Life

Suara Sumbang di Sekitarmu, Sikapi dengan Cara ini

gossip

Betapa banyak yang tidak dapat kita mengerti dari dunia ini. Termasuk mereka, orang-orang yang kerap kali membicarakan dan senang mencari-cari kesalahanmu. Padahal kamu tidak seperti yang mereka bilang, bagimu mereka telah salah menilai. Hal seperti ini tanpa mereka sadari telah membuatmu terkucilkan. Terlalu sering diberi label buruk, kamu bisa saja terpengaruh menjadi buruk pula. Lingkungan yang membentuk jiwamu. Agar tidak separah itu, maka kamu hanya perlu memahami dan melakukan hal-hal di bawah.

Mereka Tidak Tahu Kamu Sebenarnya

Ya, mereka tidak pernah dekat denganmu, maka mereka hanya melihat apa yang tampak saja. Maka ada baiknya kamu bergabung saja dengan mereka, dekati. Biarkan mereka tahu sisi dalammu, sisi yang selama ini mereka tidak tahu. Mungkin tidak mudah, awalnya mungkin kamu tidak akan diterima. Tapi yakinlah usahamu ini akan berhasil, asal niatmu tulus dan tidak terlalu memaksakan untuk menjadi baik di mata mereka.

Yakin Pada Kelebihanmu

Mungkin mendekati mereka tidak berhasil. Sebelum semakin down rasa percaya dirimu karena “ditolak” oleh mereka, maka ingatlah lebih dulu apa kelebihanmu. Datanglah pada teman yang telah mengenalmu dengan baik. Bila itupun tidak ada, maka cukuplah tersenyum. Lihat diri yang begitu tegar dari senyummu itu. Ada sebuah senyum berasal dari hati yang tidak bisa berdusta.

Tunjukkan dengan Bakat dan Prestasi

Ini adalah cara terbaik untuk mementahkan pendapat buruk tentangmu. Setelah kamu tahu apa kelebihan dan passion-mu, kembangkanlah. Secara tidak langsung, beritahu mereka kamu juga pantas menjadi baik di mata mereka. Tunjukkan, pendapat mereka salah. Selain mereka bisa saja merubah pikiran, jati dirimu pun akan semakin terbentuk bila berhasil meraih sebuah prestasi. Ingat untuk selalu rendah hati. Jangan sampai kesombongan atas keberhasilan yang kamu raih membuatmu jadi bahan pembicaraan lagi.

Tutup Telinga

ada saatnya kamu boleh bersikap tidak peduli. Anggap saja tidak mendengar bila mereka mulai berkomentar. Tutup dua telingamu lebih mudah dilakukan daripada harus repot menutupi mulut-mulut mereka agar tidak berkomentar lagi. Biarkan semua berjalan sesuai peran masing-masing. Mereka adalah komentantor sejati, sedangkan kamu seorang yang sedang berusaha menjadi lebih baik dari mereka yang hanya bisa berkomentar.

Namun, menutup telinga rapat-rapat bukan berarti membuat nasihat tidak bisa masuk karena tidak ada celah. Kadang, kamu perlu belajar dari pendapat mereka. Pernah dengar mereka yang membencimu akan teliti terhadapa sekecil apapun kesalahanmu? Manfaatkan ini. Tutup telinga dengan maksud menyaring, mana yang pantas kamu dengar sebagai nasihat, mana yang hanya suara sumbang yang begitu tidak jelasnya mengapa bisa sedemikian terjadi terhadapmu.

Hindari Mereka

Tidak ada yang tahu kapan mood-mu akan terus baik. Bila sedang tidak baik, mendengar komentar negatif mereka akan membuatmu tersulut untuk “peduli” lagi. Sebisa mungkin hindarilah. Namun, jangan sampai membuatmu merasa tidak nyaman. Jangan sampai kepentinganmu terabaikan hanya karena ada mereka di sana. Sekadar tahu saja. Menutup diri pun lebih baik tidak. Bisa saja seiring jalannya waktu mereka berubah dan ingin berteman sungguhan denganmu. Jangan sampai kamu menolak niat baik mereka, jangan sampai kamu seperti mereka, men-judge orang lain secara setahunya saja.

Hanya fokus saja terhadap kelanjutan hidupmu sendiri. Teruslah berkembang tanpa merisaukan suara-suara sumbang di sekitarmu. Sampai kapanpun, suara sumbang memang tidak enak didengar, tidak bagus efeknya bagi siapapun. Kamu akan begitu lelah dan waktumu terbuang bila hanya terus mendengarnya. Finally, terus melangkah, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top