Life

Inilah 10 Fakta Menarik Pernikahan

Kali ini kami akan membahas beberapa fakta menarik pernikahan yang terjadi di US, dan beberapa diantaranya kemungkinan besar juga akan dan sudah anda rasakan. Coba tebak, kira – kira berapa banyak waktu rata – rata yang dihabiskan oleh setiap pasangan di Amerika yang sudah menikah per harinya??… ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa 4 menit saja. Yaa,, 4 menit !!!

Dan itu hanya salah satu fakta menarik pernikahan. Di bawah ini kalian akan temukan banyak lagi fakta – fakta mengenai pernikahan yang tentunya sulit kita percayai. Semua fakta berikut merupakan hasil himpunan dari konsultan – konsultan pernikahan di US. Dan dari fakta – fakta yang kami sajikan ini, diharapkan Anda para pasangan yang masih baru, dapat menyadari akan terjadinya hal – hal seperti ini, dan dapat segera melakukan perubahan gaya hidup sehari – hari.

Berikut 10 Fakta Menarik Pernikahan yang terjadi di US

Setelah membaca fakta – fakta menarik pernikahan berikut, akan lebih baik jika Anda bersama pasangan Anda untuk berkomitmen agar dapat sekedar bertemu dan mengobrol berdua minimal 15 menit per hari.

  1. Perkerjaan yang mengikis waktu kebersamaan dikarenakan sibuk dengan pekerjaan, anak – anak, TV, Internet, hobi, dan tanggung jawab rumah tangga lainnya, rata – rata pasangan yang sudah menikah hanya menghabiskan waktu 4 menit bersama – sama secara intim.
  2. Pernikahan yang diawali oleh selingkuh cenderung gagal lebih dari 75% orang yang menikahi selingkuhannya berakhir dengan perceraian.
  3. Menikah muda lebih beresiko gagal menikah pada umur kurang dari 25 tahun telah meningkatkan resiko perceraian. Bahkan, resikonya akan menjadi lebih tinggi apabila si wanita ternyata berusia lebih dewasa dibanding pria, sedangkan resikonya akan lebih rendah apabila sebaliknya.
  4. Menjalin hubungan tanpa pernikahan lebih sering berakhir pisah peluang terjadinya perceraian dalam waktu 5 tahun terhadap pasangan yang baru menikah pertama kali adalah sebesar 20%, namun peluang terjadinya perpisahan pada pasangan yang tanpa menikah dalam 5 tahun lebih besar yaitu 49%. setelah 10 tahun, peluang perceraian pada pasangan yang menikah untuk pertama kalinya adalah 33%, sementara pada yang berhubungan tanpa menikah sebesar 62%.
  5. Masalah rumah tangga mempengaruhi kinerja hampir 6 trilyun dollar penghasilan dari bisnis di US hilang setiap tahunnya sebagai hasil dari menurunnya kinerja karyawan yang mengalami permasalahan rumah tangga. Karyawan yang menjalani pernikahan yang bahagia cenderung meningkatkan pendapatan minimal perusahaan.
  6. Menikah cenderung untuk meningkatkan gaya hidup pernikahan cenderung dimotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan motif lain seperti uang, seks, atau bahkan anak, menurut psikologi dari Universitas Wake Forest US.
  7. Saling percaya merupakan kunci para pasangan yang telah menikah cenderung menganggap rasa saling percaya merupakan kunci dari pernikahan yang bahagia, lebih dari rasa perkawanan, bercandaan, memaafkan, kesesuaian, dan seks.
  8. Menikah belum tentu pasti bahagia sebuah studi yang dilakukan selama 15 tahun mendapati bahwa tingkat kebahagiaan seseorang sebelum menikah dapat dijadikan indikator prediksi terbaik terhadap kebahagiaannya setelah menikah. Dengan kata lain, pernikahan tidaklah otomatis membuat seseorang bahagia.
  9. Perceraian tidak bertahan lama lebih dari 40% pasangan pernikahan di US merupakan pasangan yang sudah pernah menikah sebelumnya. Sebanyak 60% pria dan wanita yang baru saja bercerai akan menikah kembali dalam jangka waktu 5 tahun.
  10. Urutan kelahiran berpengaruh pada tingkat perceraian urutan lahir dapat menentukan keberhasilan pernikahan. Kebanyakan pernikahan yang berhasil adalah antara anak perempuan tertua dari saudara laki – laki yang menikah dengan anak laki – laki termuda yang mempunyai saudara perempuan. Dua anak pertama cenderung memiliki sifat lebih agresif dan dapat menghasilkan tekanan yang lebih besar. Tingkat perceraian tertinggi terjadi pada pernikahan antara dua pasangan anak tunggal.

Segerakanlah menikah, namun perlu diingat, bahwa pernikahan tentu menuntut tanggung jawab lebih dan juga kasih sayang lebih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top