Life

Selingkuh Emosional Ternyata Sangat Berbahaya!

selingkuh emosional

Pernahkan Anda merasa seorang teman terasa sangat spesial dan lebih utama dibanding pasangan Anda sendiri? Hati-hati, bisa saja itu adalah selingkuh emosional atau emotional cheating. Dalam selingkuh emosional, Anda akan memikirkannya setiap hari dan bahkan menggantikan posisi pasangan Anda.

Perselingkuhan tidak selalu melibatkan kontak fisik. Perselingkuhan dapat terjadi karena adanya kedekatan emosional hingga menimbulkan rasa sayang seperti pada pasangan Anda. Kebanyakan dari para pelaku tidak mengetahui bahwa mereka telah melakukan perselingkuhan emosional atas tindakan kalian. Bahkan sebenarnya mereka tahu cara membedakan orang spesial dengan rekan kerja biasa.

Perselingkuhan emosional sulit diketahui karena tidak melibatkan fisik. Mengapa selingkuh emosional dapat terasa menyakitkan? Lalu, bagaimana langkah untuk mengakhirinya jika sudah terlanjur terlibat? Yuk, kita simak artikel di bawah ini!

Mengapa Selingkuh Emosional Lebih Buruk?

Dikutip dari Cosmopolitan, berikut adalah alasan mengapa selingkuh emosional lebih buruk dibandingkan selingkuh secara fisik.

1.Perasaan Romansa Akan Terlibat

Dengan terlibat dengan perasaan romantis yang mendalam, artinya orang tersebut akan memiliki jarak antara pasangan aslinya. Artinya secara tidak langsung mereka akan berubah terhadap pasangan sendiri. Prioritas untuk bertemu dengan selingkuhan akan jauh lebih penting dibandingkan pasangan sendiri.

2. Akan Lebih Sulit Dideteksi

Ketika seseorang berada dalam suatu perselingkuhan emosional, mereka cenderung akan sulit dideteksi. Seseorang berselingkuh secara fisik mungkin saja akan meninggalkan jejak bermesraan di ponsel. Sedangkan, orang yang terlibat dalam perselingkuhan emosional tidak sampai seperti itu. Mereka akan terlihat seperti rekan biasa.

3. Akan Terasa Lebih Menyakitkan

Saat berada dalam perselingkuhan ini, Anda bisa merasa bahwa perasaan Anda hanya akan terpendam. Karena hal itu, maka akan terasa menyakitkan. Seperti perasaan yang tak terbalas karena Anda memiliki kekasih. Selain itu, Anda akan merasa patah hati karena merasa memiliki perasaan yang rapuh.

4. Ragu Terhadap Pilihan

Ketika selingkuh, maka Anda akan merasakan ragu terhadap diri sendiri. Saat sadar bahwa Anda tidak menyukainya, tetapi ternyata salah besar. Anda akan bertanya-tanya, apakah perasaan ini benar untuknya? Apakah aku harus kembali padanya?

Bagaimana Cara Keluar dari Lingkaran Perselingkuh Emosional?

1. Membedakan Romansa dari Cinta

Pertama, jernihkanlah pikiranmu, dan mulailah bertanya pada dirimu sendiri. Apakah benar cinta pada rekan kita sama seperti cinta kepada pasangan? Inilah yang harus kita pahami dan bedakan antara cinta manusia dengan cinta romantis.

Dalam melakukan cinta romantis, kita hanya memikirkan hubungan kita dengan rekan. Berbeda ketika kita mencintai pasanganmu, kita pasti akan berpikir tentang tanggung jawab dan rasa hormat yang perlu dipertahankan.

2. Putuskanlah!

Jika ingin berhenti berselingkuh, putuskanlah perselingkuhan emosional Anda. Lebih cepat, lebih baik ketimbang berlarut-larut. Sampaikanlah permintaan itu dengan berbicara padanya. Tegaskan bahwa Anda memilih pasangan Anda. Beranikan diri sebelum risiko yang terjadi semakin besar. Nyatakan bahwa Anda menyimpan perasaan padanya, tetapi ia tidak ingin hubungan itu lebih jauh karena Anda tidak ingin menyakiti hati seseorang.

3. Bertanggung Jawab dengan Perbuatanmu

Untuk dapat lepas dari selingkuh emosional akan jauh lebih sulit dan lebih lama. Saat memutuskan untuk komitmen kembali pada pasanganmu, cobalah untuk memahami bahwa keintiman yang didapat dari perselingkuhan hanyalah fana. Anda bisa membayangkan menghabiskan sisa hidup bersama dengan selingkuhanmu.

Untuk itu mulailah bertanggung jawab untuk menghadapi perbuatanmu dengan mengakhiri perselingkuhan. Jujurlah kepada pasanganmu tentang perselingkuhanmu, mintalah bantuan padanya. Jika ia merasa marah dan dikhianati, biarkan saja sejenak. Buktikan diri bahwa Anda pantas bersamanya.

4. Cobalah untuk Merefleksikan Diri

Ketika sudah berhasil mengakhirinya, cobalah untuk tetap merefleksikan diri. Pada saat itu tiba, Anda akan merasa kesepian yang mendalam. Anda akan merasakan kehilangan yang sangat besar. Ketidakhadirannya membuat merasa sakit hati. Bersedih merupakan hal yang wajar, tetapi Fokuslah terhadap dirimu sendiri dan pasanganmu.

Dengan itu Anda memang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dengan memahami perasaan yang jujur. Bersiaplah untuk merasa marah dan sedih. Bicarakan dan jujurlah ketika Anda memang menyimpan perasaan padanya, tetapi tidak dapat terlibat lebih jauh. Dalam kasus ini, perasaan bersalah akan menyelimuti kita.

5. Kelilingi Diri Dengan Orang yang Disayangi

Mengelilingi dengan orang-orang yang disayang dan dipercaya dapat membuat Anda lebih mudah melangkah lebih jauh. Bermain bersama teman, hingga menghabiskan waktu bersama pasangan akan terasa membuat Anda cepat melupakannya. Teman merupakan pilihan yang tepat untuk membendung rasa berkabung.

5. Obati Kecanduan

Meski sudah lepas dari selingkuh emosional hal itu tidak membuat Anda akan lepas dari kecanduan untuk berselingkuh lagi. Atau bisa saja Anda akan tergoda untuk menghubunginya lagi. Mintalah bantuan kepada orang lain dalam mengobati kecanduan, atau rasa terbayang-bayang ingin kembali padanya. Anda bisa meminta bantuan profesional jika memang dibutuhkan.

To Top