Life

Say No to ‘Wacana’!

Say No to 'Wacana'!

Kita pasti sering mengalami gagal pergi jalan-jalan, atau istilahnya cuma wacana. Padahal kita sudah merencanakannya jauh-jauh hari. Kegagalan tersebut terkadang karena hal-hal yang sepele seperti sudah tidak mood. Atau alasan yang cukup bisa diterima seperti kesibukan yang datang tiba-tiba. Wajar saja bila kita merasa kesal dengan keadaan tersebut. Dan lucunya, sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya atau tidak direncanakan dengan matang malah berjalan dengan lancar. Lalu bagaimana agar jalan-jalanmu tidak berujung pada wacana? Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba:

  • Carilah waktu yang sekiranya sebagian besar orang bisa ikut alias tidak ada kesibukan. Buatlah perjanjian di awal agar mengutamakan kegiatan jalan-jalan ini, bila ada yang melanggar kenakan sanksi. Sanksi bisa berupa denda atau sesuai kesepakatan bersama. Hal ini juga dapat melatih rasa tanggung jawab, komitmen, rela berkorban, dan manajemen waktu dari setiap orang.
  • Dalam merencanakan kegiatan jalan-jalan, jangan terlalu lama, berbelit-belit, dan berharap muluk. Tentukan dengan cepat dan tepat. Terlalu lama merencanakan hanya akan berujung pada wacana.
  • Tunjuk salah satu orang sebagai penanggung jawab yang bertugas memastikan kegiatan terlaksana. Jika si penanggung jawab mangkir, kamu bisa menjadi relawan untuk menggantikannya, Memang terkesan tidak adil, namun harus ada yang rela berkorban agar kegiatan tetap bisa berjalan.
  • Hilangkan prinsip “semua orang harus ikut”. Utamakanlah orang-orang yang memang benar-benar bisa ikut. Mereka ini sudah berusaha meluangkan waktunya. Bukan bermaksud tidak setia kawan. Namun hal yang perlu diingat, ajaklah semua orang tetapi tidak harus semua orang bisa ikutan, setidaknya kamu sudah mengajak mereka. Jadi itu masalah mereka bila mereka tidak bisa ikut. Kalau masih menggunakan prinsip “semua orang harus ikut”, rencana jalan-jalanmu dijamin tidak akan berjalan.
  • Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jalan-jalan yang spontan justru yang berhasil. Dengan spontanitas seperti itu akan terlihat siapa orang yang benar-benar niat untuk jalan-jalan dan mana orang yang banyak alasan. Selain itu, siapa tahu orang yang sering banyak alasan menjadi merasa menyesal dan berusaha meluangkan waktunya untuk ikut di perjalanan selanjutnya.
  • Jangan ngaret alias telat! Inilah yang menjadi kebiasaan buruk orang Indonesia. Hilangkanlah kebiasaan itu. Telat tidak hanya merugikan orang lain (merusak mood orang lain) tetapi juga diri sendiri. Kita akan melewatkan momen-momen bagus yang sebenarnya bisa kita peroleh jika tidak telat.
  •  Sebelum pergi jalan-jalan, siapkan kondisi fisikmu dan kondisi kendaraanmu. Kondisi fisik dan kondisi kendaraan yang tidak hanya menghambat dirimu sendiri, tetapi juga menyusahkan orang lain.
  • Pantang pulang sebelum sampai tempat tujuan. Dalam perjalanan terkadang bisa saja terjadi suatu hal yang tidak diinginkan seperti ban pecah dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Jika kamu seorang petualang sejati, kendala-kendala tersebut seharusnya tidak menyurutkan langkahmu untuk mencapai tempat tujuan, kecuali kendala tersebut terlampau berisiko.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu gunakan. Niat memang harus segera dilakukan, karena jika tidak segera dilakukan akan ada setan-setan pengganggu. Selamat jalan-jalan! Say no to wacana!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top