Life

Kecelakaan Kapal Laut Paling Menakutkan

Banyak diantara kita yang mengetahui kecelakaan kapal Titanic yang sedemikian menggemparkan dunia. Namun ssepanjang sejarah hidup manusia, tentu saja bukan hanya Titanic yang merupakan kecelakaan kapal yang besar dengan korban yang begitu banyak serta menimbulkan kepedihan bagi yang ditinggalkan. Belum lagi kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Berikut ini adalah 7 peristiwa kecelakaan kapal laut yang paling menakutkan

MV Wilhelm Gustloff

Masih dalam suasana peperangan, kapal angkut militer asal Jerman MV Wilhelm Gustloff dihantam tiga buah peluru torpedo dari kapal selam Soviet S-13 pada laut Baltik pada 30 January 1945. Pada saat itu, tentara dan kru kapal yang berada di sana tengah bersiap untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga sipil, personel militer dan juga para petinggi dari Nazi Jerman yang tengah dalam pengepungan tentara Rusia. Kapal tersebut langsung tenggelam dalam waktu 45 menit setelah peluru torpedo menyambar. Terdapat sekitar 9.400 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Tercatat, kejadian ini merupakan kecelakaan kapal dengan jumlah korban paling besar sepanjang masa. Kapal ini pada awalnya dibangun tahun 1937 sebagai kapal pesiar bagi organisasi Nazi Kraft durch Freude, namun kemudian diminta oleh pihak angkatan laut Jerman yaitu Kriegsmarine pada tahun 1939.

MV Dona Paz

MV Dona Paz merupakan kapal feri berpenumpang asal Pilipina yang tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tanker MT Vector pada 20 Desember 1987. Peristiwa ini diperkirakan menelan korba jiwa sebanyak 4.386 jiwa dan hanya 24 orang yang berhasil selamat, sehingga tercatat sebagai salah satu bencana maritim paling memilukan. Pada hari kejadian, Dona Paz melakukan perjalanan dari pulau Layte menuju ibukota Pilipina, Manila. Penumpang berdesakan karena kapal ini hari itu menampung penumpang yang berlebih, dimana setidaknya terdapat 2000 orang tidak tercatat dalam manifes kapal. Dikabarkan pula bahwa kapal ini tidak memiliki standar keselamatan misalnya tidak tersedianya radio komunikasi sementara tempat penyimpanan jaket keselamatan/pelampung terkunci. Namun kesalahan terbesar ditimpakan pada kapal MT Vector yang ternyata tidak laik jalan dan melakukan pelayaran tanpa lisensi resmi.

RMS Lusitania

RMS Lusitania merupakan kapal milik Inggris yang ditembak kapal selam Jerman pada Perang Dunia I lalu tenggelam. Hal ini memicu ketegangan diplomatik, dimana banyak negara mengutuk kejadian ini. Lusitania merupakan pemegang Blue Riband serta merupakan kapal berpenumpang terbesar sebelum kemudian dikalahkan oleh kapal lain yang dibuat oleh perusahaan yang sama yaitu Mauretania. Pada hari dimana ia tenggelam, yaitu 7 Mei 1915, Lusitania tengah melakukan perjalanan dari Liverpool ke New York. Kapal ini terkena tembakan saat melintasi Queenstown, Irlandia. Kejadian dikabarkan menewaskan 1.959 orang yang berada di dalam kapal, dan hanya 761 orang saja yang selamat.

RMS Lancastria

RMS Lancastria yang kemudian menjadi HMT Lancastria merupakan kapal pesiar yang diminta oleh pemerintah Inggris untuk digunakan selama Perang Dunia II. Kapal ini tenggelam pada 17 Juni 1940 selama Operasi Ariel. Operasi Ariel merupakan operasi evakuasi pasukan Sekutu dan warga sipil dari pelabuhan bagian barat Perancis mulai 15 hingga  27 Juni 1940, yang serupa dengan Operasi Dynamo di Dunkirk dan Operasi Cycle di Le Havre. Kapal ini tenggelam karena mengangkut terlalu banyak warga yang dievakuasi. Diperkirakan korban jiwa akibat peristiwa ini adalah antara 3000 hingga 5800 orang. Diklaim bahwa korban kapal ini sama dengan jumlah korban RMS Titanic dan RMS Lusitania digabung menjadi satu

RMS Empress of Ireland

Kapal ini merupakan kapal laut yang tenggelam disebabkan bertabrakan dengan kapal pengangkut batubara asal Norwegia, SSS Storstad dikarenakan kabut yang sangat tebal pada 29 Mei 1914 saat melintasi sungai St.Lawrence. Dari 1.477 penumpang, 1.012 orang meninggal dunia, terdiri dari 840 penumpang dan 172 kru kapal. Hal tersebut membuat peristiwa ini menjadi kecelakaan maritim terbesar di Kanada. Berdasarkan keterangan saksi banyak korban yang terjebak pada dasar kapal sehingga pada saat kapal tenggelam mereka tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.

MV Goya

Goya adalah kapal barang Norwegia, namun kemudian di ambil alih oleh pihak Jerman, tatkala terjadi invasi Jerman terhadap Norwegia. Kapal ini ditenggelamkan pada 16 April 1945 oleh kapal selam Soviet L-3 pada saat memuat ribuan pengungsi dan tentara Wehmacht. Kemungkinan sekitar 6000 penumpang terutama anak-anak meninggal dunia, kebanyakan dikarenakan kedinginan. Tercatat 183 orang berhasil selamat.

USS Indianapolis (CA-35)

Kapal ini merupakan kapal penjelajah kelas berat milik Amerika Serikat. Peristiwa tenggelamnya USS Indianapolis merupakan kehilangan besar dalam sejarah Angkatan Laut AS. Pada tanggal 30 Juli 1945, kapal ini terkena serangan torpedo dari kapal selam Kekaisaran Jepang I-58 dan langsung tenggelam dalam waktu 12 menit setelah terkena serangan torpedo. Dari sebanyak 1.196 kru yang ada. 300 orang diantaranya ikut tenggelam bersama kapal. Sementara itu 900 orang yang lain menderita dehidrasi, keracunan air asin, diserang hiu di saat mengapung di lautan dengan sekoci penyelamat yang  terbatas jumlahnya dan dalam kondisi hampir tanpa makanan dan minuman. Pihak angkatan laut mengetahui tenggelamnya kapal tersebut tatkala mereka menemukan kru yang selamat, empat hari setelah kejadian, ditolong oleh kru PV-1 Ventura yang tengah mengadakan patrol rutin. Dari 900 orang, hanya 317 kru saja yang berhasil selamat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top