Life

Maaf dan Terimakasih, Dua Kata Super yang Kadang Sulit diucapkan

Pasti kalian tidak asing dengan kata ini, “Maaf” dan “Terima Kasih” dalam kehidupan sehari hari kita. Apa itu Maaf dan Terima Kasih? Anak kecil pun pasti tahu akan dua kata tersebut dan paham kapan mereka akan mengucapkan kedua kata tersebut.

Kata Terima Kasih itu sendiri memiliki makna rasa syukur, di ucapkan ketika kita mendapat suatu hal baik atau kebaikan. Mengucapkan rasa syukur atau dalam fungsinya dapat digunakan untuk membalas balas budi akan kebaikan orang lain yang diberikan kepada kita.

Jika ada Terima Kasih, pastilah ada kata Maaf. Maaf memiliki makna pembebasan seseorang dari hukuman karena suatu kesalahan. Maaf identik dengan penyesalan atas tidakan yang salah yang telah dilakukan. Selain itu maaf juga berlaku untuk meminta ijin. “Maaf, saya mau numpang ke toilet.”

Dua kata ini merupakan kata yang sangat super dan mampu menenangkan serta mendamaikan hati. Saling berterima kasih atau memaafkan akan menambah rasa menghargai dan simpati kita terhadap orang lain. Mungkin sejak kecil orang tua telah mengajarkan untuk mengucapkan kedua kata tersebut sesuai dengan hakikatnya. Namun seiring berjalannya waktu, ada beberapa orang yang sangat sulit mengucapkan kedua kata tersebut, apakah alasan mereka? Simak ulasan dibawah ini;

Takut akan Penolakan
Hal ini berlaku untuk kata maaf, mungkin sebagian orang mampu mengucapkan kata maaf dengan tulus namun terkadang hal itu terhambat, membuatnya mengurungkan niat untuk meminta maaf karena ia memiliki pikiran negative akan sebuah penolakan. Takut kesalahan yang ia miliki tidak dimaafkan oleh orang lain.

• Gengsi
Gengsi dapat dirujukkan utuk kedua kata tersebut Maaf dan Terima Kasih. Untuk kata Maaf sendiri, gengsi merupakan hal yang mendasari mereka berpikir apakah ia akan menjadi pecundang atau pemenang. Gengsi adalah bentuk perasaan setelah takut akan penolakan atas permintaan sebuah maaf.

Gengsi juga mampu mengurungkan niat seseorang untuk berterima kasih. Kenapa demikian? Hal tersebut didasari oleh egois, mereka seolah-olah bisa melakukan suatu hal tanpa bantuan orang lain dan gengsi untuk berterima kasih terkesan mengacuhkan pertolongan atau kebaikan yang orang lain berikan kepada kita.

Harus bertanggung jawab maupun membalas budi
Jika kita meminta maaf, pastilah ada kesalahan yang ada pada diri kita, kita melakukan suatu hal yang salah, yang menyakiti atau merugikan orang lain, dan kita harus bertanggung jawab. Nah, tanggung jawab ini yang terkadang sangat tidak diinginkan sehingga sebagian orang sulit untuk mengucapkan kata maaf akan kesalahan yang telah ia perbuat.

Mungkin hampir mirip dengan bertanggung jawab, membalas budi berarti kita juga harus memberikan kebaikan kepada orang lain. Sebagian orang yang memiliki ego tinggi, ia pasti memilih untuk terus-terusan mendapat kebaikan dan enggan berterima kasih. Semisal pada pembuat hidup ini, kita terus mendapatkan nikmat, tapi lupa untuk bersyukur. Egois bukan?

Untuk mendapatkan lingkungan hidup yang damai, jangan sungkan mengucapkan kedua kata super tesebut. Meskipun kita dianggap pihak yang kalah, jika kita meminta maaf, setidaknya kita telah berbesar hati untuk mengakui sebuah kesalahan. Ataupun, jangan sekali-kali untuk lupa bersyukur dan berterima kasih atas sebuah kebaikan, kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Jangan pernah takut berterima kasih atau menebar kebaikan selagi kita masih bisa melakukan hal tersebut. Dengan demikian hidup kita akan semakin damai dan nyaman, serta kedua kata tersebut mampu memperluas dan memperbaiki interaksi sosial kepada sesama.

Loading...
2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    ALI TAUFIK

    December 26, 2015 at 8:09 am

    Kalau kita melihat budaya barat,,justru,,kata kata diatas adalah suatu hal yg selalu,,menghiasi keseharian mereka..!!,,Thanks ,,No,,Thanks..Iam sorry…Permission,dll…

  2. Pingback: Cara Tepat Untuk Meminta Maaf - LoperOnline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top