Life

Sia-siakah Menjadi Ibu Rumah Tangga dengan Gelar Sarjana?

Jika Anda adalah seorang wanita dengan gelar sarjana tapi memilih untuk bekerja di rumah dan mengurus rumah tangga, tentunya Anda sudah sering sekali mendengar berbagai macam komentar nyinyir tentang profesi pilihan Anda tersebut dari orang-orang sekeliling Anda. Hal ini tak jarang membuat para ibu mempertanyakan sia-siakah menjadi ibu rumah tangga dengan gelar sarjana? Well, jika Anda berada disituasi seperti ini jangan minder apalagi baper hanya karena komentar nyinyir orang yang tidak mengenal Anda sama sekali dan beberapa jawaban jitu berikut bisa Anda berikan untuk membalas komentar nyinyir tersebut dan membuktikan bahwa gelar sarjana yang Anda dapatkan sama sekali tidak sia-sia.

Kamu nggak kerja ya? Di rumah aja ya ngurus anak?

Siapa bilang saya nggak kerja? Saya kerja kok, ngurus anak juga merupakan pekerjaan kan? Nyuci baju, nyetrika, beres-beres rumah juga kerja. Cuma, gaji yang saya dapatkan tak hanya berupa uang seperti kamu yang hanya dapat gaji dan tunjangan dari perusahaan tempat kamu bekerja tapi juga merupakan ucapan terima kasih dan kasih sayang dari suami dan anak-anak saya. Kamu dapat ucapan terima kasih nggak dari bosmu?

Orang tua sudah bayar mahal-mahal untuk biaya kuliah tapi akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga?

Lha orang tua saya aja nggak protes kok, kok kamu yang protes sih. Menjadi ibu rumah tangga itu tugas mulia lho, dari mana anak-anak saya belajar tentang menjadi orang yang baik kalau bukan dari saya ibunya?

Dengan gelar sarjanamu, nggak pengen apa ikutan kerja juga?

Enakkan juga di rumah, jadwal semua saya yang tentuin, saya yang jadi bosnya, anak-anak bahkan suami kadang nurut sama saya. Untuk apa saya kerja untuk orang diperintah-perintah kalau di rumah saya yang bisa perintah-perintah bahkan saya bisa meminta suami untuk bekerja lebih giat agar saya bisa belanja juga lho.

Nggak sayang ya dengan ijazah mu?

Ijazah itu bentuknya apa sih? Kertas kan? Menurut saya ada yang lebih berharga dari sekedar selembar kerta ijazah yaitu ilmu yang saya dapatkan ketika duduk di bangku kuliah. Ilmu itulah yang akan saya manfaatkan untuk mengatur rumah tangga saja, untuk mendidik anak-anak saya agar menjadi orang yang lebih berguna.

Masa kamu nggak ingin bantu suami cari uang?

Kalau cuma untuk sekedar cari uang sih jaman sekarang gampang. Saya pinter masak, jualan aja secara online. Saya menguasai beberapa bahasa asing, saya bisa bekerja jadi penterjemah dari rumah. Saya juga bisa menjahit, terima jahitan di rumah juga bisa menghasilkan uang. Saat ini banyak pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah sambil mengurus anak dan suami.

Kamu itu investasi orang tuamu lho, gini sih ngenakin suami aja, nggak kasihan sama orang tuamu?

Wuah, kasihan sekali kamu dijadikan investasi oleh orang tuamu? Karena menurut orang tua saya, anak itu adalah amanah dari Tuhan jadi harus dirawat sebaik-baiknya tanpa perlu mengharapkan imbalan apapun kecuali imbalan langsung dari Yang Maha Pencipta karena sudah merawat amanahnya dengan baik. Orang tua saya justru bahagia karena saya bisa mengikuti jejak mereka merawat amanah dari Tuhan langsung dengan tangan saya sendiri.

Masih ada pertanyaan lain? Well, jika kamu memang memiliki gelar sarjana jangan baper apalagi emosi ketika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan seperti di atas. Manfaatkan gelar sarjana dan otak cerdasmu untuk menjawab komentar nyinyir dengan jawaban yang lebih cerdas. Tetap semangat untuk menjadi ibu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top