Life

Cara Mengolah Daging Kurban Agar Aman dan Sehat

Cara Mengolah Daging Qurban Agar Aman dan Sehat

Idul Adha sebagai salah satunya hari raya penting untuk umat Muslim di penjuru dunia. Di hari raya ini, akan dilaksanakan pemotongan hewan seperti kambing dan sapi sebagai kurban. Idul Adha jadi peristiwa berkumpulnya keluarga besar sambil menikmati santapan daging kurban.

Hari raya Idul Adha juga dikenal dengan hari raya Qurban. Hari raya Qurban sebagai hari besar Islam ke-2 sesudah hari raya Idul Fitri untuk umat Islam. Di dunia dan di Indonesia tentu saja, hari raya Qurban dimeriahkan oleh share daging kurban yang hampir tiap masyarakat muslim memperolehnya.

Baca Juga : Panduan Kurban Idul Adha 1442 H Di Tengah Pemberlakuan PPKM Darurat

Dapat disebutkan di hari raya Qurban ini, ada acara makan daging massal seIndonesia walau tanpa instruksi. Di hari raya ini, tiap keluarga dapat mengolah daging kurban dengan masakan apa.

Cara Mengolah Daging Qurban Agar Aman dan Sehat
Cara Mengolah Daging Qurban

Tetapi, harus diingat langkah memproses daging supaya masih tetap sehat dan aman untuk dimakan. Berikut beberapa panduan mengolah atau memproses daging kurban supaya masih tetap aman dan sehat untuk dimakan oleh kita;

  1. Tidak memakai kantong plastik hitam untuk membuntel daging kurban saat sebelum dialokasikan. Kemresek hitam yang bahan pembikinannya dari daur ulangi memanglah tidak disarankan bersinggungan dengan makanan karena takut terjadi peralihan bahan plastik ke daging dan mencelakakan bila dimakan. Pakai kantong plastik terbuka atau lebih bagus kembali plastik pembungkus gula.
  2. Daging kurban pun tidak bisa terserang lantai, bersinggungan dengan kaki yang kotor atau alas kaki. Sesudah dipotongi, daging perlu ditempatkan pada tempat penyimpan supaya tidak mempunyai potensi terinjak manusia.
  3. Pisahkan Daging dan Dalaman. Saran yang lain yang penting jadi perhatian ialah pisahkan dalaman hewan dengan sisi daging karena jumlah kuman penyakit dalaman lebih banyak. Pada tempat pemangkasan hewan dalaman tidak dibikin bersih lebih dulu. Oleh karenanya, seharusnya dipisah dari kantong plastik berisi daging. Dalaman yang digabung akan menyebabkan kontaminasi pada daging, memunculkan berbau dan mengotori daging. Daging kurban yang digabung dengan dalaman semakin lebih cepat hancur. Oleh karenanya, semestinya dipisah di antara daging dan dalaman dimulai dari pembersihan, penyimpanan, atau saat pemrosesan.
  4. Simpan Daging dengan Betul. Daging kurban yang tidak selekasnya diolah harus diletakkan secara betul supaya masih tetap fresh. Triknya ialah dibersihkan sampai bersih sama air yang mengucur. Diupayakan dicuci sama air yang bersih, baik air sumur atau air PAM. Sesudah dibersihkan sampai bersih, daging dapat diletakkan di freezer.
  5. Memproses Secara Higienis. Dalam memproses daging kurban, kebersihan pisau dan beberapa alat yang lain dipakai harus jadi perhatian. Bersihkan lebih dulu beberapa alat yang dipakai sampai bersih. Pisah di antara daging dan dalaman, bersihkan secara terpisah. Saat mengolah, sebaiknya mengolah daging sampai betul-betul masak. Ini untuk menghindar kuman yang bisa berbahaya untuk kesehatan. Makanan yang diproses 1/2 masak, ada peluang masih memiliki kandungan kuman dan beberapa zat yang beresiko untuk badan.

Dengan memperhatikan penyiapan sarana aktivitas kurban dan penyuguhan daging yang bagus, warga dapat nikmati daging kurban yang penuhi faktor aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Mudah-mudahan berguna panduan ini ya sahabat muslim.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top