Life

Terserah. Bentuk Ungkapan yang Mengecewakan

Terserah. Bentuk Ungkapan yang Mengecewakan

Terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Mengapa demikian? Orang-orang mungkin lebih mementingkan ego dibandingkan kebenaran. Ego yang membuat kenyataan menjadi suatu hal lain yang berbeda atau suatu kebohongan. Apalagi di era Milenium yang super canggih seperti ini. Semua seperti tipu daya yang menyita waktu. Jika, mau mengatakan ini ataupun itu harus mikir panjang. Salah sedikit bakan jadi trending topik di media sosial. Fungsi mulut dan otak harus disinkronkan. Agar tidak menjadi petaka kelak.

Perkembangan juga identik dengan jiwa muda. Jiwa yang berapi-api dan bergairah untuk menikmati cinta. Bagi kalian yang memiliki pacar pastilah merasa bangga, ada yang menemani disaat senang maupun sedih, ada yang merasa memiliki tukang ojek gratisan, beberapa orang merasakan faedah membeli kuota, bahkan ada yang merasakan nikmatnya makan berdua, di pinggiran kota, syahdu ya? Giliran ditanya “mau makan apa sayang?” Jawabnya “Terserah, kamu aja.” Antara nggak yakin dengan isi dompet pacar atau memang nggak percaya diri nafsu makannya diketahui pacar? Padahal ya laper berat diajak keliling muter-muter cuma mau mencari tempat makan.

Kata “Terserah” biasanya memang lebih sering diucapkan oleh cewek. Selain itu, kata tersebut juga tidak mudah dipahami. Biasanya bingung memilih menu, setengahnya nggak yakin dengan isi dompet cowok atau nggak enak karena dibayarin. Kejadian tersebut lebih sering dialami oleh pasangan baru. Kemudian, sedikit simpulan mengenai artian terserah tidak sepenuhnya begitu. Artian selebihnya masih menjadi rahasia masing-masing yang mengucapkannya, karena setiap orang memiliki alasan tersendiri ketika mengucapkan kata “terserah”.

A:   “Menurut kamua kalau aku pakai baju ini cantik nggak?”
B: “Bagus aja sih, tapi manik-maniknya bikin kamu keliatan tua.”

A: “ Kalau yang dress ini?”

B: “Bagus juga. Tapi warnanya bagus yang pertama.”

A: “Menurutmu aku harus beli yang mana?”

B: “Ya terserah kamu, sesukamu sajalah.”

Jika dipikirkan dan dirasakan kembali, kata tersebut sangatlah mengecewakan lawan bicara. Dengan suatu topik perbincangan dan beberapa pertanyaan hanya mendapatkan satu kata terserah. Hal tersebut sama juga seperti diacuhkan atau bahkan merasa dihindari atas perbincangan yang telah dimulai. Sebenarnya, yang bilang “terserah” tersebut bisa saja mengiyakan atau menidakkan suatu ajakan, memberikan pernyataan jika dimintai pendapat atau bahkan memberikan jawaban jika ditanya. Apa yang mendasari mereka mengatakan terserah? Apa yang membuat mereka solah-olah seperti orang bego yang tidak bisa mengutarakan apa yang ingin diucapkan? Antara ego dan gengsi, hal tersebut membuat semuanya menjadi tidak efektif. Terserah sama saja pasrah atas ajakan maupun pertanyaan yang dilontarkan lawan bicara. Sebel juga mendengarnya.

Chat Group

A: Guys, hari minggu kemana nih

B: Kemana aja deh yang penting menyenangkan.

C: Ke pantai yuk.

B : Kuy,… Kuy….

A: Boleh, pastikan pukul berapa ya!

D: Pagi aja. Kalau siang nanti macet.

B : Terserah aja aku ngikut.

C: Kalau pagi sudah bangun, tapi terserah deh. Nanti aku usahain.

Tuh kan, seperti orang-orang yang nggk bisa mikir, padahal banyak tempat yang bisa dikunjungi. Banyak referensi tempat lebih bagus, nanti bisa dipilih dengan voting. Kita juga bisa memberikan pendapat supaya ada kepastian dari apa yang ditanyakan atau direncanakan. Sedikit-sedikit bilang terserah, terserah kamu, terserah deh ngikut. Hal menyebalkan tersebut pastinya sering kita jumpai dimanapun, baik dalam chat maupun pembicaraan langsung. Bahkan, kita sendiri juga pernah menjadi orang menyebalkan dengan mengucapkan kata terserah. Kemudian, kita tanpa sadar kalau jawaban tersebut sebenarnya mengecewakan lawan bicara. Kalau memiliki rasa menghargai setidaknya kita memberikan jawaban yang sesuai dengan apa yang ditanyakan.

Intinya kata terserah itu mengecewakan, bagi lawan bicara biasanya juga tidak menginginkan jawaban tersebut. Banyak kata yang lebih konkret yang bisa diucapkan agar satu sama lain merasa dihargai. Awas, kata terserah bisa saja mengakhiri semuanya, seperti halnya chatingan, obrolan langsung bahkan suatu hubungan. Terserahlah, kalian mau bilang apa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top