Life

Haji Furoda, Haji Plus dan Haji Reguler, Apa Saja Perbedaannya?

Haji Furoda

Peristiwa calon haji yang tidak diterima masuk ke Arab Saudi karena menggunakan visa haji Furoda. Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan 46 calon haji Furoda asal Indonesia dikembalikan lantaran ditolak Pemerintah Arab Saudi sebab memakai visa tidak resmi.

Lalu apa bedanya dengan visa haji Plus dan haji Reguler?

“Dokumen juga tidak seperti disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Tentu saja karena tidak gunakan PIHK yang resmi maka mereka tidak lapor, ini sayang sekali,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief di Mekkah, Sabtu (2/7/2022).

Haji Plus dan Furoda memiliki perbedaan mekanisme dengan haji Reguler. Perbedaannya yaitu pada waktu tunggu, biaya dan kuota.

Haji Furoda

Dikenal juga dengan haji mujamalah, menurut UU No.8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Haji dan Umrah, haji ini yakni visa haji yang kuotanya langsung dari Arab Saudi tanpa bergantung kuota resmi pemerintah.

Visa mujamalah juga disebut haji tanpa antre. Kata Hilman, calon Jemaah haji mujamalah tidak dikelola Kemenag secara langsung. Pasalnya, visa mujamalah adalah hak Pemerintah Arab Saudi untuk mengundang mitranya sebagai penghormatan, penghargaan dukungan diplomatik dan sebagainya.

“Masyarakat harus paham Kemenag tidak mengelola visa tersebut, kami berdasarkan mandat undang-undang hanya mengelola jemaah haji reguler dan khusus,” terangnya.

Lihat Juga: Haji Mabrur Adalah…

Selain itu, keberangkatan pemegang visa mujamalah wajib melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Mereka juga diwajibkan melapor ke Menteri Agama.

“Ayat (2) pasal 18 mengatur, PIHK yang memberangkatkan WNI yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi wajib melapor kepada Menteri,” kata Nur Arifin di Mekkah, Jumat (1/7/2022) dikutip dari laman resmi KemendagRi.

Karena diundang oleh Kerajaan Arab Saudi, calon haji dengan visa ini pun tak perlu waktu tunggu. Visa ini dikeluarkan oleh tiap kedutaan negara. Visa haji Furoda pun disebut lebih mahal ketimbang visa haji lainnya. Bahkan, diklaim hampir dua kali lipatnya haji plus, yakni sekitar Rp200-300 juta.

Haji Plus

Haji khusus memakai kuota negara yang terbagi menjadi kuota haji reguler dan khusus.

“Haji khusus dulu disebut haji plus, resmi menggunakan kuota negara dan ada standar pelayanannya. Pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus,” jelas Nur Arifin.

Haji Plus memiliki waktu tunggu yang lebih singkat daripada haji Reguler. Jika haji Reguler punya waktu tunggu hingga belasan bahkan puluhan tahun, maka haji Plus lebih cepat.

Lihat Juga: Pertama Kalinya, Foto Hajar Aswad Dirilis Dengan Resolusi Tinggi

Haji Plus menggunakan bantuan pihak swasta, sedangkan haji Reguler diselenggarakan pemerintah. Disbanding haji Reguler, haji Plus empat kali lipat lebih mahal.

Namun, fasilitas yang didapatkan cukup sepadan, di antaranya menginap dekat Masjidil Haram, akomodasi, transportasi dan konsumsi juga ditanggung penyelenggara.

Haji Reguler

Jenis haji satu ini ditangani oleh negara, yaitu Kementerian Agama. Dibandingan kedua jenis haji di atas, biaya haji Reguler memang lebih murah.

Hanya saja, waktu tunggunya sangat lama. Fasilitas yang didapatkan Jamaah pun juga terbatas. Penginapan Jemaah haji Reguler biasanya berjarak 1-3 km dari Masjidil Haram, biaya akomodasi juga harus mereka tanggung sendiri.

Itulah perbedaan Haji Furoda, Haji Plus dan Haji Reguler. Sekarang sudah lebih tahu kan?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top