Life

Maulid Nabi Diperingati Setiap Tahun, Siapa Orang Pertama yang Merayakannya?

Siapa yang Pertama Kali Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut sejarah, perayaan ini sudah ada sejak ratusan tahun Masehi.

Lalu, siapakah yang pertama kali merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah. Hampir seluruh umat muslim merayakannya dengan tradisi masing-masing.

Bahkan di Indonesia, setiap daerah memiliki cara khusus untuk memperingati Maulid Nabi, mulai dari doa bersama hingga arak-arakan.

Pencetus Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Menurut laman NU online terkait siapa orang yang pertama kali merayakannya, berdasarkan kitab Al-Hawi lil Fatawa diuraikan bahwa perayaan ini digelar oleh seorang raja.

Yaitu Raja Abu Sa’id Kaukabri bin Zainuddin Ali bin Baktikin yang memiliki nama gelar Raja Malikul Muzaffar. Ia disebut sebagai raja pertama yang membuat peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW.

Ia adalah seorang pemimpin di wilayah Erbil, Irak yang memiliki karakter pemberani, dermawan, alim, berjiwa pahlawan dan adil.

Dia lahir sekitar tahun 549 H dan meninggal dunia pada 630 H. Raja Malikul Muzaffar dikenal sebagai sosok yang saleh dan berakidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Selain itu, ia juga tokoh yang ikut memakmurkan masjid Agung Al-Mudhofary dan membangun Universitas Al-Muzaffar di bawah Gunung Qasiun, Syria.

Menurut Syekh Jalaluddin al-Suyuthi dalam kitab Al-Hawi lil Fatawa, perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pertama kali digelar secara besar-besaran oleh Raja Al-Muzaffar.

Lihat Juga: Maulid Nabi, Ekspresi Kegembiraan atas Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Perayaan ini selalu digelar megah setiap bulan Rabiul Awal, tepat pada tanggal kelahiran Rasulullah SAW di 12 Rabiul AWAL.

Berdasarkan laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), sang raja bahkan rela mengeluarkan sedekah ratusan ribu dinar saat peringatan Maulid.

Tradisi Perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Melansir laman NU, Imam Suyuthi dalam kitab Al-Mawaris fi Amalil Maulid dan Ibnu Jauzi dalam kitab Mir’atuz Zaman, Raja Malikul Muzaffar selalu mengundang banyak orang.

Hampir seluruh pemimpin negara lain pada masa itu, termasuk para ulama dan rakyat juga diundang untuk sama-sama merayakan Maulid.

Tradisi yang dilakukan oleh sang raja yaitu menyembelih ribuan unta dan kambing sebagai sajian spesial bagi tamu.

Bagi raja, Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi sebagai rahmat bagi seluruh alam, sehingga patut diagungkan.

Sejak itulah, perayaan ini mulai menjadi tradisi keagamaan dan dipertahankan oleh umat muslim, termasuk di Indonesia.

Itulah penjelasan terkait siapa orang yang pertama kali memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Di masa kini, umat Islam sebaiknya menjadikan momentum ini untuk berperilaku dan mengamalkan kebaikan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top