Life

Tata Cara Puasa Dzulhijjah hingga Keutamannya

Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah adalah ibadah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan tersebut. Amalan puasa sunnah ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada hari di mana amal salih padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Lalu para sahabat bertanya, ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Nabi menjawab, ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya.”

Mengutip laman Nahdlatul Ulama, Rabu (29/6/2022), puasa Dzulhijjah dilaksanakan mulai tanggal satu hingga Sembilan Dzulhijjah. Khusus tanggal delapan disebut puasa Tarwiyah dan pada tanggal Sembilan dinamakan puasa Arafah.

Lihat Juga: 5 Keutamaan Bulan Rajab, Salah Satu Pertanda Bulan Ramadhan Semakin Dekat

Sementara durasinya, sama seperti puasa umumnya, yaitu mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bagi orang yang mempunyai utang puasa Ramadhan, boleh mengqadanya bersamaan dengan puasa sunnah Dzulhijjah. Sedangkan, niat puasa Dzulhijjah pada malam hari adalah:

Niat puasa dari tanggal 1-7 Dzulhijjah: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Lalu, niat puasa pada 8 Dzulhijjah atau hari Tarwiyyah: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Puasa sunnah Dzulhijjah memiliki beberapa keutamaan. Di antaranya, dilipatgandakan pahalanya. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)

Lihat Juga: Doa Akhir Tahun dan Doa Tahun Baru Islam 1 Muharram Yang Sering Dibaca Rasulullah SAW

Keutaman lainnya yaitu dihapuskan dosa-dosanya. Puasa pada tanggal 9 alias hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun.

Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Menurut mayoritas ulama, dosa yang dihapuskan pada puasa Arafah ialah dosa-dosa kecil. Keutamaan lainnya dari puasa sunnah ini adalah hari pembebasan dari siksaan neraka.

Disebutkan bahwa pada hari Arafah Allah lebih banyak membebaskan hamba-nya dari siksaan neraka ketimbang hari-hari lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 + 15 =

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top