Life

Disebut Haram, Ini Loh Sejarah Wayang di Indonesia

Disebut Haram, Ini Loh Sejarah Wayang di Indonesia

Baru-baru ini warganet memberikan beragam reaksi usai Ustadz Khalid Basalamah menyebut wayang haram di video ceramahnya. Bahkan dalam video tersebut juga disebutkan bahwa wayang harus dihilangkan dari Indonesia. Padahal sejarah wayang di Indonesia sangatlah panjang.

Wayang bukan saja sebagai alat budaya tetapi juga penyebaran agama Islam. Akibatnya, kontroversi soal penyebutan wayang haram menyebar di media sosial. Sebagian besar tidak setuju dengan pernyataan Khalid Basalamah itu.

Lihat Juga: Heboh Ustadz Khalid Basalamah Sebut Wayang Haram, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi hingga Gurita Bisnisnya

Sejarah Wayang di Indonesia

Jika melihat ke belakang, wayang telah ditetapkan sebagai perayaan nasional tiap tanggal 7 November. Pada 7 November 2003 lalu wayang juga sudah ditetapkan UNESCO sebagai pertunjukan boneka bayangan asli Indonesia. Bentuk wayang juga dinilai sebagai warisan budaya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur.

Peringatan Hari Wayang Nasional tertulis dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional. Penetapan ini dibuat dan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Desember 2018.

Dalam sejarah wayang, catatan awal pertunjukkannya berasal dari Prasasti Balitung yang berasal dari abad keempat yang berbunyi si Haligi Mawayang.

Berdasarkan Wikipedia, saat agama Hindu disebarkan di Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang telah ada, pertunjukkan ini jadi media efektif untuk menyebarkan agama Hindu. Ramayana dan Mahabharata menjadi kisah yang diangkat dalam pertunjukkan.

Lihat Juga: Minta Maaf, Adidas Akui Wayang Kulit dari Indonesia

Ketika Wali Songo menyebarkan agama Islam, wayang juga memiliki peran penting. Di Jawa, wayang terbagi dalam tiga jenis yaitu wayang kulit Jawa Timur, wayang wong di Jawa Tengah dan wayang golek di Jawa Barat.

Seiring perkembangan jaman, wayang kontemporer pun hadir pada satu dekade lalu. Adalah wayang bocor yang dibuat oleh seniman asal Yogyakarta, Eko Nugroho, yang pertunjukkannya telah mendunia.

Wayang ini memadukan seni tradisi, namun menampilkan tontonan yang dekat kehidupan masyarakat. Ada narator cerita, dalang, permainan bayangan dengan menggunakan sorot lampu dan wayang. Namun dalam pertunjukkan ini bukan hanya wayang saja yang dimainkan sebagai karakternya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top