Life

Menangani Teman yang Menurutmu Datang Saat ‘Ada Maunya’ Saja

teman ada mau saja

This post is also available in: English

Sebal ya, bila harus menghadapi teman jenis seperti ini. Tidak ada kabar, tidak pernah mengobrol lagi, tahu-tahu datang meminta pertolongan. Sok akrab, lagi! Namun, di balik sikapnya yang menyebalkan bisa saja dia pun tidak ingin terus-menerus seperti itu.

Berikut tips singkat bagimu agar tidak merasa dimanfaatkan lagi, juga beberapa pemikiran positif yang mencoba menguak mengapa bisa sampai ada teman ‘seperti itu’. Bagaimana cara menghadapi teman yang datang saat butuh?

Bila dia memang datang meminta pertolongan padahal lama tidak berkomunikasi

Bisa saja: dia sebenarnya sudah lama memendam masalah ini sendirian. Dia sudah mencoba menghadapi masalahnya sendiri, tetapi tidak kunjung selesai. Sehingga saat dia merasa tidak sanggup lagi barulah dia datang padamu. Bisa saja, dia menghilang karena sedang sibuk mengurusi masalahnya tersebut.

Solusi untukmu: sesungguhnya kamu bisa temani dia sejak awal. Seringlah berkomunikasi, bertukar kabar. Ini sekaligus agar kamu bisa mengecek benar atau tidaknya masalah itu terjadi. Selama kamu bisa membantu, tolonglah sebelum dia meminta. Kalau kamu tidak bisa menolong, paling tidak, kamu sudah menjadi pendengarnya selama ini. Dengan kamu mengatakan sejak awal bahwa kamu tidak bisa membantu, ini akan membuat dia lebih mengerti. Salinglah kenal. Kenal kisah dan masalah masing-masing. Bukankah dengan kamu berharap dia tidak datang saat butuh pertolongan saja, berarti kamu ingin bertemannya dengan baik? Maka lakukanlah.

Bila dia meminta pertolongan hanya padamu lagi dan lagi

Bisa saja: menurut dia hanya kamulah yang bisa diandalkan. Dia pernah meminta tolong padamu dan kamu menolongnya, membuat dia merasa bisa meminta tolong padamu lagi. Mungkin dia hanya memiliki satu teman yang sepertimu. Mungkin, hanya kamu yang tahu semua rahasia dan masalahnya, jadi dia percaya karena kamu tidak pernah membeberkan rahasianya pada siapapun.

cara menghadapi teman yang datang saat butuh

Solusi untukmu: buatlah sebuah perjanjian. Bila yang dipinjam adalah uang, tanyakan padanya kapan dia bisa mengembalikan. Biasakan seperti ini, agar dia tidak manja padamu. Bila dia ingkar, coba teliti dulu alasan yang dia berikan masuk akal atau tidak. Bila dia mengingkari perjanjian hanya karena keegoisannya dan seenaknya saja dia mengecewakanmu, kamu pasti tahu bagaimana selanjutnya cara menghadapi teman seperti ini.

Dia benarbenar hanya memanfaatkanmu

Tidak cuma datang di saat meminta pertolongan, dia pun tidak peduli akan perasaan dan kondisimu. Yang semacam ini, sifat terbiasa bergantung pada orang lain sudah menjamur darah dagingnya. Terparah adalah bila dia selalu meminta pertolongan untuk masalah yang sama. Seakan tidak belajar dari masalah, seakan baginya, aman-aman saja asal kamu yang baik hati selalu bersedia membantunya.

Solusi untukmu: bila kamu benar-benar lelah selalu dimanfaatkan, maka pergilah. Hindari dia dan berkata tegas padanya, kamu tidak bisa lagi membantunya. Tetapi, bila kamu merasa masih bisa membantu memperbaiki sifatnya maka nasehatilah. Tentu tidak akan mudah menasehati apalagi kepada seseorang yang tidak minta dinasehati. Sabarlah. Coba ceritakan bagaimana sudut pandangmu sebagai teman yang merasa dimanfaatkan. Bila perlu, cari solusi bersama-sama agar dia tidak lagi membiasakan sikap buruknya itu.

Bisa kamu katakan padanya, bahwa kamu tidak ingin lebih banyak orang membencinya. Katakan padanya kamu juga tidak selalu bisa membantu dan kamu pun mempunyai masalah yang selama ini dia tidak pernah peduli apa itu. Ingatkan padanya, jangan terlalu menggantungkan diri pada orang lain. Karena bila suatu saat seorang itu tidak lagi ada, dirinya akan sangat kesusahan.

Ingat, katakan semuanya demi menyentuh hati dan membuka pikirannya. Bukan menggurui, memarahi apalagi sampai melakukan hal yang akan memperparah keadaan, seperti menyebar aibnya ke media sosial. Temani teman seperti ini. Bersabar, yakinlah dia pasti akan berubah dan menjadi teman terbaik untukmu. Selamat mendapat teman ‘baru’ yang baik, ya.

To Top