Life

Ras Humanoid Yang Menjadi Legenda

Sepanjang sejarah peradaban manusia, suku bangsa dan ras sedemikian beragam dan memiliki keunikan tersendiri. Masing-masing memiliki keistimewaan dan kebiasaan yang bisa jadi terdengar asing bagi yang lain. Kita biasa mengenal perbedaan suku dan ras hanya dari warna kulit, warna rambut dan mata, kepercayaan, adat istiadat, atau bentuk tubuh saja. Lalu bagaimana jika kita mendengar sebuah suku maupun ras yang memiliki kondisi fisik yang bisa dikatakan tidak lazim? Hingga detik inipun masih banyak suku di Indonesia dengan keunikan fisiknya dimana  mereka hidup tidak tersentuh alam modernisasi dan misterius,seperti misalnya suku Mantee di Aceh yang konon masih ada hingga saat ini. Atau misalnya suku Moro dan Berebere di Maluku, suku Dayak Punan Kaki Merah di Kalimantan dan Orang Pendek di Jambi yang saat ini telah melegenda. Lalu jika di Indonesia saja terdapat beberapa suku dan ras yang unik dan misterius, lalu bagaimana dengan negara lain? Berikut ini adalah 6 ras manusia yang menjadi legenda

Abarimon

Abarimon merupakan nama dari sebuah ras humanoid yang berasal dari Himalaya atau lebih tepatnya pada lembah Gunung Imaus. Tempat ini saat ini disebut sebagai pegunungan Himalaya. Ras ini memiliki bentuk fisik yang terbilang aneh karena bentuk kaki mereka yang tidak lazim, yaitu memiliki bentuk kaki yang terbalik. Namun walaupun bentuk kaki mereka seolah seperti cacat, mereka mampu berlari dengan sangat cepat. Upaya penangkapan mereka selalu menemui kegagalan karena mereka sangat liar. Legenda setempat menyatakan bahwa mereka hidup di daerah yang memiliki kualitas udara yang khusus, dimana jika dihirup dalam jangka waktu panjang, maka seseorang tidak akan mungkin bisa hidup melalui udara dari daerah atau tempat lain. Karena itu, penduduk disana tidak pernah meninggalkan daerah mereka, karena mereka tidak akan dapat bertahan dihup di tempat lain.

Abarimon disebutkan merupakan ras yang belum tersentuh peradaban dan tidak menggunakan busana. Namun mereka memiliki taktik jitu dalam memperdaya orang-orang yang akan menangkap mereka, yaitu dengan mengenakan topeng di belakang kepala mereka, sehingga seolah mereka layaknya manusia lain yang memiliki kaki normal. Sehingga orang yang akan menangkap mereka terkecoh mengira mereka bukan Abarimon.

Suku ini pertama kali diperkenalkan dalam buku Natural History (VII 11) yang ditulis oleh Pliny the Elder, lalu dari buku Attic Nights karya Aulus Gellius, yang merupakan buku yang memperbicangkan mengenai grammar, filosofi, sejarah, antiquarisme, dan lain sebagainya.

Ras Abarimon ini dikabarkan sangat mirip karakteristik fisiknya dengan makhluk mitologi Ciguapa dari Dominika.

Abatwa

Ras ini mengemuka pada masyarakat Zulu dan menjadi salah satu makhluk mitologi mereka. Abatwa digambarkan memiliki tubuh yang sangat mungil kira-kira 5 milimeter saja, mirip kurcaci sehingga mereka mampu menyembunyikan diri diantara rerumputan dan bahkan mampu mengendarai semut. Ras ini hidup nomaden, berpindah-pindah tempat dalam upaya perburuan.

Tatkala pergi berburu secara berkelompok, mereka mengendarai seekor kuda. Seekor kuda untuk keseluruhan anggota kelompok dan mereka duduk berderet pada leher hingga bagian ekor kuda. Jika mereka gagal memperoleh mangsa saat berburu, maka mereka akan membunuh dan menyantap kuda yang mereka tunggangi. Jika kebetulan ada orang yang secara tidak sengaja menginjak makhluk ini, maka pembalasan dengan pelontaran panah yang sudah diberi racun hebat akan menanti kamu.

