Life

Tentang Bendera LGBT: Arti Warna-Sejarahnya

Tentang Bendera LGBT

Bendera pelangi merupakan salah satu simbol budaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Berikut beberapa hal tentang bendera LGBT, yang belakangan ramai dibicarakan karena sempat berkibar di suduk kota DKI Jakarta.

Kedutaan Besar Inggris untuk RI di Jakarta mengibarkan bendera pelangi pada Selasa (17/5/2022) untuk memperingati hari anti-homofobia. Berikut beberapa hal tentang bendera pelangi LGBT:

Arti Warna Bendera LGBT

Melansir BBC, bendera ini dibuat oleh seoang seniman asal Amerika Serikat, Gilbert Baker. Desain aslinya mempunyai delapan garis, bukan enam garis yang terlihat seperti saat ini. Tiap garis memiliki warna dan arti seperti berikut ini:

  • Merah: Kehidupan
  • Oranye: Penyembuhan
  • Kuning: Sinar Matahari
  • Hijau: Alam
  • Biru: Perdamaian/Harmoni/Seni
  • Ungu: Semangat

Pencipta Bendera Pelangi LGBT

Menurut laman History, bendera pelangi LGBT diciptakan oleh seniman, desainer, mantan tentara perang Perang Vietnam dan pemain drag, yaitu Gilbert Baker pada 1978. Ia diberi tugas untuk membuat bendera oleh gay oleh politisi Harney Milk. Awalnya bendera tersebut digunakan untuk parade kebanggaan San Francisco yang digelar setiap tahun.

Lihat Juga: Kedubes Inggris di RI Kibarkan Bendera LGBT, Memang Boleh?

Ia terispirasi dari perayaan yang menandakan dua abad Amerika pada tahun 1976, di mana bintang dan garis adalah simbol komunitas gay. Kala itu, kelompok gey yang tengah berkembang menggunakan gambar segitiga merah sebagai simbol mereka. Simbol tersebut sama seperti yang digunakan Nazi untuk mengidentifikasi kelompok homoseksual.

Pertama Kali Dikenalkan

Bendera ini pertama kali dipamerkan pada 25 Juni 1978 di Parade Hari Kebebasan Gay San Fransisco. Pada 1994, bendera pelangi ditetapkan sebagai simbol LGBT. Di tahun yang sama, Baker membuat bendera pelangi sepanjang satu mil untuk memperingati 25 tahun kerusuhan Stonewall.

Penambahan Warna Bendera

Dikutip dari BBC, bendera LGBT sudah berubah beberapa kali. Pada 2017, Kantor Urusan LGBT, Philadelphia menambahkan garis-garis cokelat dan hitam pada bendera LGBT untuk mengidentifikasi orang kulit berwarna.

Setahun kemudian, seniman bernama Daniel Quasar mengenalkan desain ulang bendera pelangi yang disebut Progress Pride Flag. Penambahan itu berupa garis hitam, cokelat, biru pucat, putih dan merah muda. Warna pada garis-garis itu menyimbolkan orang kulit berwarna dalam kelompok LGBT.

Daniel Qausar mengatakan kalau Progress Pride Flag tak ditujukan untuk menggantikan bendera pelangi LGBT yang asli. Tapi dimaksudkan untuk mewakili komunitas minoritas, terutama orang kulit berwarna.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 × 3 =

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top