Life

Sopan Santun Tertelan Perkembangan Zaman

Zaman boleh saja berkembang. Kecanggihan teknologi bisa saja kita pelajari dan kita rasakan manfaatnya. Meskipun demikian, seharusnya kita tidak boleh melupakan kaidah-kaidah hidup dalam lingkungan sosial. Selain itu, budaya harus tetap kita jaga, jangan sampai gara-gara perkembangan teknologi kita berpaling dengan budaya sendiri. Ketika suatu kebudayaan yang bernilai harganya di klaim pihak lain kita baru bertindak. Dalam kehidupan sosial terdapat suatu budaya yang erat kaitannya dengan etika yaitu sopan santun. Seperti halnya orang jawa, sopan santun terhadap orang yang lebih tua kepada lainnya memiliki porsi dan aturan serta tata cara bersopan santun. Bahasa halus dalam bahasa jawa pun juga memiliki tingkatan tersendiri. Sopan santun masih diperlukan walaupun zaman sudah modern. Hal tersebut sangat berfungsi bagi diri kita sendiri, menunjukkan bahwa sejatinya kita hidup memiliki attitude yang baik dan rasa saling menghormati. Akan tetapi, beberapa kondisi memperlihatkan yang sebaliknya. Sopan santun sebagian anak muda hilang. Entah karena didikan dari orang tua yang kurang atau mungkin lingkungan yang juga mempengaruhi. Disuatu kesempatan dapat kita lihat sikap anak muda yang sopan santunnya tertelan oleh modernnya zaman;

Berbicara dengan Orangtua sembari Bermain Handphone

Pemandangan ini sangat sering kita lihat di sekitar kita. Mungkin kamu juga pernah melakukan hal ini bukan? Ketika diajak berbicara, setidaknya kita bisa menyimak atau mendengarkannya. Selain itu, kontak mata juga perlu untuk menunjukkan bahwa kita menyimak, menghormati dan berusaha memahami pembicara tersebut. Bukan hanya orang tua sendiri, hal tersebut masih sering dilakukan anak mudak di lingkungan dan kesempatan lain, misalnya ketika pelajaran di sekolah maupun kampus, rapat, pengajian dsb. Memang mendengarkan itu membosankan untuk sebagian orang. Akan tetapi, kita tidak boleh menghilangkan rasa sopan dan saling menghormati antar sesame apalagi kepada orang yang lebih tua.

Berbicara Kasar atau Dengan Nada Keras Ketika Sedang Telepon

Selanjutnya, masih berhubungan dengan handphone. Benar, jika handphone menjadi alat komunikasi yang sangat mempermudah kehidupan kita. Namun, hal tersebut tidak harus menjadikan kita orang yang seenaknya dalam berkomunikasi. Terkadang kita tidak tahu tempat dan kondisi, seenaknya tertawa kencang, marah-marah bahkan berkata kasar ketika sedang telepon di depan umum atau di tempat umum. Itu hak setiap orang, akan tetapi perlu diperhatikan lagi kaidah-kaidah dalam berkomunikasi supaya tidak mengganggu orang lain. Terutama anak muda yang biasanya susah ngontrol emosi baik marah maupun bahagia, mereka bisa saja berbicara lewat telephon dengan nada kencang.

Memakai Earphone ketika diajak Berbicara

Kemudian, hampir semua orang menyukai musik. Bahkan, mereka bisa menghabiskan waktu di manapun untuk mendengarkan musik. Lalu, bagi kalian yang suka mendengarkan musik dengan earphone juga harus memperhatikan situasi. Ketika sedang berhadapan dengan orang banyak, atau sedang berbincang sebaiknya melepaskan earphone yang dipakai. Hal tersebut bukan berarti melarang kalian untuk menikmati kesukaan mendengarkan musik atau ingin bersantai. Akan tetapi, biasanya jika di tempat umum misalnya, stasiun, beberapa orang akan saling berinteraksi. Bisa saja ada orang yang hanya bertanya, mengajak kita berbincang bahkan bercerita. Setidaknya kita menghormati dan menikmati interaksi sosial yang terjalin.

Sebagian kecil contoh di atas menyoroti beberapa hal dalam berkomunikasi langsung maupun tidak langsung. Sebenarnya, masih banyak sekali perubahan yang ada di sekitar kita. Kita bisa lihat satu persatu perubahan yang ada. Kemudian, menegur diri kita sendiri, mungkin kita yang melakukan kesalahan. Sopan santun sikap yang sangat diperlukan dalam berlangsungnya kehidupan sosial, alangkah lebih baiknya kita tetap menjaga sopan santun kita untuk sekarang dan seterusnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top