Life

Mata-Mata Terkemuka Dunia

Hollywood memang telah melakukan tugasnya dengan baik dalam membuat tokoh mata-mata, seringkali campur tangan pemeran pengganti membuat si tokoh dipercaya dapat melakukan berbagai aksi fantastis dan tangkas luar biasa. Eksploitasi semacam ini bisa jadi membuat Anda sebagai penonton menganggap keahlian dan ketangkasan mata-mata ini sulit dipercaya untuk ada dalam dunia nyata. Namun pada kenyataannya, tokoh semacam ini benar-benar ada, dan eksis pada masa perang maupun damai. Mereka memainkan peran yang besar dalam mengumpulkan informasi penting bagi bangsa mereka. Berikut ini adalah beberapa mata-mata paling dikenal yang mengharuskan mereka berkeliling dunia demi melaksanakan  suatu tugas rahasia.

Nathan Hale (1755-1776)

Nathan Hale dikenal sebagai ‘mata-mata Amerika pertama’. Selama Perang Revolusi Amerika pada tahun 1775, ia menjabat sebagai kapten pada Angkatan Darat Kontinental. Selama pertempuran di Long Island ia menawarkan diri untuk berada di belakang garis musuh untuk misi pengumpulan intelejen dalam operasi pemantauan pergerakan Inggris. Ia harus menyamar sebagai seorang guru berkebangsaan Belanda namun ia berhasil ditangkap di sebuah kedai oleh pihak Inggris. Nathan Hale diadili dan dinyatakan bersalah serta dijatuhi hukuman gantung. Saat itu usianya baru 21 tahun.

Isabella Marie Boyd (1843-1900)

Dikenal dengan panggilan Belle Boyd atau julukan ‘Cleopatra-nya Suksesi’, ia adalah mata-mata Konfederasi pada masa Perang Saudara Amerika. Ia beroperasi dari penginapan milik ayahnya dan mempersiapkan informasi berharga bagi jenderal Konfederasi. Kekasihnya sendiri yang menyerahkannya pada pihak musuh dan ia ditangkap pada tahun 1862. Ia dipenjara selama satu bulan saja, kemudian dibebaskan lalu pergi ke Inggris. Kontribusinya mengantarkannya mendapat gelar Southern Cross of Honor. Boyd meninggal dunia karena serangan jantung pada saat ia berusia 57 tahun.

Mata Hari (1876-1917)

Mata Hari adalah salah satu mata-mata paling terkenal dalam Perang Dunia I, dimana ia mampu membuat perwira militer Jerman dan Perancis terpesona karena ketrampilan menari eksotisnya. Ia lahir di Belanda dan memulai karir mata-matanya dengan menjadi wanita tunasusila untuk politisi tingkat tinggi dan orang-orang militer. Ia tidak berkeberatan jika harus tidur dengan pihak musuh demi mendapatkan informasi penting bagi militer Jerman. Mata Hari diidentifikasi oleh pihak intelejen Perancis tatkala mereka menangkap sinyal radio militer Jerman. Ia dieksekusi oleh regu tembak pada tahun 1917.

Klaus Fuchs (1911-1988)

Klaus Fuchs adalah seorang fisikawan teoritis berkebangsaan Jerman yang bekerja pada proyek bom hidrogen. Ia memainkan peranan penting dalam penyelesaian perhitungan teoritis yang terkait dengan senjata fisi pertama. Ia memperoleh gelar PhD di bidang Fisika dari Inggris. Ketika bekerja dalam proyek bom atom Inggris, ia membocorkan rahasia pada pihak Soviet. Ia kemudian bekerja di Los Alamos pada tahun 1944 dan mengkompromikan data penting dari produksi uranium 235. Informasi ini membantu Soviet mengetahui berapa banyak bom yang terdapat di Amerika Serikat. Setelah ditangkap, ia mengakui segala perbuatannya dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Ia dikirim ke Jerman setelah menjalani masa 9 tahun penjara.

