Life

Kenali Ciri-Ciri Sifat Pasangan Posesif dalam Hubungan Asmaramu

pasangan posesif

Pada awalnya, sebuah hubungan akan terasa menyenangkan. Kamu seolah mengetahui segala sifat yang kekasih yang sedang menjalin cinta denganmu. Tetapi, kamu merasakan bahwa ia semakin mendominasi, bahkan sering menutup-nutupi sesuatu. Kemudian, kamu merasakan ada banyak perubahan terjadi padanya. Lama-lama kegiatan untuk saling menanyakan aktivitas terasa mengintimidasi.

Jika kamu merasakannya, dan kamu tidak nyaman. Bisa jadi itu adalah pertanda awal bahwa pasanganmu mulai posesif. Selain itu, pasanganmu sering berkomentar negatif dan mengatur kehidupanmu. Korban akan merasakan penderitaan dan kehilangan identitas. Apa saja ciri-ciri pasangan posesif dalam suatu hubungan?

Kepribadian yang Obsesif

Pasangan yang posesif dan mengontrol ditandai dengan kepribadian yang obsesif. Mereka ingin mengetahui semua tentangmu. Bahkan ia berperilaku defensif, mudah marah, dan terkadang berusaha untuk menahan agresifitasnya. Obsesif merupakan pengendalian pasangan. Mereka akan mencari tahu dirimu berada di mana setiap saat, dengan siapa, dan persahabatan yang dimiliki.

Kemudian, akan melakukan pengecekan apakah kamu jujur atau tidak. Penting bagi kita untuk memahami sebuah hubungan dilandasi dengan kepercayaan. Tidak ada yang dapat membatasi kepada siapa kita bertemu atau mengenakan pakaian seperti apa. Jika pasanganmu mencintaimu, dan kamu percaya padanya, hubungan akan berlanjut tanpa saling curiga.

Pasanganmu Mengontrol Sosial Mediamu

Pasangan yang posesif akan selalu mengendalikan dirimu, bahkan dalam komunikasi. Ia akan menelpon dan sering melakukan spam pesan dalam sehari. Kemudian akan marah jika dirimu tidak segera menjawab pesanmu. Pada kasus ini, jika pasanganmu melakukan hal demikian, disarankan untuk berdiskusi dengannya. Ada pula yang hingga melakukan kontrol terhadap sosial media, seperti Instagram, Twitter, bahkan Facebook. Semua akun sosial mediamu harus dipegang olehnya. Dalam berhubungan, seharusnya kita memahami pentingnya batas privasi bahkan kepada pasanganmu sendiri.

Sulit Mengendalikan Cemburu Berlebihan

Cemburu adalah hal yang wajar. Cemburu pada dasarnya didasari oleh ketidaktahuan dan ketidakpercayaan. Kita bisa membuat rasa cemburu untuk berubah menjadi perasaan positif saat kita bersikap rasional. Sayangnya beberapa orang tidak bisa mengendalikan emosi cemburunya. Saat pasanganmu cemburu berlebihan ia akan berpikiran bahwa dirinya tidak akan menjadi pusat perhatian, takut ditinggalkan, dan merasa tidak aman. Akibatnya, mereka akan melampiaskannya dengan cara yang salah, seperti mengendalikan dirimu bahkan agresif.

Pasangan yang Menuntutmu untuk Berubah Sesuai Keinginannya

Pasangan posesif akan selalu mengontrol kegiatanmu. Bisa saja mereka akan memintamu meninggalkan hobi dan koneksi dengan teman-temanmu. Ia hanya memikirkan diri sendiri, bahkan tidak peduli denganmu. Bahkan ia sering memujimu dengan maksud lain. Misalnya ketika kamu mengenakan pakaian favoritmu, ia akan memujimu, kemudian berkomentar, “Lebih bagus lagi jika kamu ngurusin badan”.

Pasanganmu tersebut tidak menganggapmu sebagai orang yang setara dengannya. Dalam kasus ekstrim, pasangan posesif sangat mudah melakukan kekerasan fisik atau verbal. Saat mereka sudah melakukan kekerasan, carilah bantuan profesional dan hukum jika terjadi kekerasan.

Pasangan yang Senang Mengontrol Bukan Menganggapmu Sebagai Kekasih

Pasangan yang senang mengontrolmu sebetulnya tidak menganggapmu sebagai kekasih. Ia hanya menganggapmu sebagai barang atau properti saja. Ia tidak memedulikan pendapatmu. Kondisi ini merupakan pelecehan psikologis yang dapat membuat korban merasa kesulitan melihat kenyataan secara objektif. Bahkan dapat disebut sebagai penipuan identitas.

Pasangan yang mengatakan bahwa hal itu dilakukan atas dasar “cinta”, sebetulnya mereka tidak memahami arti cinta. Cinta bukanlah kepemilikan atau kendali. Ketika seseorang mencintai orang lain, ia seharusnya memahami tentang kebebasan, rasa hormat, dan kepercayaan.

Senang Mengkritik Hal Kecil

Pasangan posesif akan selalu mengatur dirimu. Bahkan kritikan-kritikan tersebut terasa kecil dan konstan. Hal itu dapat membuat seseorang merasa tidak percaya diri dan tidak dihargai. Bahkan bisa jadi ia suka merendahkanmu dengan nada bercanda yang tidak lucu di depan orang lain tanpa segan.

Hubungan Akan Menjurus Pada Toxic Relationship

Menjalani toxic relationship sangatlah melelahkan. Bahkan saat kekasihmu posesif, ia akan mengancammu dengan berbagai hal yang membuatmu merasa bersalah dengannya. Kamu dapat merusak dirimu baik secara psikis dan fisik jika mempertahankan hubungan dengan pasangan yang posesif.

Saran untuk Pasanganmu: Bersikaplah Melindungi, Bukan Posesif

Ketika pasanganmu beralasan bahwa dia hanya “ingin melindungimu”, itu salah besar. Posesif dan protektif itu berbeda. Posesif berasal dari rasa tidak percaya, rasa tidak aman, senang mendominasi, hingga bentuk-bentuk tidak menyehatkan lainnya. Sedangkan protektif adalah sikap perhatian. Sebagai orang yang saling mencintai, seharusnya dapat memahami kebebasan pribadi.

Orang yang protektif akan memahami kekasihnya. Ia akan berusaha untuk berdiskusi saat tidak merasa sepakat dengannya, memberi referensi jika pasangannya kebingungan, atau hal-hal manis lainnya. Untuk itu, kita perlu belajar lebih dalam sebelum terburu-buru mengatakan rasa cinta. Apakah kita sudah dapat menghargai pasanganmu? Rasa cinta harus diiringi dengan rasa hormat kepada pasangan.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top