Life

Ini Alasan Mengapa Senyum ‘Mona Lisa’ Berubah-ubah

Ini Alasan Mengapa Senyum 'Mona Lisa' Berubah-ubah

Banyak sekali karya-karya dalam sejarah dunia seni yang memiliki misteri. Salah satu yang paling tenar di dunia adalah lukisan Mona Lisa. Hasil karya legenda asal Italia, Leonardo da Vinci, tersebut selalu jadi hal yang sulit untuk tak menarik perhatian dunia. Apalagi jika kita bicara tentang senyum tipis Mona Lisa. Senyum pada lukisan yang tersimpan di Museum Louvre, Perancis, jika diamati, seolah selalu berbeda alias berubah-ubah.

Akan tetapi, belum lama ini, para ilmuwan telah menemukan rahasia di balik salah satu misteri yang paling terkenal dalam sejarah seni tersebut. Para ilmuwan yang berasal dari perguruan tinggi asal Inggris, Sheffield Hallam, berhasil memecahkan misteri tentang kecerdikan Leonardo da Vinci yang mampu membuat banyak orang tertarik ketika melihat lukisan Mona Lisa.

Dalam usahanya, para ilmuwan yang dikomandoi profesor psikologi dan ahli dalam persepsi visual, Dr Alessandro Soranzo, melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap karya Leonardo da Vinci lainnya. Lukisan La Bella Principessa menjadi objeknya. Sebuah lukisan wanita yang dilukis dari sudut pandang bagian samping dan sangat dianggap membantu dalam memecahkan misteri senyuman Mona Lisa. Untuk informasi, lukisan La Bella Principessa diduga menggambarkan seorang Bianca Sforza, putri dari Ludovico Sforza yang merupakan adipati Milan, yang akan menikah dengan seorang komandan pasukan Milanese. Karya sang master Renaissance tersebut dilukis sebelum ia membuat lukisan Mona Lisa.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan meminta beberapa relawan untuk melihat keduanya. Mereka menggunakan serangkaian percobaan untuk memeriksa bagaimana orang yang melihat lukisan dan merasakan dua lukisan, Mona Lisa dan La Bella Principessa, dengan menggunakan faktor-faktor seperti jarak pandang dan tingkat ‘blur’. Pengamatan mata dan mulut pun dilakukan dengan maksud para ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut mengetahui apakah perubahan ekspresi itu terjadi pada keduanya atau hanya pada bagian mulut saja. Tak sampai di sana, mereka juga memeriksa lukisan ketiga. Lukisan yang berasal dari era yang sama, Portrait of a Girl karya Piero del Pollaiuolo, untuk kontrol.

Para ilmuwan berpendapat dan menyimpulkan bahwa percampuran warna untuk mengeksploitasi visi periferal, bentuk mulut dan subjek, berhasil membentuk perspektif yang sangat tajam. Mereka menemukan ilusi optik yang dibuat pada senyum Mona Lisa. Visi periferal sendiri merupakan penglihatan seseorang terhadap sekeliling benda utama yang dilihat secara fokus.Mengapa Senyum Mona Lisa Berubah-ubah

Dengan teknik pencampuran warna tersebut, penglihatan kita seolah mudah sekali terkelabui. Teknik itu disebut sfumato. Ketika kita melihat lukisan Mona Lisa, kita dapat melihat senyumnya yang benar-benar senyum. Namun, ketika fokus dan benar-benar fokus terhadap mulutnya, kita seperti melihat adanya perubahan senyum. Pemandangan yang berbeda ketika kita tak fokus pada mulutnya. Begitulah mengapa bentuk mulut pada lukisan itu seperti berubah sesuai pada sudut pandang kita.

Dalam Jurnal Vision Research yang dikutip dari Daily Mail (20/8), Dr Alessandro Soranzo dan Michelle Newberry menulis, “Senyum itu menghilang secepat orang yang mencoba untuk ‘mengamatinya’, kami menyebut ilusi visual ini ‘senyum yang tak tertangkap’.”

“Mengingat penguasaan teknik dari (Leonardo) da Vinci, dan penggunaan selanjutnya dalam Mona Lisa, cukup bisa dibayangkan bahwa ambiguitas efek memang disengaja,” simpul Dr Alessandro Soranzo.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    nak belog

    January 31, 2016 at 8:59 am

    salah satu lukisan paling misterius di dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top