Life

Ciri-ciri Seorang Teman Tidak Baik Untuk Anda

Ciri-ciri Seorang Teman Tidak Baik Untuk Anda

Ibarat sebuah boneka, teman adalah sosok yang menghibur dan hangat. Menjadi tempat bersandar ketika situasi apapun, menjadi tempat berbagi kesenangan dan kesusahan.

Namun tak jarang seorang teman justru menusuk kita dari belakang. Jangankan menjadi tempat bersandar. Setiap saat, bisa menjadi celah baginya untuk mengkhianati kita.

Teman seperti ini selalu mempunyai niat buruk untuk menjatuhkan kita, sekalipun tampak luarnya tidak terlihat seperti itu.

Inginnya sih tidak ingin sekalipun mendapat teman seperti itu. Tapi, hati orang siapa tahu? Manis di depan, tajam menusuk di belakang. Maka sebelum terlanjur salah memilih teman, kenali dulu ciri-ciri seorang teman yang tidak baik untuk Anda.

Firasat Buruk

Hati adalah bagian dalam tubuh manusia yang paling tahu apa yang sebenarnya baik atau buruk untuk kita. Hati akan merasa nyaman bila ia tahu bahwa semua akan baik-baik saja, sedangkan sebaliknya hati akan merasa gelisah bila tahu sesuatu yang buruk datang mendekat.

Jika Anda merasa nyaman dengan keberadaan teman Anda, itu tidak menjadi masalah. Hati justru merasa aman dan hangat. Namun bila kehadiran seorang teman membuat perasaan Anda tidak enak, bisa jadi itu memang pertanda bahwa diri Anda sebenarnya tidak pernah nyaman, tidak ingin berada dekat-dekat dengannya.

Tidak Ikut Senang

Teman selalu ada saat suka dan duka. Tapi pada kenyataannya lebih sulit mencari teman yang rela bahagia bersama ketimbang kita teman yang mau susah bersama. Seolah-seolah dalam hatinya dia tidak bahagia jika melihat Anda senang.

Walaupun dia mengucapkan selamat atas apa yang Anda raih, tapi sikapnya tidak menunjukkan demikian. Waspadalah, sebab teman seperti ini malah senang melihat Anda susah.

Bicara Di Belakang

Baiklah, nyaris semua orang senang bergosip baik disadari atau tidak. Tapi perhatikan bagaimana teman Anda bergosip. Bila dia senang sekali menceritakan rahasia orang lain yang harusnya dia simpan baik-baik, mulailah waspada. Sebab bukan tidak mungkin rahasia yang pernah Anda ceritakan padanya diceritakan juga pada orang lain. Dia bukan seseorang yang bisa dipercaya.

Semuanya Tentang Dia

Perhatikan kemana obrolan Anda dengannya mengalir. Jika setiap saat dia hanya membahas dan menceritakan tentang dirinya sendiri, itu bukam sekadar mendominasi tapi juga bentuk keegoisan.

Biasanya bila sedang mengobrol pasti terjadi komunikasi dua arah. Tapi bila setiap pembicaraan selalu dia arahkan ke dirinya sendiri, sehingga yang dibahas adalah selalu tentang dirinya, dirinya dan dirinya, well, dia egois. Dia tidak akan bisa menjadi teman yang perhatian.

Senang Mengungkit Kesalahan Anda

Sekali-dua kali, Anda pasti pernah gagal atau setidaknya melakukan suatu kesalahan. Sebagai teman yang mengetahui kesalahan atau kegagalan Anda di masa lalu, harusnya tidak perlu diungkit lagi, agar Anda tidak teringat lagi.

Sebaliknya, seorang musuh dalam selimut selalu akan mengingat dengan detail bagaimana kesalahan tersebut bisa terjadi pada Anda. Dia akan sering mengingatkan Anda pada keburukan masa lalu Anda.

Kurang kerjaan sekali, memang. Tapi niatnya jelas. Untuk dia yang selalu merasa sempurna, dia ingin Anda terus terpuruk pada kesalahan masa lalu.

Menyabotase Kegiatan Anda

Sering tidak, dia meminta ditemani pergi padahal Anda sedang banyak pekerjaan? Dengan paksa, dia akan ‘menyuruh’ Anda untuk mengabaikan pekerjaan Anda agar bisa menemaninya belanja. Dia ‘mendukung’ Anda melakukan keburukan, seperti menggoda Anda membeli barang yang tidak perlu padahal dia tahu persis Anda sedang berhemat.

Dalam kasus parah, dia sering memprovokasi. Misal, dia memprovokasi hubungan Anda dengan pacar.

Ya, di dunia ini akan ada saja teman seperti itu. Jelas, dia melakukan semua itu karena tidak suka dengan Anda. Maka, bila teman Anda tampak seperti ciri-ciri di atas, untuk apa lagi mempertahankan kehadiran seorang musuh di hidup Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top