Life

Menjadi Single Parent adalah Sebuah Pilihan

Tidak ada wanita yang memilih bahkan menginginkan menjadi single parent. Kalau bukan karena kondisi atau keadaan yang memang harus dihadapi, semua wanita pasti ingin dikasihi dan dinafkahi seperti idealnya menjadi ibu rumah tangga. Kondisi single parent sendiri bisa dialami wanita manapun. Menjadi single parent bisa dikarenakan perceraian, pasangan meninggal dunia bahkan ada pula yang pasangannya pergi tidak jelas dan tidak bertanggung jawab.

Menjadi single parent memang tidak mudah. Selain harus berperan sebagai kepala keluarga, wanita yang single parent juga memerlukan banyak waktu, tenaga bahkan hingga berkorban perasaannya untuk tetap melanjutkan kehidupan di lingkungan sosial. Jika memang bukan wanita karir dengan penghasilan yang cukup, single parent sendiri akan menimbulkan banyak masalah dikehidupan sehari-hari. Terutama masalah finansial untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Masalah finansial akan menjadi permasalahan utama untuk single parent dikarenakan mereka harus membanting tulang sendiri tanpa bantuan suami. Kebutuhan yang semestinya dicukupi atau dibantu oleh suami, kini wanita yang single parent harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik untuk anak-anaknya maupun untuk diri sendiri. Apalagi jika anaknya masih dalam masa pendidikan dan memerlukan biaya yang cukup banyak.

Perekonomian yang rendah tidak hanya menyebabkan wanita harus bekerja keras, namun wanita juga beresiko stress lebih tinggi karena memikirkan serta berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena ada beberapa wanita yang sudah bekerja keras namun kebutuhannya pun belum tercukupi. Kemudian, jalan yang ditempuh adalah meminjam uang dan sebisa mungkin mempertahankan hidupnya.

Jeritan wanita single parent bukan hanya berhenti pada masalah finansial saja. Namun, dikehidupan sosial juga akan menimbulkan suatu kesedihan tersendiri bagi sebagian wanita. Semisal dalam hal kecil saja, jika ada pasangan suami istri yang pergi ke kondangan bersama tentunya wanita single parent akan merasa ada yang kurang. Entah perasaan sedih maupun kehilangan, namanya wanita tidak akan lepas dengan sebuah perasaan. Meskipun begitu, sebagian wanita single parent tetap bertahan dan tidak tergesa-gesa untuk mencari penggantinya.

Selanjutnya, jeritan wanita single parent lainnya yaitu masalah mendidik anak. Pada dasarnya memang anak membutuhkan dua sosok yang berbeda yaitu ketegasan dari seorang bapak dan diimbangi dengan kelembutan seorang ibu. Akan tetapi, jika dalam keadaan single parent, mau tidak mau seorang ibu harus berperan menjadi keduanya. Ibu harus pandai mengolah emosi dan perasaan untuk menyeimbangkannya dalam mendidik anak. Nantinya, hasil didikan itulah yang akan membentuk karakter anak sendiri.

Alangkah repotnya menjadi single parent. Jika dikatakan single parent adalah nasib, pada dasarnya itu tidak benar. Karena, menjadi single parent adalah sebuah pilihan. Wanita yang ditinggal suaminya, baik karena perceraian maupun karena suaminya meninggal dunia, mereka bisa saja menikah lagi. Kemudian, hidup mereka kembali terjamin dengan pasangan yang baru. Namun, kembali lagi pada pilihan masing-masing wanita, apakah mereka akan meneruskan kehidupan tanpa pasangan ataupun dengan pasangan baru. Betapa tangguhnya seorang wanita yang memilih menjadi single parent. Dibalik jeritan hatinya yang mendalam mereka berusaha keras mempertahankan hidup, mendidik anak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi wanita, sebaiknya Anda berpikir panjang untuk sebuah keputusan tersebut. Pastikan kembali bahwa Anda mampu atau tidak mampu menjadi single parent. Karena, bukan hanya soal kecukupan secara finansial, namun pemenuhan kebahagiaan yang pasti juga menjadi penunjang dalam kehidupan yang akan berjalan nantinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top