna lavender ataupun merah
  • 150 gr kulit bawang Bombay untuk menciptakan warna oranye pada cangkang telur putih dan warna kemerahan untuk cangkang telur berwarna cokelat
  • 2 sdm kunyit bubuk untuk menciptakan warna kuning
  • 100 gr daun bayam untuk warna hijau pada cangkang telur
  • 3 kantong teh hitam untuk menciptakan warna oranye tua

Cara Membuat Telur Paskah Dengan Pewarna Alami

  1. Campurkan 2 sdm cuka putih dengan 1 liter air dalam panci besar.
  2. Masukkan bahan sesuai warna yang diinginkan, lalu rebus bahan pewarna tersebut selama 30 menit menggunakan api kecil.
  3. Setelah 30 menit, dinginkan air rebusan dan pisahkan sisa bahan pewarna dari panci.
  4. Setelah air dalam panci dingin, masukkan telur sesuai dengan warna yang diinginkan.
  5. Rendam telur dalam air berwarna selama 30 menit atau beberapa jam hingga warna yang diinginkan sesuai. Angkat dan keringkan telur.

Untuk membuat warna telur paskah lebih pekat juga bisa melakukannya dengan merendam beberapa kali atau semalaman. Sebetulnya, kepekatan warnanya sendiri dipengaruhi oleh lamanya waktu perendaman telur pada air rebusan pewarna.

Lihat Juga: Manfaat Telur dan Kandungan Gizi Lengkap

Dibanding menggunakan pewarna buatan ataupun cat, cara ini adalah yang paling aman untuk anak-anak. Risiko keracunan karena pewarna yang tak sengaja tertelan juga dapat diminimalisir. Apalagi pembuatannya pun menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemui.

To Top