Life

Dilarang Terburu-buru dengan 5 Hal Berikut!

Dilarang Terburu-buru

Pernah mendengar bahwa hidup adalah persaingan? Mungkin kalimat tersebut akan memicu kamu untuk melakukan segalanya dengan cepat. Bahkan, ketika melihat orang lain berjalan lebih dulu, seakan kita sudah tertinggal kereta. Apa benar hidup harus terburu-buru begitu? 

Nampaknya, memang ada hal-hal yang butuh persaingan. Maka dari itu, sering hadir kompetisi-kompetisi tentu untuk menguji ketrampilan seseorang. Ya benar, persaingan memang sangat erat dalam kehidupan. 

Namun beberapa hal ternyata tidak boleh terburu-buru loh. Artinya, hal-hal tersebut membutuhkan rencana strategis yang baik. Tidak hanya sekadar main-main atau ingin cepat selesai. Akan tetapi juga benar-benar butuh proses. Nah, apa saja hal-hal yang kamu dilarang untuk terburu-buru dengannya? 

Membuat keputusan besar 

Siapa yang selama hidupnya tidak pernah membuat keputusan? Tentu saja setiap orang pasti pernah membuat sebuah keputusan. Entah itu hanya sekadar memilih atau memilih sekaligus meninggalkan hal yang lain.  

Hidup memang pilihan. Di dalam pilihan tersebut kita diharuskan untuk mengambil keputusan. Namun, sekali lagi, keputusan bukan untuk diambil secara cepat tanpa pertimbangan. Sebab, setiap keputusan pasti akan berpengaruh terhadap keputusan yang lain. 

Setiap tindakan akan berpengaruh terhadap langkah kita selanjutnya. Perhatikan setiap keputusan yang akan kamu ambil. Jangan pernah memutuskan sesuatu berdasar atas pikiran cepat saja. Meskipun spontanitas tidak salah, tetapi pikirkanlah dampaknya. 

Hidup terkadang menuntut kita untuk mengambil pilihan sulit. Hal tersebut berkaitan dengan keputusan besar yang akan mengiringi hasil yang lain. Di sinilah kita harus memutuskannya dengan hati-hati. 

Misalnya apakah benar kamu ingin benar-benar pindah pekerjaan? Atau benar kamu ingin menetap ke negara lain? Keputusan tersebut harus kamu ambil dengan penuh pertimbangan. Sebab, contoh keputusan besar itu akan mempengaruhi hidupmu. 

Menilai karakter seseorang tidak boleh terburu-buru 

Siapa di sini yang sering menilai seseorang berdasarkan first impresiion? Artinya kamu menilai seseorang berdasarkan kesan pertama. Baik dari segi fisik, sikap, maupun tingkah laku, orang dengan first impresion ini belum tentu akurat. 

Hal tersebut disebabkan oleh apa yang terlintas di pikiran kita belum tentu yang terjadi sebenarnya. Nah jika kamu termasuk orang yang demikian, setelah ini agak mengurangi penilaian menurut kesan pertama ini ya! 

Sebab, menilai karakter seseorang menjadi salah satu hal yang kamu dilarang untuk terburu-buru. Setiap manusia adalah pribadi yang kompleks. Artinya penilaianmu saat itu belum tentu karakter orang sebenarnya. Lagi-lagi manusia memiliki beragam sifat dan bisa berubah. 

Contoh nyatanya adalah kita yang sekarang ada karena rentetan peristiwa di masa lalu. Maksudnya adalah kita pandai dalam mengevaluasi keadaan sehingga kita sudah jauh lebih baik daripada kita yang dulu. Nah, manusia memang bisa berubah, bahkan kapan pun. 

Baca Juga : 12 Ciri Orang Dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Untuk itu, tidak mungkin menilai karakter seseorang dengan mudah dan cepat. Seluruhnya butuh “pendekatan” terlebih dahulu. Ibaratnya kamu akan paham karakter orang setelah menjadi teman atau sahabatnya. 

