Life

Deretan Pedoman Hidup yang Semestinya Kamu Pegang Teguh

Pedoman Hidup yang Semestinya Kamu Pegang Teguh

Jika ditanya mengenai pedoman hidup, siapa yang masih bingung? Jujur saja, pertanyaan ini sering kali membingungkan diri kita. Bukan karena tidak memiliki pedoman hidup. Melainkan kita jarang menggali nilai-nilai yang kita pegang sebagai dasar dalam menjalani hidup. 

Nah inilah sumber masalah yang membuatmu bingung ketika ditanya pertanyaan demikian. Sebagian besar orang pasti berpedoman pada ajaran agama, khususnya demi mencapai surga yang menyuguhkan berbagai kenikmatan. 

Namun, tidak terlepas dari hal tersebut, banyak nilai-nilai yang semestinya kamu pegang teguh. Apa saja deretan pedoman hidup keren tersebut ya? 

Tidak perlu menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang memang diluar kontrol 

Kamu pasti sering mendengar bahwa alangkah baiknya kita hanya berfokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol. Misalnya tentang perasaan kita, sikap kita, keputusan kita, dan sebagainya. Sementara itu, mengenai tanggapan orang lain tidak perlu kita pikirkan. 

Sebab, hal tersebut di luar kendali kita. Kita mungkin bisa menebak seperti apa reaksi mereka. Namun, kita tidak dapat memastikan secara tepat sikap tersebut. Alhasil, apa-apa yang orang lain pikirkan, yang orang lain lakukan, tidak perlu kamu terlalu pikirkan. 

Kembali fokus pada hal-hal yang memang bisa kamu kontrol. Dengan mengatur hal tersebut kamu tetap bisa menjalani hidup yang kamu ingin bukan? Tentu terlepas dari penilaian negatif dari orang lain. 

Kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu 

Kamu pernah mendengar bahwa kebahagiaan dan cinta adalah dua hal yang tak dapat dibeli? Nah ternyata sebegitu berharganya kedua hal tersebut. Bahkan uang miliaran sekalipun tidak dapat membeli keduanya. 

Kira-kira mengapa ya? Jika ditelaah, bahagia atau tidaknya itu tergantung dirimu sendiri. Sebab, tidak ada yang bisa menilai apakah orang lain bahagia atau hanya berpura-pura di sosial media saja? Nah hal tersebut kembali lagi pada pribadi masing-masing. 

Oleh karena itu, kunci kebahagiaan tiap orang pasti berbeda. Ada yang cukup dengan berkumpul bersama keluarga saja sudah bahagia. Ada juga yang mengejar kemewahan baru merasa bahagia. Semuanya tanggung jawabmu untuk mengatur bagaimana kamu bisa bahagia. 

Sampaikan pendapat dengan tegas 

Hayo siapa yang masih enggan untuk menyampaikan pendapat? Tahukah kamu, pendapat itu tidak pernah ada yang benar dan tidak pernah ada yang salah. Karena pendapat memang tergantung sudut pandang dan analisis masing-masing. 

Kalau kamu lihat, jarang orang yang memiliki pendapat yang sama. Oleh karena itu, jangan takut lagi untuk menyampaikan pendapat ya! Entah orang lain akan setuju atau tidak setuju, jika kamu yakin, segera sampaikanlah. 

Bisa jadi dengan pendapatmu banyak pikiran orang lain yang lebih terbuka. Siapa yang tahu bukan? Jika belum mampu berucap secara lisan, kamu bisa melalui tulisan. Ingat, apa pun respons dari mereka itu sudah bukan kendalimu. 

Jaga energimu terlebih dahulu 

Banyak dari kita yang selalu mencoba untuk menyenangkan orang lain. Entah itu melakukan hal yang mereka suka dan menghindari sesuatu yang dibenci. Hingga kadang, secara sukarela kita melakukan hal-hal berenergi besar agar orang tersebut tidak kecewa. 

Nah di sinilah poin pentingnya. Sebelum mencoba memberikan energi kepada orang lain, jaga terlebih dahulu energimu. Simpanlah terlebih dahulu energi yang kamu punya. Pastikan jika memang ingin memperbaiki kondisi orang lain, jangan sampai energimu sendiri yang malah terbunuh. 

Ibaratnya kamu tidak pernah bisa mengisi sebuah cangkir jika cangkirmu sendiri dalam keadaan kosong. Artinya, bawa dan jaga energimu untuk mengisi orsang lain. Tanpa mengabaikan esensi dari diri sendiri. 

Jangan membiarkan orang lain melakukan hal yang tidak kamu sukai 

Semasa sekolah pasti kamu pernah merasakan sebuah tantangan. Ketika dalam tantangan tersebut kamu kalah, kamu harus menuruti kemauan teman-temanmu yang lain. Mereka pasti menyuruh untuk melakukan hal yang tidak kamu suka. Tentu sangat memuakkan bukan? 

Nah ini satu kesalahan pedoman hidup yang tidak kita pahami. Kita telanjur sering menuruti apa yang orang lain mau. Kita cenderung memaksa diri kita agar mengikuti standar orang lain. Bahkan paksaan tersebut tidak kita suka. 

Sebenarnya jangan berlaku demikian. Sebab, bagaimana pun, dirimu adalah kamu sendiri. Kamu berhak melakukan apa yang kamu mau selama kamu memang tahu apa yang kamu mau. Bukan malah menuruti dan mengikuti standar orang lain ya! 

Beranilah untuk membela dirimu sendiri 

Satu lagi yang masih berkaitan dengan masa sekolah. Saat sekolah banyak terjadi kasus pembulian. Anak-anak gemuk, dekil, kurus, dan sebagainya yang sering menjadi sasaran empuk untuk dibuli. Ketika sekolah kita mungkin membiarkannya. 

Namun, di masa dewasa, tentu tidak demikian. Pemikiran yang senantiasa berkembang perlu dimanfaatkan untuk menganalisis keadaan. Jika kamu masih mau dibuli, artinya kamu tidak mau berkembang dengan dirimu sendiri. 

Baca Juga : Ingin Sukses? Contoh 8 Kebiasaan Orang Jepang Ini

Jangan terus-terusan menolerir orang-orang yang menyakitimu. Jangan biarkan mereka bahagia di atas penderitaanmu. Kamu berhak kok untuk membela dirimu sendiri. Sebab, menyakiti orang lain sebenarnya bukan tabiat manusia. Melainkan dorongan hawa nafsu semata. 

Untuk itu, yang bisa kamu lakukan adalah membela dirimu sendiri. Poin pentingnya, orang lain tidak mungkin sepeduli itu dengan dirimu. Mereka belum tentu mau membela kamu yang sedang disakiti. Oleh karenanya, satu-satunya penolong adalah dirimu sendiri, lawan orang-orang yang membuatmu tertekan. 

Baca Juga : Kebiasaan Kaum Millennials yang Mudah Bikin Stress

Dari deretan pedoman hidup tersebut, mana yang paling kamu setujui? Meskipun terlihat sederhana, jangan pernah mengabaikan hal-hal tersebut ya! Sebab, sebenarnya itu sudah menjadi bagian hidupmu sehari-hari lho! 

To Top