Life

Teori Terkait Kehidupan Luar Bumi

Berbagai macam teori kehidupan bukan hanya ramai berbicang mengenai bagaimana dan apa yang terjadi di dalam planet biru kita tercinta, yaitu bumi. Dengan semakin memanaskan teori tentang bumi dengan segala kisahnya, seiring dengan suhunya yang semakin meninggi akibat pemanasan global, teori mengenai apa yang ada dan terjadi di luar angkasa ternyata tidak kalah panas dibahas.

Berawal dari sebuah pertanyaan besar yang semula hanya tersimpan dihati, lalu kemudian diteriakkan kepada dunia sehingga kemudian mempengaruhi yang lain, yaitu : apakah bumi merupakan satu-satu nya tempat atau planet yang memiliki kehidupan? Berangkat dari hal tersebut, maka mulai ramailah teori terkait kehidupan diluar sana. Dan makhluk paling disorot dan sangat sering disebut adalah sosok yang kerap di gambarkan berkulit pucat, berkepala lonjong dengan mata yang pekat. Makhluk yang kita sebut : alien. Benarkan mereka ada? Jika ada, dimana mereka tinggal? Berikut ini adalah 7 teori terkait kehidupan di luar bumi

Sensus Antar Planet

Thomas Dick (1774-1857) adalah seorang pendeta Skonlandia, namun juga seorang pengajar pada bidang sains juga seorang penulis. Ia dikenal dengan karyanya dalam bidang astronomi dan juga filsafat praktis dimana ia mencoba menggabungkan sains dengan ajaran Kristen, memperjuangkan harmonisasi antara keduanya. Ia pernah mengadakan semacam sensus antar planet, dan mengambil negara Inggris sebagai satu titik acuan. Hasil perhitungan sensusnya menunjukkan bahwa planet Venus memiliki populasi 50 miliar makhluk hidup, sementara planet Mars memiliki populasi sebagai 15 miliar, Jupiter terdapat 7 triliun populasi makhluk hidup atau alien, sementara itu 8 triliun alien menempati planet Saturnus. Secara mengejutkan ia juga menyebutkan bahwa Matahari memiliki populasinya sendiri. Ia menyatakan bahwa ia telah mengulang perhitungannya tersebut selama 13 kali dan hasilnya masih tetap sama.

Populasi di Matahari

Yang berpendapat bahwa Matahari memiliki penghuni ternyata bukan hanya Thomas Dick saja. Ber-abad sebelumnya, Nicholas Of Cusa yang juga dikenal dengan Nicholas of Kues dan Nicholas Cusanus (1401-1464) juga memiliki pendapat yang sama. Nicholas Of Cusa yang merupakan seorang filsuf, teolog, ahli hukum dan astronom asal Jerman ini menyatakan bahwa pada suatu titik di Matahari terdapat makhluk alien yang cemerlang. Penduduk di sana diperkirakan bersifat lebih spiritual daripada yang hidup di bulan. Sementara itu makhluk hidup di bumi adalah lebih hina dan meterialistis.

Jejak Alien

Adalah Milton Wainwright, seorang mikrobiologis asal Inggris yang mengungkapkan bahwa terdapat jejak kehidupan di luar angkasa yang terlihat dari stratosfer bumi. Ia dan timnya menemukan diatom frustula kecil yang bisa saja datang dari arah luar angkasa setelah mengirimkan balon udara setinggi 27 km kea rah stratosfer selama hujan meteor Perseid. Ia menyatakan bahwa partikel yang ditemukannya tidak mungkin berasal dari bumi karena dilihat dari ukurannya tidak dapat terangkat dari bumi ke ketinggian misalnya 27 km, kecuali terdapat kejadian letusan gunung api, namun saat itu tidak terjadi letusan gunung api dalam periode 3 tahun sebelum penelitian itu dilakukan. Wainwright adalah orang yang mempecayai teori Panspermia, yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa asal muasal kehidupan yang terdapat alam semesta adalah disebarkan melalui meteorid, asteroid dan planetoid, salah satunya adalah dari hujan meteor.

Kehidupan Planet Pluto

Nasa sempat memberikan pernyataan bahwa mereka menemukan sisa perairan laut yang memiliki suhu hangat pada permukaan planet Pluto. Terlihatnya retakan pada permukaan planet ini merupakan suatu tanda terdapatnya samudera yang terletak di bawah permukaan tanah yang bersuhu hangat. Seperti yang sudah kita ketahui, air merupakan sumber kehidupan. Dengan demikian, dapat dimungkinkan terdapat kehidupan di planet Pluto.

Titan dan Tanda Kehidupan

Titan, atau Saturnus VI merupakan satelit alami terbesar dari planet Saturnus. Iklim di Titan menghasilkan permukaan yang mirip dengan Bumi, seperti bukit pasir, sungai, danau dan laut yang kemungkinan terdiri dari zat metana dan etana cair. Dikarenakan permukaan Titan mengandung cairan sementara atmosfernya kaya akan nitrogen, maka siklus metana Titan dinggap mirip dengan siklus air di Bumi, meski dengan suhu yang lebih rendah. Selain nitrogen dan hidrogen, juga ditemukan asam amino pada lokasi atmosfer Titan. Kesemuanya ini membuat terbentuknya kesimpulan bahwa Titan sama dengan Bumi purba. Apakah dengan demikian itu berarti terdapat kehidupan di Titan? Bisa iya, bisa juga tidak.

Kehidupan di Jupiter dan Satelitnya

Jupiter dikabarkan memberikan support terhdapa kehidupan di luar planet Bumi. Namun pada kenyataannya lapisan terluar Jupiter diketahui cukup dingin untuk dapat membekukan apapun dan kemudian binasa, sementara itu permukaan gas metana dan ammonia merupakan zat pembunuh yang cepat. Namun beberapa ilmuwan berpendapat bahwa keseimbangan gas ditemukan disana, sementara itu pada bagian lainnya justru dapat mempertahankan keberadaan organisme, seperti misalnya organisme yang mengapung seperti misalnya ubur-ubur. Satelit alaminya yaitu Ganymede  yang merupakan satelit alami terbesar di tata surya, dimana ia mengandung air garam diantara lapisan esnya,  diperhitungkan dapat ditinggali alien. Menurut astrobiologis dari Washington State University, Dirk Schulze-Makuch, satelit alami Jupiter pernah mengandung air pada miliaran tahun lalu, sehingga dapat dimungkinkan terdapat kehidupan yang bertahan hingga kini.

Tesla dan Mars

Nikola Tesla (1856-1943) yang merupakan seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanika dan teknisi listrik kelahiran Serbia yang tinggal di Amerika ini menyatakan bahwa kemungkinan besar terdapat kehidupan di planet Mars. Planet Mars berusia beberapa juta tahun lebih tua daripada Bumi. Jika Mars memang berpenghuni, tentunya karena usia Mars lebih tua, maka tentunya dari segi ilmu pengetahuan saja jauh lebih maju daripada kita secara teori dan aplikasinya. Ia memiliki keyakinan bahwa makhluk dari Mars sedang berusaha untuk berkomunikasi dengan kita di Bumi. Oleh karena itu, ia sempat meminta observatorium miliknya di relokasi agar supaya dapat menangkap sinyal lebih jelas dari planet Mars.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top