Life

Fenomena Sajadah si Pemisah

Perlengkapan sholat yang satu ini bisa digunakan siapa saja baik kaum hawa maupun kaum adam. Dari anak kecil hingga orang tua juga menggunakan sajadah. Sajadah sebagai alas sholat yang bertujuan agar kita tercegah dari najis atau kotoran yang ada di tikar masjid, mushola dsb. Namun, menggunakan sajadah juga sebuah pilihan. Jika kita lihat di masjid, hampir sebagian besar wanita menggunakan sajadah. Akan tetapi, kebalikannya bagi pria, sebagian besar pria enggan membawa sajadah.

Sajadah sendiri memili berbagai macam model dan warna. Semua bentuk sajadah yaitu persegi panjang. Akan tetapi, bahan serta panjang dan lebar dari sajadah berbeda-beda. Bukan hanya itu saja, warna sajadah dan gambarnya pun juga beranekaragam. Apalagi di bulan Ramadhan ini, eksistensi sajadah semakin meningkat.

Pada bulan Ramadhan, sajadah tidak hanya dicari sebagai kebutuhan pribadi. Sajadah juga diperlukan sebagai barang bingkisan maupun THR (Tujangan Hari Raya). Ada pula yang menjadikan sajadah sebagai bentuk penambah amal, yaitu dengan membeli banyak sajadah dan disumbangka di masjid-masjid maupun disumbangkan ke panti asuhan. Begitu tenarnya sajadah di bulan Ramadhan ini.

Apakah kalian tahu, ternyata sajadah yang eksis bisa menjadi pemisah. Fenomena tersebut dapat kita saksikan pada sholat berjamaah di masjid. Sajadah dengan ukurannya yang lebar membuat shaf tidak rapat. Kondisi tersebut lebih dominan pada jama’ah wanita, karena sebagian besar yang menggunakan sajadah adalah kaum wanita.

Selain itu, anak kecil yang menggunakan sajadah sendiri juga dapat memisah jarak diantaranya. Ukuran tubuhnya yang kecil tidak sebanding dengan sajadahnya yang terlalu lebar. Dapat disimpulkan bahwa sajadah yang mencegah dari najis dapat menjadi pemisah diantara makmum lainnya. Padahal dalam Qur’an hadist sudah dijelaskan bahwa Allah mencintai hambanya dalam barisan yang teratur.

Nah, bagaimana menyikapi sajadah si pemisah ini. Kalian bisa memilih menggunakan ukuran sajadah yang tidak terlalu besar ketika shoah berjama’ah. Kemudian, kalian juga bisa berbagi sajadah dengan orang di samping kalian yang tidak membawa sajadah. Hal tersebut otomatis menjadikan shaf lebih rapat. Selanjutnya, bagi yang memliki anak sebaiknya membelikan sajadah kecil atau pakai satu sajadah saja untuk berdua.

Sajadah si pemisah masih saja ditemui ketika sholat berjama’ah. Semoga masing-masing bisa memperbaiki barisan ketika sholat sehingga shaf rapi dan tentunya akan mendapatkan cinta dari Allah. Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan baik!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top