Life

Merasa punya luka batin? Cek 6 tanda kamu mulai pulih!

cara menyembuhkan luka batin

Luka batin atau inner child biasanya akan muncul ketika kamu dewasa. Misalnya ketika kecil kamu sering dibanding-bandingkan. Hal tersebut bisa membuatmu merasa minder atau bahkan ingin selalu mengalahkan orang lain. 

Namun, luka batin ini tidak dialami semua orang. Dengan kata lain, ada anak yang masa kecilnya biasa-biasa saja. Dia bahagia dan tidak mengalami tekanan. Jadi bagi kamu yang tidak merasa apa-apa sebaiknya jangan mencari-cari luka batin ya! 

Berbeda halnya dengan kamu yang tidak pernah merasa lega dalam menjalani hidup. Misalnya ketika kamu sedih, kamu teringat sesuatu. Meskipun kamu tidak mengerti jelas apa yang kamu rasakan, tetapi perasaanmu tidak lega. 

Alhasil, kamu perlu merenung dan melakukan self talk agar mampu memahami diri sendiri. “Oh ternyata ada luka di masa kecil yang masih sering muncul”. Seiring berjalannya waktu kamu akan paham dan mampu berdamai dengan luka masa kecilmu. 

Inilah tanda kamu sudah mulai pulih. 

Kamu tidak lagi menyangkal, melainkan kamu menerima bahwa itulah luka batin 

Dahulu mungkin kamu sering bertanya mengapa. Hal ini tentang perasaan apa yang kamu rasakan. Bahkan kamu sering tidak terima dan merasa baik-baik saja. Namun ketika perasaan itu kerap muncul kembali, tentu butuh analisis dalam dirimu. 

Alih-alih menyangkal, seiring berjalannya waktu kamu bisa menerimanya. Kamu akan mulai mengakui bahwa itulah luka batin. Akhirnya kamu mengizinkannya, tetapi jika mengganggu kamu harus segera mengatasinya. 

Akhir-akhir ini perbincangan mengenai mental dan luka batin kerap menaik. Itu tandanya orang dengan luka batin pun butuh penyembuhan. Namun dengan kamu sadar apa luka batinmu, hal itu sudah termasuk jalan sebentar lagi kamu pulih. 

Meskipun masih ingat rasa sakitnya, kamu bersyukur bisa bertahan hingga kini 

Ketika luka batin muncul, bisa saja kamu ingin sekali menyerah. Bahkan, tak jarang luka batin itulah yang selalu kamu salahkan, terutama ketika kamu gagal. Hal itu sangat wajar karena ketika gagal, kita cenderung memaki kesalahan diri. 

Namun sejatinya, luka masa kecil itulah yang menjadi penguatmu hingga kini. Terpuruk boleh, menyalahkan luka batin pun tak salah. Namun poin pentingnya kamu tidak boleh menyerah hanya karena luka batin. 

Nah ini yang menandakan kamu akan segera pulih. Ketika inner child muncul, kamu sudah terbiasa dan bersahabat. Bahkan luka seperti itu yang kamu jadikan pemicu untuk bangkit kembali. Alhasil, rasa syukur selalu dapat kamu miliki. Selamat telah berjuang hingga kini! 

Kamu tidak lagi berpikir untuk balas dendam 

bersyukur bisa membuatmu pulih dari luka batin

Inner child sering dikaitkan dengan kejadian tidak menyenangkan semasa kecil. Pasti ada tokoh-tokoh yang membuatmu merasa sedih dan terbawa hingga dewasa. Sebab, kejadian tersebut tidak lepas dari pikiranmu. Misalnya ketika kamu dipermalukan di depan kelas. 

Jika belum dapat menoleransi, inner child ini cenderung minta untuk dibalas. Padahal luka itu terjadi pada masa lalu. Sudah seharusnya luka itu sembuh seiring dengan pendewasaanmu.

Akan tetapi, berbeda halnya ketika kamu mulai sembuh. Rasa benci yang menggelora di dalam dada akan menghilang secara berkala. Kamu tidak lagi berniat untuk balas dendam. Sebab, hal yang lebih penting adalah menghadapi hari ini dengan penuh kedewasaan. 

