Life

Makhluk-Makhluk Misterius Indonesia

Dari berbilang misteri yang kita dengar atau kita ketahui dari seluruh penjuru dunia, apakah kamu juga tahu bahwa di negara kita Indonesia juga tersimpan begitu beragam misteri? Negara kita merupakan ssalah satu bagian paling eksotis di muka bumi. Wilayah darat maupun laut yang luas dan melimpah menyimpan keberagaman adat budaya lama, disertai masih begitu banyaknya wilayah hutan atau tidak berpenghuni membuat negara kita berpontensi memendam sejuta misteri, termasuk diantaranya misteri terkait makhluk hidup ganjil yang konon hingga detik ini masih hidup di sekitar kita.  Dari lebih 17.000 pulau yang Indonesia miliki, dari mana saja misteri itu berasal dan kisah apa yang dibawanya? Berikut ini adalah 8 makhluk misterius yang ada di Indonesia

Ular Raksasa Nabau

Makhluk pertama yang akan dibahas adalah makhluk berbentuk ular raksasa yang diberi nama Nabau. Makhluk yang pada akhirnya melegenda ini berasal dari Suku Dayak Iban di wilayah Kalimantan. Kemisteriusannya disamakan dengan keberadaan monster Loch Ness di Scotlandia karena makhluk ini pernah terlihat menyusuri sungai Baleh. Konon makhluk ini memiliki bentuk fisik mirip ular raksasa Anaconda, dengan besar tubuh serupa bedug di masjid sementara panjangnya kurang lebih bisa mencapai 30 meter. Yang membedakan ular raksasa ini dengan Anaconda adalah bahwa makhluk ini dipercaya oleh masyarakat Dayak Iban sebagai ‘Petara’ atau dewa yang memiliki kekuatan supranatural. Orang yang tidak sengaja berjumpa dengannya dipercaya akan dilimpahi keberuntungan. Bagian sisiknya konon dapat membuat orang yang menggunakannya mendapatkan kekuatan super. Dikabarkan Nibau juga pernah terlihat di Stambak Ulu dan Ili Betong di Sarawak.

Ahool Si Kelelawar Raksasa

Makhluk ini terlihat seperti kelelawar yang sangat besar dan bisa dimungkinkan sebagai semacam primate terbang atau bahkan sejenis Pterosaurus hidup, makhluk terbang purba yang semestinya telah punah 65 juta tahun lalu. Penampakan makhluk ini pertama kali disaksikan oleh Dr.Ernest Bartels, seorang naturalis berkebangsaan Belanda pada tahun 1925, seperti yang diungkapkan oleh Loren Coleman dan Jerome Clark. Bartels saat itu tengah melintas pada sebuah air terjun di kaki Gunung Salak, Jawa Barat. Saat itulah sekoyong-koyong ia melihat hewan mirip dengan seekor kelelawar dalam ukuran yang sangat besar terbang melintasi kepalanya. Menurut Bartels, sayap makhluk ini membentang 4 meter panjangnya. Kisah mengenai makhluk ini akhirnya terdengar oleh seorang cryptozoologist yaitu seorang peneliti yang mempelajari segala makhluk dan hewan mitos bernama Ivan T. Anderson. Ia begitu ingin tahu, karena pria ini sendiri pernah bertemu dengan makhluk serupa pada Pegunungan Assumbo di wilayah Kamerun. Disana, makhluk ini disebut dengan Kongamoto.

Orang Bati

Hampir sama dengan penampakan Ahool, Orang Bati juga memiliki fisik yang mirip dengan kelelawar dan juga diperkirakan sebagai sejenis Pterosaurus hidup. Mereka di prediksi memiliki tinggi badan sekitar 160 cm, memiliki kulit merah dengan sayap hitam. Meskipun sayapnya mirip kelelawar, namun makhluk yang konon hidup di Pulau Seram sejak abad ke-15 ini dikabarkan memiliki bentuk tubuh bagai primata atau kera. Menurut cerita masyarakat sekitar, mereka dikabarkan kerap menculik anak-anak, membawa mereka pergi untuk dijadikan santapan. Warga lokal mengatakan bahwa mereka melihat makhluk ini secara langsung tatkala Orang Bati menggerebek desa untuk mencari bayi dan anak-anak dan dibawa ke tempat tinggal mereka di gua-gua gunung non aktif yang ada di wilayah Kairatu, Seram bagian Barat. Seorang misionaris asal Inggris bernama Tyson Hughes mengklaim bahwa ia pernah melihat langsung makhluk ini pada tahun 1987.

