Life

Suka Menunda-nunda? Coba Teknik 5 Second Rule untuk Mengatasinya

5 second rule untuk mengatasi menunda-nunda

Mengatasi Menunda-nunda dengan Metode 5 Second Rule – Kalau mengenai punya rencana sih sudah ada, tetapi masalahnya dalam pelaksanaan rencana tersebutlah yang sering kali menjadi tidak sesuai harapan. Tak lain adalah karena kesulitan dalam memulai yang diakibatkan oleh kebiasaan menunda-nunda. 

Untuk itu, kamu harus segera mengatasi sifat menunda-nunda ini. Meskipun katanya “the power of kepepet” lebih nikmat, tetapi lebih baik kamu bergerak cepat bukan?

Yuk kenali terlebih dahulu alasan seseorang sering menunda-nunda

alasan seseorang sering menunda-nunda

Terlalu Perfeksionis 

Ada orang yang suka menunda karena suatu hal dianggap belum sesuai dengan standar yang ia inginkan. Hal tersebut membuat seseorang selalu merasa kurang puas. Alhasil jika pun sedang mengerjakan tugas, tugas tersebut kudang dapat selesai dengan cepat. Sebab, dirinya terlalu mengutamakan kesempurnaan hasil. 

Sebenarnya perfeksionis cukup baik jika ditempatkan pada situasi dan kondisi yang tepat. Misalnya saja ketika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan detail. Tentu saja orang yang perfeksionis akan mengerjakan hal tersebut dengan sangat baik. 

Namun jangan sampai terlalu perfeksionis ya. Hal tersebut malah membuat tugas kamu tidak selesai. Segeralah bekerja dan upayakan tenaga dan pikiranmu untuk hal lainnya. 

Pasif Agresif 

Orang bertipe pasif agresif ini cenderung sering merasa tidak enak untuk berkata “tidak”. Alhasil mereka bisa saja mengerjakan semua hal karena rasa tidak enakan tersebut. Namun, hal ini juga bisa membuat mereka terpaksa melakukan hal tersebut. Alhasil mereka sering menunda. 

Dalam kehidupan sering sekali kita temui orang seperti ini. Niatnya sih mau membantu karena tidak enak kalau menolak. Namun nyatanya pekerjaan tersebut tidak ia sukai sehingga bentuk bantuannya pun terkesan seadanya. 

Terlalu Optimis 

Waduh ternyata optimis memiliki dampak buruk ya? Nah benar sekali karena segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Terlalu optimis berarti seseorang yang mengerjakan sesuatu dengan memandang bahwa pekerjaan tersebut akan selalu baik-baik saja. Alhasil ia memiliki anggapan bahwa kapan pun tugas dikerjakan, hasilnya akan baik-baik saja. 

Nah fatal sekali jika terlalu optimis hingga membuatmu sering menunda-nunda. Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini? Bagaimana bisa menghilangkan karakter suka menunda-nunda?  

Ternyata ada teknik ampuh untuk mengatasi menunda-nunda lho! Teknik ini bernama 5 second rule.  

Mengenal 5 Second Rule sebagai Teknik Mengatasi Menunda-nunda 

Teknik 5 second rule atau aturan lima detik adalah metode yang diciptakan oleh Mel Robins untuk meningkatkan produktivitas.  

Ketika kamu memiliki keinginan, kamu harus segera bertindak dalam lima detik. Jika tidak, otak kita akan mengesampingkan bahkan melupakannya sama sekali. Nah hal inilah yang membuat kita malas dan menunda-nunda. 

Teknik peningkatan produktivitas ini dapat dilakukan dengan mudah. Coba perhatikan aturan lima detik. Ketika kamu ingin melakukan sesuatu, coba hitung mundur 5 hingga satu. Setelah hitungan habis, maka kamu harus langsung bertindak. 

Secara tidak langsung hal ini dapat mengelabuhi otak kita untuk segera melakukan tindakan demi mencapai tujuan. Dengan begitu, otak kita tidak lagi bekerja secara otomatis atau autopilot. 

Tips Menerapkan 5 Second Rule 

Tips Menerapkan 5 Second Rule

Bagi kamu yang masih baru dengan istilah ini, kamu pasti membutuhkan tips untuk menerapkan aturan yang sangat baik ini bukan? Penelitian sendiri menunjukkan teknik ini sangat ampuh untuk mengatasi menunda-nunda. 

Nah berikut ini tips untuk menerapkan 5 second rule. 

Pahami Dorongan/Insting yang Ada dalam Dirimu 

Teknik peningkatan produktivitas harus langsung dijalankan ketika kamu telah memiliki dorongan. Momen ini dapat kamu kenali setelah kamu menghitung mundur dari 5 sampai 1. 

Nah untuk mengetahui bagaimana insting dapat ditindaklanjuti, sebenarnya hal tersebut merupakan dorongan dari kita. Jika saat memiliki insting tetapi alasan menunda-nunda masih kuat, insting kitalah yang akan cenderung kalah. 

Untuk itu, ketika terdapat dorongan, segeralah mempraktikkan 5 second rule. Setelahnya kamu akan merasakan ada dorongan kuat untuk segera menyelesaikan pekerjaan. 

Mengatasi Menunda-nunda dengan Memaksa Diri 

Untuk bisa praktik 5 second rule, kamu harus memaksa dirimu. Tanpa paksaan, metode 5 second rule tidak akan bekerja. Hal ini karena insting yang kamu punya harus segera bekerja. Jika tidak kamu akan kehilangan dorongan dalam sekejap. 

Melawan sifat menunda-nunda memang sangat sulit. Memaksa diri keluar dari zona nyaman untuk segera bertindak pun sulit juga. Sebab secara alami, otak kita memang cenderung mengajak ke arah kemalasan. 

Untuk itu, kamu perlu mengontrol dengan benar penerapan metode 5 second rule kamu. Pertama sadarlah terlebih dahulu bahwa kamu harus segera bangkit. Paksa dirimu dengan menanamkan mindset bahwa orang lain telah berjalan jauh di depan kamu. 

Dengan begitu kamu harus terpicu untuk mengejar mereka. Nah kesadaran diri seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam penerapan 5 second rule. 

Rubahlah Hidupmu dalam Lima Detik 

Ketika kamu telah berani mengambil tindakan, hal ini akan sangat berguna untuk langkah selanjutnya. Meskipun pada awalnya kamu sangat malas, cobalah kelabuhi dirimu dengan metode ini. Ketika kamu telah berhasil sekali, kamu pun cenderung akan melihat pencapaianmu saat itu. 

karena hal itulah kamu bisa membuat self-accomplised untuk diri sendiri. setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, ingatlah pencapaian dan proses yang kamu lalui. percayalah kamu pasti bangga dalam posisi itu. 

Setelah berulang-ulang menerapkan, kamu akan terbiasa dengan sendirinya. Awalnya sangat berat tetapi setelah puas dengan hasil kerja berkat teknik 5 second rule untuk mengatasi menunda-nunda, kamu menjadi pribadi yang bersemangat. 

Nah hal inilah yang perlu kamu manfaatkan untuk mengubah hidupmu. dengan habit yang baik, kamu pasti akan sukses. sebab, tanpa kerja keras seseorang tidak mungkin sukses bukan? kerja keras pun diperoleh dari produktivitas yang baik. 

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top