Life

Disebut Jokowi Bisa Gantikan Beras, Ini Fakta Tanaman Porang

Fakta Tanaman Porang

Presiden Joko Widodo menyebut tanaman porang berpotensi untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok. Hal tersebut ia ungkapkan saat meninjau PT Asia Prima Konjac yang merupakan pabrik pengolahan porang di Madiun, Jawa Timur pada Kamis (19/8/2021).

“Jadi saya kira ini jadi makanan sehat ke depan. Ini juga dapat menjadi pengganti beras yang lebih sehat sebab kadar gulanya sangat rendah,” ujar Joko Widodo dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet RI.

Porang pada dasarnya adalah jenis umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri blume. Umbi ini banyak tumbuh di Pulau Jawa karena kontur dan iklam di Pulau Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya. Berikut ini fakta tentang tanaman porang yang perlu diketahui.

Bahan Baku Makanan Hingga Industri

Umbi porang dapat diolah menjadi lem, bahan campuran industri kertas, cat, wol, kain, pembersih air, bahan baku obat hingga isolator listrik. Selain itu, umbi porang juga dapat diolah menjadi bahan makanan seperti mi shirataki, konyaku atau konjac serta pengental es krim.

Lihat Juga: Manfaat Singkong Rebus, Mencegah Anemia Hingga Menguatkan Tulang

Khasiat Kesehatan

Selain sebagai bahan baku industry, porang juga bermanfaat untuk kesehatan, yaitu:

  • Menurunkan kolesterol, karena komponen glukomanan di dalamnya dapat mengurangi kolesterol dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan sumber pangan lainnya.
  • Makanan pendukung diet, dilansir dari Tanobat, setiap 100 gram umbi porang hanya mengandung 3 kalori. Sehingga mengonsumsinya akan membantu program penurunan berat badan.
  • Aman bagi penderita diabetes, umbi tanaman porang bisanya dijadikan tepung rendah kalori yang aman untuk penderita diabetes sebab rendah indeks glikemik.

Harga Jual Tanaman Porang

Dalam situs resmi Kementerian Pertanian, tanaman umbi satu ini berpeluang besar untuk diekspor. Hal tersebut menjadi salah satu nilai strategis bagi umbi ini. Menurut catatan Badan Karantina Pertanian, sepanjang 2018 saja sebanyak 254 ton porang dieskpor dengan nilai mencapai Rp 11,31 miliar.

Saat ini sendiri masih belum banyak petani porang, umbi masih banyak yang berasal dari hutan dan bukan hasil dari budidaya. Beberapa sentra pengolahan tepung porang pun terdapat di beberapa daerah, seperti Padangsidimpuan, Maros, Tapanuli, Bandung, Wonogiri, Madiun dan Pasuruan.

Lihat Juga: Ubi Jalar, Kandungan dan Manfaat Bagi Kesehatan

Harga umbi porang seberat 4 kilogram bisa mencapai Rp 2.500. sementara untuk tanah seluar satu hektar dapat menanam 6.000 bibit, sehingga dapat menghasilkan 24 ton per hektar.

Sering Disamakan Dengan Suweg

Banyak orang yang masih mengira kalau tanaman porang sama dengan suweg. Walaupun satu genus, namun umbi suweg memiliki nama ilmiah amorphophallus paeoniifolius. Jika umbi porang tak bertunas, maka suweg mempunyai tunas kecil pada permukaan luarnya dan berukuran besar. Umbi suweg juga akan tumbuh lebih subur saat musim hujan. Sedangkan saat kemarau daaunnya akan mengering dan mati, tetapi tunasnya dapat kembali tumbu saat hujan tiba.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top