Life

Puisi Terbaik Tentang Cinta, Guru, Ibu dan Anak

Puisi Terbaik Tentang Cinta, Guru, Ibu dan Anak

Puisi – pengertian Puisi Secara umum, pengertian puisi adalah suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair.

Kumpulan Puisi
Contoh Puisi

Puisi Cinta

Kumpulan Puisi tema Cinta. Cinta sejati layaknya sepasang merpati yang selalu terbang bersama hingga ia mati. Cinta sejati memang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata namun besarnya kekuatan cinta biasanya dapat menjadi suatu benteng kuat dan kokoh dalam suatu jalinan asmara.

Baca Juga : Kata Kata Bijak Cinta Romatis Menyentuh Hati

Selain itu cinta sejati itu juga muncul dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu yang dilewati bagi kedua pasangan secara bersama-sama baik dalam keadaan suka maupun duka.

Hanya Satu

Timbul niat dalam kalbumu;
terban hujan, ungkai badai
terendam karam
runtuh ripuk tamanmu rampak

Manusia kecil lintang pukang
lari terbang jatuh duduk
air naik tetap terus
tumbang bungkar pokok purba

Teriak riuh/redam terbelam
dalam gagap/gempita guruh
kilau kilat membelah gelap
Lidah api menjulang tinggi

Terapung naik jung bertudung
tempat berteduh nuh kekasihmu
bebas lepas lelang lapang
di tengah gelisah, swara sentosa

Bersemayam sempana di jemala gembala
juriat jelita bapaku iberahim
keturunan intan dua cahaya
pancaran putera berlainan bonda.

Kini kami bertikai pangkai
di antara dua, mana mutiara
jauhari ahli lalai menilai
lengah langsung melewat abad

Aduh, kekasihku
padaku semua tiada berguna
hanya satu kutunggu hasrat
merasa dikau dekat rapat
serupa musa di puncak tursina

Oleh : Asrul Sani

Puisi Ibu

Untuk Ibu

bu, jika mereka bertanya apakah aku takut mati?
Aku jawab “iya”
Tapi, ada yang membuatku lebih takut lagi
Adalah saat dimana ibu tak lagi bergerak
Adalah saat dimana ibu takkan kembali
Ibu takkan mempedulikan tangisanku lagi
Sekeras apapun itu
Bu, aku pernah bermimpi
Dalam mimpi aku mencari ibu
Namun tak kutemkan ibu dimanapun
Bahkan, aku pernah bermimpi lagi
Ibu terpejam, tanpa napas dan gerak
Aku menangis sejadi-jadinya
Dadaku sesak, dan peluhku berjatuhan
Mimpi yang telah mencekam malamku
Menyadarkanku akan ketakutan yang teramat sangat
Ibu, aku takut ibu mati
Aku takut ibu meninggalkanku selamanya

oleh : Fidela Fauziah


Terimakasih Ibu

Ibu…
Engkau selembut malaikat
Yang tlah menjelma menjadi sosok ibu
Yang bersedia melindungi anaknya
Dan mengepakkan sayap pelindungnya
Untuk anaknya tercinta…

Ia pun tak gentar…
Seberapa kuat lawannya
Seberapa hebat musuhnya
Namun untuk anaknya
Jiwa dan raganya rela ia korbankan

Prinsipnya ia kembangkan
Dengan kesetian
Sosok gagahnya berkata
Hidup matiku untuk mu wahai anakku!

Setiap kecil engkau slalu menyajikan
Makanan kecil dengan dongeng pilihan
Mataku terpejam menutupi dunia
Bilaku terjaga kau slalu disampingku
Saat aku terbangun wajah sinarmu menerangi duniaku

Ibu kehadiranmu adalah bahagiaku
Perpisahanmu adalah tangisku
Ketiadaanmu adalah piluku

Karna engkau ibu…
Laksamana embun kesejukan…
Tirai keindahan…
Penawar kesedihan…
Terimakasih ibu…

Oleh : Indah Sari

Puisi Guru

Guruku pelitaku

Guruku pelitaku
dihidup ku yang gelap gulita
kau pancarkan seribu cahaya
kau bagi2kan ilmu pda kami
kami yang tak tahu di arti

karnamu kami bisa menulis dan membaca
karnamu kami jadi tau beraneka macam ilmu

guru..
Kau adalah bah pelita
penerang dalam gulita
jasamu tiada tara..

