Life

6 Alasan Kamu Harus Berhenti Overthinking

berhenti overthinking

This post is also available in: English

6 Alasan Kamu Harus Berhenti Overthinking – Setiap orang memiliki prinsip-prinsip yang dijaga sejak dasar. Prinsip inilah yang menjadi pedoman dalam perkembangan hingga dewasa. Namun, sebagian orang masih terbelit dengan prinsip hidupnya. Bahkan, di antara kalangan tersebut justru terkesan overthinking dengan prinsip yang dibawa, khususnya dalam menyikapi perubahan lingkungan. 

Padahal, sebenarnya perubahan lingkungan merupakan hal yang biasa. Jangan sampai menganggap perubahan yang terjadi termasuk sesuatu yang berlebihan. Jika ditinjau, orang yang overthinking cenderung lebih berhati-hati dalam bertindak. Namun, hal ini dapat mematikan potensi yang ada dalam dirinya. Untuk itulah berhenti overthinking menjadi pilihan yang tepat sebagai solusi. 

Yuk Berhenti Overthinking 

“Haduh takut salah”, “Emm kalau gak selesai bagaimana ya?”, “Apa aku mampu? Gak tahu deh” Deretan tersebut sudah dapat dikatakan bahwa kamu orang yang overthinking. Dalam rangkaian kalimat itu terlihat seseorang yang cenderung takut untuk bertindak karena terlalu banyak berpikir. 

Overthinking dapat diartikan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Pikiran ini bisa saja terlalu memengaruhi diri hingga enggan untuk bertindak. Meskipun banyak yang mengartikan orang overthinking lebih berhati-hati dalam bertindak, orang ini malah cenderung tidak bertindak. Nah loh ternyata dampak jangka panjangnya tidak baik bukan? 

Sakit Kepala 

Ini bukan karena pusing, meriang, atau faktor lainnya. Sakit kepala menjadi dampak nyata dari seseorang yang terlalu overthinking. Hal ini disebabkan karena otak dipaksa untuk berpikir secara terus menerus. Ditambah lagi, pikiran yang ada dalam otak diulang-ulang dalam jangka waktu yang cukup panjang. 

Ini tidak mirip dengan mengulang materi agar cepat haafal ya. Melainkan mengulanh di sini sifatnya justru semakin menambah pikiran dengan mindset-mindset berlebihan. Alhasil, hal ini bisa menyebabkan sakit kepala. Sama seperti mengerjakan matematika. Ketika terus dipaksakan, dampaknya kepala bisa sakit lho! 

Semakin Sulit untuk Mengambil Keputusan 

Pernah merasakan situasi kamu sangat sulit dalam mengambil keputusan? Dalam situasi tersebut, pikiranmu sangat berat bukan? Sebenarnya hal ini disebabkan karena sikapmu sendiri. Maksudnya, kamu terlalu banyak berpikir hingga terus meninjau ulang keputusanmu. Padahal ketika telah memutuskan seharusnya kamu konsekuen dengan pilihan tersebut. 

Namun, orang overthinking sebagian besar terus meninjau ulang keputusan-keputusan yang akan diambilnya. Pekerjaanmu memang semakin sempurna, tetapi jangan terus membebani diri dengan pikiran yang berlebihan. Cobalah untuk berpikir secara sederhana dan carilah jalan keluar yang paling simpel. 

Kehilangan Kesempatan 

Pernyataan kesempatan tidak datang dua kali nampaknya sangat manjur untuk orang yang overthinking. Inilah alasan ketiga kamu harus berhenti overthinking. Kamu bisa kehilangan kesempatan akibat terlalu lama berpikir. Padahal selama kamu berpikir tersebut, bisa jadi peluang telah diambil oleh orang lain. Mereka yang lebih cepat bertindak mengambil peluangmu. 

Ketika terlalu fokus dengan pikiran, kamu cenderung mengabaikan hal lain di sekitar. Bahkan, bisa jadi saran dari teman terasa tidak manjur karena kamu telanjur berbelit dengan pikiranmu sendiri. Semestinya kamu lebih terbuka dan mau menerima masukan-masukan. Jangan terlalu lama dalam berpikir, segeralah untuk mengambil peluang tersebut. 

Menjadi Orang yang Pasif 

Bisa dibayangkan, di dunai ini dipenuhi dengan orang-orang yang aktif. Orang-orang aktif daan sukses inilah yang menguasai dunia. Jika dibandingkan, mungkin saja jumlahnya kurang dari manusia yang pasif. Nah, karena hal itulah, ini peluang kamu untuk meraih sukses lebih besar. Mulailah dengan menjadi orang yang aktif. 

Overthinking dapat menjadi pintu penghalang kamu menjadi orang yang aktif. Padahal sesuatu yang cepat sangat dibutuhkan untuk mengambil keputusan atau memecahkan masalah. Jika kamu hanya diam dan cenderung malas bertindak, kamu dapat digolongkan ke dalam orang yang pasif. Alhasil, peluangmu akan diambil oleh orang lain. 

Mengurangi Fokus 

Tak disangka, pikiran yang terlalu fokus karena overthinking justru mengurangi fokus loh. Mengurangi fokus ini diartikan pada hal lain yang sedang berada di depan mata. Misalnya saja ketika kamu telah menyiapkan segala sesuatu untuk menghadiri pesta. Saat hari H kamu terlalu overthinking dengan pikiran dan pendapat orang lain. 

Padahal ketika itu kamu akan menampilkan suatu bakatmu. Alhasil kamu menjadi tidak fokus dan malah memerhatikan mereka, bukan malah fokus terhadap apa yang sedang kamu jalankan. Jangan sampai overthinking ini membuat fokusmu menjadi hilang. Apalagi di momen penting yang membutuhkan konsentrasi, jaga fokusnya ya. 

Tidak Menikmati Hidup 

Hal ini sangat sering dirasakan oleh para remaja yang sedang mencari jati dirinya. Dapat dicirikan sebagian dari mereka yang overthinking merupakan bagian dari manusia kalong yang overthinking. Dalam artian, mereka terlalu berlebihan dalam berpikir hingga sulit untuk tidur. Hal inilah yang disebut sebagai orang yang tidak menikmati hidup. 

Mereka cenderung memikirkan kemungkinan buruk yang dapat terjadi di masa depan. Semestinya masukkanlah mindset positif dalam setiap kegiatanmu. Dengan begitu, seperti pepatah mengatakan bahwa aku adalah apa yang aku pikirkan. Dengan mengatur mindset tersebut, kamu akan baik-baik saja kok. 

Meskipun akan ada asam pahit kehidupan, dengan mindset positif kamu tetap enjoy menikmati hidup. Nikmatilah prosesmu karena hal itulah yang akan kamu kenang ketika kamu sukses kelak. 

Untuk kamu yang sedang berjuang, tetap semangat ya. Kini saatnya langkahmu melaju sesuai lintasan yang kamu punya. Dalam jalan tersebut, sebelum melangkah semestinya kamu berhenti overthinking. Alhasil, dalam perjalanan sukses, kamu akan menikmati prosesnya. Secara konsisten, hasil-hasil manis dapat kamu petik. 

To Top