Berpikir kalau kamu telah benar-benar mengenal seseorang 

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya ini! Jangan pernah merasa sok tahu kalau kamu benar-benar mengenal seseorang. Apalagi jika hanya melihat dari first impresion saja ya. Penilaianmu belum tentu sesuai dengan karakter yang sebenarnya. 

Setiap manusia itu unik. Bisa memiliki beragam karakter sepanjang kita mengenaalnya. Bahkan, beberapa orang mampu berganti peran sesuai kondisi mood mereka. Yup, kamu jangan terburu-buru dalam menilai dan mengenal orang ya. 

Nah menurut filosofi Jepang, setiap orang mempunyai tiga wajah, yaitu wajah yang ditunjukkan kepada dunia, kepada keluarga, dan wajah yang tidak pernah ditunjukkan kepada siapa pun. Kira-kira maksudnya bagaimana? 

Akan selalu ada sisi dari diri seseorang yang tidak kamu ketahui. Bahkan, dari ketiga hal dalam filosofi tersebut, mungkin saja kita hanya mengetahui salah satunya. Dan sangat mungkin manusia bersikap berbeda terhadap manusia lain. 

Jadikan perkenalan dengan orang-orang di dunia sebagai support system bagimu. Berikan manfaat kepada mereka agar segala timbal balik yang baik akan kembali kepadamu. Artinya, ambillah sifat-sifat baik mereka. Sementara sifat buruk dijadikan pembelajaran saja. 

Jangan terburu-buru dalam memberikan kepercayaanmu 

Selanjutnya, hal yang kamu dilarang untuk terburu-buru adalah soal memberikan kepercayaan. Siapa pun pasti mengetahui bahwa kepercayaan itu mahal harganya, tetapi juga sangat rapuh. 

Butuh waktu lama untuk membangun kepercayaan. Sebab, kamu pasti sulit memberikan kepercayaan kepada orang asing. Untuk beberapa teman dekat saja tidak sepenuhnya mendapat kepercayaanmu. Hal tersebut lantaran karakter orang yang kamu beri kepercayaan. 

Meskipun membangun kepercayaan sangat lama, untuk meruntuhkannya hanya membutuhkan waktu sekejap mata. Orang yang mengecewakanmu terkadang juga meruntuhkan rasa percayamu kepadanya. 

Ibarat sekuntum bunga, puing-puing kelopaknya tidak lagi utuh. Meski bisa kembali seperti semula, tetapi hal tersebut akan sangat sulit. Oleh karena itu, pastikan kamu memberi kepercayaan kepada mereka yang layak mendapat kepercayaanmu ya! 

Memilih pasangan hidup 

Last but not least, memilih pasangan hidup sudah jelas dilarang untuk terburu-buru. Ketika beranjak dewasa pasti sudah banyak teman yang menanyakan hal ini kepadamu. Tidak hanya teman, keluarga dekat pasti menjadi orang pertama yang bertanya akan hal ini. 

Namun, perlu diingat bahwa menikah bukanlah sebuah perlombaan. Kamu perlu benar-benar mengenal sosok calon pasanganmu terlebih dahulu. Seperti apa attitudenya, seperti apa nanti ketika menjalin rumah tangga denganmu, dan sebagainya. 

Baca Juga : 7 Cara Menjaga Kepercayaan Dalam Hubungan

Selain itu, banyak pertimbangan yang mesti dipikirkan secara matang sebelum memutuskan untuk menikah. Sebab pasangan hidup menjadi orang paling lama yang membersamai kamu. Jadi jangan terburu-buru ya! 

Melangkahlah ketika kamu telah siap. Meskipun tidak disarankan untuk menunggu waktu dan menunda-nunda, hal tersebut tidak berarti terburu-buru. Melainkan putuskanlah ketika kamu sudah siap. Setuju? 

To Top