Jika ku bisa kan ku petik bintang
sbagai tanda trimakasih ku
untukmu wahai guruku
kau lah pelita dalam hidup ku

Oleh : Rizki Alysa


Pengabdian

Sribu rintangan adalah cambuk perjuangan
Sejuta pengabdian bagai emas yang kita tanam
Sedih, suka adalah tangga, untuk kita sampai ke puncak kesuksesan
Menjadi sosok dengan satu kepribadian yang tak goyah oleh selembar surat keputusan

Pengabdian, waktu terus berjalan tak ada beda
Tanggal yang berlalu dan menjelang tak beri kepastian
Hanya tugas dan segudang kewajiban
Yang tak pernah beri hak atas segala pengorbanan

Gemuruh semangat kalian adalah cita
Yang kan mampu runtuhkan tingginya jurang pemisah dalam pendidikan
Karena smangat juang kalian tak kalah oleh selembar surat sakti dari yang berwenang
Tak da keraguan dan kebimbangan

Spanjang waktu, langkah kalian semerbak
Tak da pamrih, meski tahu tanggal satu yang tak pernah berpihak
Kalian bahkan tak pernah peduli, karena disetiap waktu ada harapan yang takan bisa terbalas oleh manusia
Namun yakin semua balas kan datang pada waktunya

Mari dengan bangga kita teriakan
Hidup pengabdian, hidup perjuangan
Agar rasa putus asa tak datang mendekat
Agar kejenuhan tak brani hinggap

Tak ada yang sia-sia
Pengorbanan kalian bagai para suhada
Doa kalian adalah wangi surga yang memanggil dan meminta
Mari syukuri karna kita adalah insan pilihan dan teladan, tuk mendidik generasi menjadi pejuang kehidupan

Oleh : Roosmilarsih

Puisi Anak

Anak merupakan harta berharga bagi setiap keluarga. Anak yang berbakti dan berguna merupakan harapan terbesar untuk kedua orang tuanya. Anak yang dilahirkan biasanya dibedakan menjadi dua identitas yaitu laki-laki dan perempuan.

Dunia Anak

Dunia Anak, Bukan Dunia Dewasa
Bukan Dunia Yang Penuh Tipu Muslihat
Bukan Dunia Yang Penuh Amarah
Bukan Dunia Yang Penuh Perilaku Setan

Dunia Anak, Bukan Dunia Dewasa
Dunia Yang Penuh Kepolosan
Dunia Yang Penuh Fantasi
Dunia Yang Penuh Kasih Sayang

Dunia Anak, Bukan Dunia Dewasa
Jangan Rasuki Dunia Anak Dengan Dunia Dewasa
Jangan Paksakan Dunia Anak Dengan Ego Dewasa
Jangan Lunturkan Dunia Anak Dengan Kekerasan
Jangan Hitamkan Dunia Anak Dengan Kebohongan

Dunia Anak Adalah Warna Dunia Dewasa Kelak
Bila Dunia Anak Terlumuri Dunia Dewasa Yang Kelabu
Bila Dunia Anak Terpapar Dunia Dewasa Yang Kejam
Bila Dunia Anak Ternodai Dunia Dewasa Yang Picik
Kelak Warna Dunianya Akan Terus Suram

Oleh : Widodo Judarwanto


Tangis Anak

Tangis Anak Bukan Sekedar Jeritan
Tangis Anak Adalah Ketidak Berdayaan Jiwa Mengungkapkan Dahaga
Adalah Ketidakmampuan Raga Menggapai Asa
Adalah Ketidakbisaan Tubuh Mengekspresikan Rasa

Tangis Anak Bukan Sekedar Kebisingan
Jangan Disikapi Kesal, Ketika Letih Mendera
Jangan Dianggap Beban, Ketika Peluh Bercucuran
Jangan Direspon Amarah, Ketika Emosi Melanda
Jangan Biarkan, Tangis Anak Adalah Saatnya Kelembutan Menyentuh Jiwanya

Tangis Anak Bukan Sekedar Keberisikan
Tangis Anak Adalah Kepolosan Yang Tidak Bisa Dipungkiri
Jangan Anggap Hanya Karena Bau Tangan
Jangan Anggap Hanya Biangnya Kecengengan
Jangan Anggap Hanya Karena Latihan Fisik Paru-Paru
Jangan Biarkan, Tangis Anak Adalah Waktunya Belaian Sayang Merambah Tubuhnya

Tangis Anak Bukan Sekedar Kegaduhan
Bila Tangis Anak Memekakkan Gendang Telinga
Segera Tunda Apapun Gerak Yang Kamu Lakukan
Segera Henti Apapun Nikmat Yang Kamu Alami
Segera Akhiri Apapun Kepentingan Duniawi Yang Kamu Tunaikan
Jangan Biarkan, Tangis Anak Adalah Waktunya Perhatian Segera Ditumpahkan

Tangis Anak Bukan Sekedar Lengkingan
Tangis Anak Adalah Kejujuran Alami Yang Tidak Bisa Dibohongi
Suara Itu Adalah Saatnya Dahaga Harus Dibasahi
Desahan Itu Adalah Waktunya Dekapan Hangat Diberikan
Teriakan Itu Adalah Saatnya Kenyamanan Harus Terpenuhi

Tangis Anak Adalah Hak Anak Yang Paling Sederhana
Bila Kamu Pungkiri,
Bagaimana Mungkin Kamu Bisa Memenuhi Hak Anak Lainnya

Oleh : Widodo Judarwanto

To Top