Life

Curhat Pria: Siapa yang Harusnya Membayar Saat Kencan?

Curhat Pria: Siapa yang Harusnya Membayar Saat Kencan?

Nyaris semua orang mengatakan bahwa prialah yang harus membayar biaya untuk kencan. Seolah-olah di alam semesta ini hanya kaum pria yang memiliki uang. Itu tidak menjadi masalah besar bagi pria pada awal-awal hubungan semisal kencan pertama. Tapi bila harus terus-terusan membayar?

Well, dari sebuah penelitian di Chapman University, Amerika, menyatakan bahwa 44% pria merasa tak masalah bila harus membayar, tapi mereka juga tidak akan sungkan untuk berhenti berkencan jika si wanita tidak pernah mau membayar sama sekali pada kencan-kencan berikutnya.

Tak jarang kaum Adam yang mempunyai semboyan ‘pria gengsi dibayari wanita’ dalam hidupnya. Tapi wanita yang berinisiatif membayar kencan adalah suatu kelebihan bagi pria, yang membuktikan bahwa wanita tersebut mandiri dan independen, tidak manja.

Wanita juga bukan berarti hanya duduk manis dan melipat tangan dalam ‘urusan’ ini. Tahun 80-an membayar kencan adalah style wajib para pria keren. Tapi perubahan terjadi pada awal 1990, seiring evolusi emansipasi wanita yang ingin setara dengan pria, wanita juga mulai banyak berinisiatif untuk membayar. Yah, meskipun pada akhirnya tetap saja kebiasaan pria membayar saat kencan menjadi tradisi yang kental dimana-mana.

Pria mengatakan, dalam urusan ini bukan berarti pelit atau perhitungan. Jangan pula menganggap traktir atau tidak mentraktir sebagai tolak ukur pasangan kencan kita kaya atau tidak, pendapatannya besar atau tidak. Karena, meskipun hanya memiliki pendapatan yang tidak seberapa, kaum pria sejati tetap mengorbankan segala cara untuk membayar kencan.

Ini hanya soal kemandirian. Hanya sebuah pertanyaan untuk melanjutkan hubungan ke tahap berikutnya. Ayolah, jika pria yang harus terus membayar, lalu ketika kalian tiba pada waktu si pria tidak mampu membayar, haruskah kencan ditunda atau bahkan batal?

Tidak masalah bila harus patungan. Sebab pada akhirnya pria juga akan membayar jumlah yang lebih besar. Misal, biaya makan malam Rp. 160.000, pria akan membayar seratus ribu dan wanita sisanya. Jarang terjadi sebaliknya. Pria juga tidak akan meminta ‘bagiannya’ kalau-kalau ada kembalian dari uang yang diserahkannya.

Jadi, ini sebenarnya hanya soal kemandirianmu, Ladies. Tentang hubungan selanjutnya. Alangkah manisnya bila dalam setiap kencan, ketika tagihan disodorkan, si wanita bertanya, “bagianku berapa?”. Itu lebih baik.

Tips.

  • Bayar bergantian saja. Contoh, bila agenda kencan nanti adalah nonton bioskop dan makan, maka biarkan pria membayar tiket nonton kemudian makan malan ditanggung oleh wanita. Ini demi menghindari rasa ‘hutang budi’ dialami wanita.
  • Siapa yang menentukan tempat, rasanya dialah yang wajib membayar. Seperti bila si wanita yang menentukan tempat, maka wanita jugalah yang membayar. Karena belum tentu pria suka dengan tempat kencan tersebut. Dan, belum tentu juga biaya yang ‘disediakan’ pria cocok dengan biaya berkencan di tempat tersebut. Hal ini berlaku sebaliknya.
  • Jangan pula banyak menuntut. Tiap kencan harus dibawakan buket bunga mawar, tiap anniversary harus dibelikan hadiah mahal bin spesial. Eww. Itu menyusahkan sekali.
  • Kencan gratis sepertinya solusi bagus jika kondisi keuangan keduanya sedang tidak bersahabat. Tidak melulu nonton, makan malam, tapi sekadar duduk berdua di taman sambil membicarakan tentang diri masing-masing rasanya lebih romantis. Kencan pagi hari seperti olahraga gratis di taman kota juga seru. Atau ke museum? Hitung-hitung menambah pengetahuan, ‘kan?

Terbukalah. Jangan memicu kecurigaan, atau bahkan pertengkaran yang disebabkan karena kalian malu untuk mengatakan bahwa kalian sedang tidak punya uang untuk berkencan. Ingat, kejujuran adalah awal yang baik untuk mendalami sebuah hubungan. Selamat kencan!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top