Kamu mau memaafkan dan berbagi kisahmu 

memaafkan membantumu untuk pulih.
Kamu mulai pulih saat kamu bisa memaafkan.

Hey ketika inner child itu sedang muncul, rasanya ingin mengurung diri saja ya. Saat itu kamu merasa sendiri dan tidak satu pun orang yang mengerti perasaanmu. Alih-alih menceritakan kisah, kamu cenderung memarahi setiap orang yang hadir saat fase itu. 

Sementara itu, tanda kamu mulai pulih adalah sebaliknya. Kamu mulai bisa berbagi kisah dengan orang lain, terutama orang terdekatmu. Meskipun dia tidak cukup mengerti perasaanmu, setidaknya ada orang yang kamu izinkan untuk mendengar cerita. 

Lama kelamaan kamu pun dengan sendirinya menjadi seorang yang pemaaf. Kekecewaan di masa lalu tidak boleh ditularkan kepada orang lain. Hal inilah yang mendorong perilakumu semakin baik. Selain itu, kamu mudah memaafkan orang lain. 

Saat kamu berbagi kisah, luka batin itu tidak lagi menyakitkan 

curhat untuk membuatmu lega dengan luka batin.
Berbagi cerita dapat membuatmu lega.

Meskipun banyak orang curhat hanya ingin didengarkan, tetapi lebih banyak lagi yang ingin orang lain merasakan hal yang sama. Dahulu ketika luka itu masih kental, kamu enggan menceritakan kisahmu. Atau pilihan lainnya kamu ingin dikasihani. 

Sekarang tidak lagi. Bukankah kamu sudah lebih kuat? Buktinya ketika menceritakan kisahmu, kamu tidak lagi merasakan sakit. Bahkan kamu lebih lega ketika berbagi dengan orang lain. Sebab kamu sudah dapat mengambil pelajaran dan hikmahnya. 

Untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah. Namun ketika kamu sudah mau berbagi sedikit saja, lambat laun kamu pasti bisa kok. Tentu untuk berdamai dengan luka batinmu sendiri. 

Kegiatan positif berhasil mengalihkan luka batin kamu 

jadwal harian menyembuhkan inner child
Jadwal harian membuatmu lebih teratur.

Satu lagi, orang yang memiliki luka batin cenderung moody an. Maksudnya, ia melakukan sesuatu bergantung mood. Jika sekarang moodnya sedang tidak baik, dirinya seperti tidak mampu melakukan kegiatan produktif apa pun. 

Sebaliknya, ketika sedang semangat, banyak hal yang dilakukannya, lebih banyak dari yang biasanya. Hal ini wajar karena setiap luka itu sembuh, orang tersebut lebih kuat. Alhasil, ia balas dendam dengan melakukan kegiatan yang positif. 

Lantas sebenarnya apa yang melatarbelakangi hal ini? Emosi negatif yang muncul karena luka batin itu sangatlah wajar. Namun, karena sikapmu yang tidak mudah menyerah, kamu bisa menerimanya. 

Hal ini mendorong kamu untuk mengelola emosi tersebut. Kamu berusaha melakukan kegiatan-kegiatan positif yang membantumu mengalihkan emosi negatif itu. Tidak tanggung-tanggung, ketika kamu mulai terbiasa, kamu akan terus konsisten melakukannya. 

Bahkan untuk membantu berdamai dengan dirimu, jadwal kegiatan harian rutin kamu buat. Nah melalui kebiasaan positif itulah kamu akan pulih dengan sendirinya. 

Siapa pun yang mengalami luka pasti butuh waktu untuk sembuh. Bedanya, luka batin ini membutuhkan waktu lebih lama agar bisa pulih. Sebab, luka batin sifatnya tidak tampak secara fisik. Alhasil, cara penyembuhannya pun harus dilakukan secara psikis. 

Baca Juga : 3 Langkah Mudah Untuk Mencapai Aktualisasi Diri

Lama sembuhnya setiap orang juga berbeda, tergantung seberapa dalam luka tersebut. Namun, yang terpenting adalah usahamu untuk menyembuhkan luka itu. Stay positive ya

To Top