Life

Tanaman Puring : Merawat dan Memperbanyak Puring

Tanaman Puring : Merawat dan Memperbanyak Puring

Apa yang dimaksud Puring atau tanaman hias Puring ?

Puring atau kroton (Codiaeum variegatum) adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Beragam kultivar telah dikembangkan dengan variasi warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya.

Seperti tanaman hias lain pada umumnya, penampilan puring yang cantik dan eksotik juga bisa rusak gara-gara serangan sejumlah hama dan penyakit.

Hama tanaman puring yang perlu diwaspadai antara lain semut dan kutu putih. Untuk membasminya, lanjut dia, diperlukan pengamatan yang teliti terhadap kondisi kesehatannya dan melakukan penyemprotan dengan pembasmi serangga.

Cara Merawat Tanaman Puring

Bagaimana cara merawat tanaman Puring ? Agar penampilan puring tetap menawan, beberapa syarat yang harus diperhatikan antara lain :

1. Syarat media tumbuh.

Media tumbuh yang baik harus mampu mengikat dan menyimpan air dan hara dengan baik, memiliki sistem sanitasi, aerasi dan drainase yang baik, sehingga tidak menjadi sumber penyakit dan bersifat tahan lama. Jangan sampai kondisi media tanam tersebut terlalu lembab.

Komposisi media tumbuh puring bisa terdiri atas tanah merah, humus daun, sekam bakar, pupuk kandang dan bambu.

2. Penyiraman.

Puring akan tumbuh baik bila kebutuhan air tercukupi. Penyiraman dilakukan satu kali sehari, pagi atau sore jika kondisi panas, atau dua hari sekali jika kondisi hujan, atau jangan disiram jika kondisi media masih basah. Kelebihan air bisa menyebabkan akar busuk yang ditandai dengan rontoknya daun-daun muda.

3. Pencahayaan.

Cahaya dianggap mampu membuat warna puring menjadi lebih cerah. Puring yang kurang cahaya warnanya akan memudar. Oleh karena itu, ada baiknya pemilik tanaman memenuhi kebutuhan tanaman ini akan cahaya matahari secukupnya. Bila puring dijadikan tanaman hias indoor, setiap sepekan sekali puring dikeluarkan agar kebutuhan akan panas atau cahaya matahari bisa tercukupi.

4. Pemupukan.

Pemupukan bisa dilakukan melalui akar atau daun, setiap tiga bulan sekali. Pemupukan melalui akar dengan cara disiram atau ditabur di atas media sedangkan pemupukan melalui daun dengan penyemprotan. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan jenis pupuk. Saat melakukan pemupukan, ada baiknya juga disertai dengan penggantian media tanam.

Tanaman Puring : Merawat dan Memperbanyak Puring
Tanaman Puring ( Codiaeum variegatum )

Budidaya Tanaman Puring

Puring bisa diperbanyak dengan mudah. Dari batang keras yang dimiliki, metode stek dan cangkok paling mudah dilakukan. Selain punya waktu yang relatif singkat hasil perbanyakan juga 100 % sama dengan indukan.

Tanaman hias dengan batang keras seperti halnya puring memang bisa tumbuh dengan mengandalkan penyerubukan alami. Namun butuh waktu cukup lama dan juga biji yang dihasilkan tidak bisa stabil kadang banyak dan sedikit. Dan yang utama hasil anakan dari biji punya kemungkinan besar tidak sama dengan indukan

Cara tercepat dan aman adalah perbanyakan dengan model cangkok maupun stek.

Cara kerja stek maupun cangkok sebenarnya adalah menumbuhkan akar sebagai serapan nutrisi pada bagian yang diinginkan. Metode ini hampir semua tanaman yang punya batang keras atau berkayu bisa melakukannya namun dengan karakter berbeda.

Sebagai tanaman berbatang keras, puring punya karakter berbeda dengan tanaman berkarakter batang lunak. Bila disejajarkan maka perbanyakan puring sama dengan tanaman yang sering kita lihat di sekitar kita yaitu seperti tanaman buah.

Metode Stek

Stek Puring
Stek Puring

Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.

1. Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.

2. Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.

3. Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap distek.

4. Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.

5. Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.

6. Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.

7. Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.

8. Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.

9. Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/ gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.

10. Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.

11. Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.

12. Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar

13. Tempatkan di tempat teduh.

Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas.

Cara stek ini punya kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih punya keberhasilan hingga 90 %. Jadi masih ada kemungkinan 10 % tidak berhasil.

Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat.

Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Cara Cangkok

Puring Cangkok
Metode Puring Cangkok

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar daripada model stek sebab akar dirangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.

1. Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek

2. Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.

3. Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.

4. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik

5. Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara

6. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering

7. Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.

8. Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.

Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top