Orang Gadang

Inilah Bigfoot asal Indonesia. Hal ini dikarenakan bentuk fisik dan karakteristik keduanya yang serupa. Makhluk serupa juga ditemui di Filipina dengan sebut Waray-Waray dan Kapre. Masih belum jelas apakah mereka merupakan sejenis Sasquatch, jenis primata yang belum teridentifikasi atau justru merupakan sejenis makhluk yang terhubung dengan Gigantopithecus yaitu primata raksasa yang pernah ada di bumi mamun diketahui sudah punah sejak 500.000 tahun yang lalu. Mereka dikabarkan memiliki tinggi sekitar 2-3 meter, namun ada pula yang mengatakan lebih tinggi dari itu. Sekujur tubuh mereka tertutupi bulu hitam legam dan lebat. Mereka dipercaya merupakan makhluk omnivora dan pernah terlihat di pedalaman hutan Sumatera dan Malaysia.

Ebu Gogo

Dari wilayah Sumatera kini kita ke wilayah Flores untuk bertemu dengan Ebu Gogo. Ebu Gogo merupakan makhluk yang sangat mirip dengan manusia, serta muncul pada mitologi masyarakat di wilayah Flores. Hanya saja bentuk fisiknya mungil dengan tinggi satu meter saja, sehingga mereka kerap disamakan dengan peri. Konon cara berjalan mereka terlihat canggung dan berkomunikasi antar sesama mereka dengan cara berbisik. Meski memiliki bahasa sendiri, konon Ebu Gogo mampu mengulangi kata-kata yang warga setempat katakan dengan baik. Ciri fisik mereka yang lain adalah bentuk mulut yang besar, hidung melebar, bagian telinga agak menjulur. Dalam bahasa Nage atau bahasa Flores Tengah, Ebu Gogo dapat diartikan sebagai pemakan segala, dan konon katanya mereka menyukai anak bayi manusia untuk dikonsumsi.

Orang Pendek

Orang Pendek merupakan makhluk yang diberitakan mendiami wilayah terpencil pada hutan yang terdapat pada pegunungan di pulau Sumatera, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Beberapa saksi mengatakan bahwa bentuk tubuh mereka mirip primata dengan bulu-bulu pendek berwarna gelap dengan tinggi tubuh antar 80 hingga 150 cm. Mereka berjalan dengan dua kaki dan memiliki kekuatan fisik yang besar. Mereka mampu memotong bagian sulur rotan hanya dengan menggunakan tangan kosong serta menarik pohon besar hingga ke akarnya. Diperkirakan sudah banyak warga sekitar, wisatawan maupun pihak koloni Belanda yang pernah menyaksikan bahkan mendokumentasikan mengenai keberadaan Orang Pendek.

Cigau

Makhluk ini berwujud seperti seekor harimau, hanya saja bulunya berwarna Emas, tanpa garis maupun tutul seolah nampak bagai hewan hasil persilangan antara singa dan harimau. Warga lokal mengklaim pernah melihat makhluk ini di dekat wilayah Bangko dan Gunung Kerinci di Pulau Sumatera. Pada pulau ini kerap ditemukan hewan species baru sehingga keberadaan makhluk ini sangat mungkin memang nyata. Dikabarkan meskipun ukuran tubuh Cigau lebih kecil daripada harimau pada umumny, namun mereka konon lebih agresif serta cenderung tidak gentar pada kehadiran manusia. Ciri fisik lain dari Cigau adalah bagian ekornya pendek, sementara kaki depan lebih panjang daripada kaki belakangnya. Richard Freeman, seorang cryptozoologist yang berasal dari Inggris mengklaim pernah melihat Cigau pada tahun 1960 saat makhluk ini tengah menyantap tubuh seorang manusia. Hal ini tercantum pada hasil tulisannya di tahun 2003 lalu.

Aul

Makhluk ini memiliki fisik mirip dengan serigala, hanya saja ia memiliki ukuran sebesar tubuh manusia dewasa, bahkan dikabarkan dapat berdiri tegak seperti manusia. Keberadaan makhluk ini disamakan dengan werewolf atau serigala jadi-jadian. Aul dikabarkan kerap meresahkan warga yang mendiami sekitar lereng gunung Slamet dikarenakan kerap kehilangan kambing ternak mereka akibat dimangsa Aul. Aul memangsa kambing bukan untuk memakan dagingnya namun hanya bagian jeroannya saja. Menurut kepercayaan warga suku Sunda, pada masa lalu Aul adalah seorang manusian biasa yang memiliki kekuatan. Untuk menguji kekuatannya, ia meminta seorang warga untuk menebas kepalanya. Kepala Aul yang telah tertebas menggelinding ke jurang dan tidak ditemukan. Karena tubuh tanpa kepala tidak bisa bertahan lama maka untuk mengganti kepalanya, ditebaslah kepada seekor serigala dan dipasangkan ke tubuhnya. Karena dalam kondisi panik, kepala serigala terpasang terbalik menghadap ke belakang. Sehingga menurut beberapa cerita, Aul merupakan manusia serigala dengan kepala terbalik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top