Richard Sorge (1895-1944)

Sorge adalah seorang komunis Jerman yang menjadi salah satu mata-mata paling terkenal yang bekerja untuk Uni Soviet. Ia memperoleh ketenaran besar diantara mata-mata untuk kontribusinya dalam pengumpulan intelejen selama Perang Dunia II. Ia bekerja sebagai wartawan di Jepang dan Jerman. Ia mengorganisir sebuah jaringan mata-mata di Jepang dan mengirimkan informasi kepada pihak Uni Soviet bahwa Jepang tidak akan melakukan penyerangan dalam waktu dekat. Hal ini untuk keperluan pemindahan pasukan Timur Jauh mereka ke front Barat untuk menghadapi tentara Jerman. Ia ditangkap pada tahun 1941, dinyatakan bersalah dan menerima hukuman gantung.

Aldrich Ames (1941- )

Ames adalah seorang agen ganda Soviet dan menjabat sebagai pejabat CIA. Ia pernah menjadi penyebabkan setidaknya 10 orang agen CIA dieksekusi. Ia bahkan dibayar sebesar 4,6 juta dolar demi memberikan informasi mengenai semua nama-nama agen CIA yang bekerja di Soviet. Ia akhirnya ditangkap dan saat ini ia tinggal di Pennsylvania.

The Cambridge Five/Cambridge Spy Ring (Abad ke-20)

The Cambridge Five adalah nama yang diberikan bagi lima orang mata-mata Soviet yang direkrut di Inggris untuk menyampaikan informasi kepada pihak Soviet selama Perang Dunia II. Mereka diberi nama The Cambridge Five dikarenakan kesemuanya mempelajari komunisme tatkala menyelesaikan studi mereka di Cambridge University. Salah satu tugas mereka adalah mengirimkan informasi yang salah kepada pihak Nazi. Salah satu dari kelima anggota The Cambridge Five tidak pernah benar-benar dapat teridentifikasi. Ahli sejarah bahkan meyakini bahwa anggota dari Cambridge Spy Ring lebih dari lima orang.

Julius (1915-1953) dan Ethel Rosenberg (1918-1953)

Pasangan suami istri komunis Amerika ini masuk dalam daftar mata-mata dunia yang paling dikenal. Tim ini pernah berhasil memberikan informasi mengenai nuklir ke pihak Soviet. Julius yang lebih dahulu direkrut oleh KGB dan mengirimkan informasi desain dan laporan dari Emerson Radio kepada KGB termasuk didalamnya adalah desain murang. Ethel, istrinya mengetik dokumen untuknya. Keduanya dinyatakan bersalah atas kasus spionase dan menjalani eksekusi kursi listrik di penjara Sing Sing Correctional Facility pada tahun 1953.

Sidney Reilly (1873-1925)

Dikenal dengan julukan Ace of Spies, Reilly merupakan salah satu mata-mata terkemuka di abad ke-20. Direkrut oleh pihak Scotland Yard, ia berhasil mempengaruhi sejarah dunia dengan berbagai tindakannya. Ia adalah seorang ahli spionase, pemikat hati, penipu ulung dan orang brengsek yang tahu betul bagaimana cara mempergunakan akalnya. Ia melakukan kegiatan mata-mata di Jepang, Jerman, Kanada, dan beberapa negara lainnya. Reilly merupakan mastermind di balik rencana pembentukan pemerintahan Rusia. Reilly dihukum mati pada tanggal 5 November 1925.

Frederick ‘Fritz’ Joubert Duquesne (1877-1956)

Dalam masa Perang Boer II, Fritz Duquesne merupakan seorang perwira sekaligus mata-mata Boer dan dikenal dengan julukan ‘black panther’. Sementara itu di dalam beberapa kesempatan berbeda, ia berubah menjadi seorang wartawan surat kabar, novelis, mucikari, dan agen rahasia Jerman. Ia adalah salah satu anggota jaringan mata-mata Nazi terbesar yang beroperasi selama Perang Dunia II. Duquesne juga pernah terlibat misi sabotase di Inggris, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Selatan. Dia berhasil ditangkap beberapa kali dan selalu bisa melarikan diri dari penjara. Ia bahkan berpura-pura lumpuh selama lima bulan pada saat akan dideportasi ke Inggris untuk menjalani eksekusi. Namun akhirnya di tahun 1941, ia dan beberapa mata-mata Nazi ditangkap atas tuduhan membocorkan informasi atas kegiatan pelayaran dan persenjataan Amerika Serikat kepada Jerman. Ia tidak melarikan diri dari penjara kali ini, dan akhirnya meninggal dunia pada usia 78 tahun.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top