Anthropophagi

Oleh masyarakat Yunani, Anthropophagi yang kerap kali disebut dengan Anthropopagus merupakan ras mitologis dan digambarkan sebagai masyarakat kanibal yang pertama kali diungkapkan oleh Herodotus dalam sebuah buku Histories as Androphagi (sejarah para kanibal).

Penulis terkemuka William Shakespeare juga pernah menyinggung soal ras ini dalam karyanya The Merry Wives of Windsor (1602) serta Othello (1605) yang didasarkan pada cerita rakyat dan mitologi Inggris. Hal ini yang membuat dalam budaya populer makhluk ini digambarkan tidak memiliki kepala namun memiliki wajah yang menempel pada batang tubuh mereka. Namun dinyatakan bahwa ini tafsiran yang digambarkan Shakespeare yang mengacu pada makhluk mitologi lain bernama Blemmy. Blemmy berbeda dengan Anthropophagi.

Basajaun

Basajaun adalah ras mitologi yang berasal dari suku bangsa Basque. Mereka merupakan ras humanoid kuno yang memiliki tubuh besar dan tegap serta berbulu dan dianggap sebagai kontributor dalam pembangunan kebudayaan Megalith atau kebudayaan batu besar. Basajun yang memiliki arti : penguasa hutan, mendiami wilayah pegunungan Pyrenees Basque yang berada di bagian utara Spanyol dan Prancis Selatan. Konon mereka terampil dalam ilmu sihir serta memiliki tubuh setinggi 2 hingga 3 meter. Mereka berambut gelap kemerahan yang panjang hingga mencapai lutut. Suku bangsa ini merupakan pelindung ternak, dan jika sesuatu terjadi dan ternak dalam bahaya, mereka akan berteriak memberi peringatan pada para gembala. Mereka juga yang akan mencegah serigala mengganggu atau memangsa ternak. Legenda Basqus juga penyebutkan bahwa suku bangsa inilah yang pertama kali mulai melakukan cocok tanam, budidaya hewan serta beternak di muka bumi ini.

Ebu Gogo

Yang satu ini datang dari negara kita, Indonesia. Ebu Gogo merupakan makhluk hidup yang sangat menyerupai manusia yang datang dari mitologi masyarakat di Flores. Makhluk ini serupa dengan Leprechaun atau Elf. Ebu Gogo yang berarti pemakan segala digambarkan sebagai makhluk humanoid yang tidak terlalu tinggi, dimana tinggi tubuh mereka hanya sekitar 1 meter saja. Tubuh mereka tertutup bulu, memiliki gaya berjalan yang canggung serta berbicara layaknya bergumam. Dikatakan mereka kerap membeo segala ucapan penduduk lokal dan memakan segalanya mentah-mentah mulai dari butiran padi hingga seekor anak anjing atau babi.

Fomorian

Makhluk yang berasal dari mitologi Irlandia ini dianggap merupakan ras setengah manusia dan setengah dewa dan mereka mendiami wilayah Irlandia pada masa lalu. Mereka diyakini sebagai makhluk yang mendahuli para dewa mirip dengan eksistensi pada Titan pada masa Yunani kuno. Dikatakan pula bahwa mereka adalah perwujudan dari dewa kekacauan serta alam liar. Mereka adalah perwujudan dari dewa bagi populasi Pre-Goidelic di wilayah Irlandia. Berdasar pada Etimologi bahasa Irlandia, Fomorian dalam bahasa Irlandia kuno disebut Fo Moire sedangkan dalam bahasa Irlandia modern disebut Faoi Muire yang berarti berasal dari samudera. Oleh karena itu kaum bajak laut di Irlandia menggunakan label Fomorians.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top