Life

Tragis : Menemui Ajal Bagai Kisah Film Final Destination

Kematian memang merupakan suatu keniscayaan. Bila telah ditetapkan waktunya, maka tidak ada satupun dari kita yang mampu menghindar atau menundanya. Namun terdapat beberapa kisah unik yang pernah dialami oleh umat manusia dimana ia seolah mampu sejenak menghindar dari sang maut, meskipun kemudian pasrah pada nasibnya. Kisah seperti ini mau tidak mau membuat kita teringat pada tema kisah film Final Destination. Dalam film ini dikisahkan beberapa orang yang terlepas dari maut dalam sebuah kejadian yang nyaris tidak mungkin orang akan selamat, namun kemudian harus menemui ajal karena kejadian tragis lainnya, dalam waktu yang relatif tidak lama sejak kejadian pertama.

Kisah semacam ini rupanya juga terjadi di dunia nyata, membuat kita membandingkannya dengan cerita film Hollywood tersebut. Siapa sajakah orang-orang yang mengalaminya, dimana, dan kejadian tragis apa saja yang menimpa mereka? Kali ini kami kedepankan 8 kisah manusia menemui ajal bagai kisah Film Final Destination.

Jessica de Lima Rohl

Perempuan yang satu ini masih berusia 21 tahun tatkal kejadian ini menimpanya yaitu pada tahun 2013. Saat itu sebuah pesta bagi para mahasiswa di klub bernama Kiss di wilayah Santa Maria, Brazil Selatan diadakan, dan Jessica de Lima Rohl menjadi event organizer-nya, dan ia juga yang membantu menjual tiket untuk event tersebut. Namun tepat tatkala ia bersiap akan menuju ke lokasi pesta, sang kekasih Adriano Stefanel menghubunginya dan memintanya untuk tidak berangkat.

Meskipun sebagian besar kawan-kawannya ada pada acara pesta tersebut, gadis yang mengambil jurusan Agrobisnis ini memilih untuk menuruti permintaan kekasihnya tersebut, dan memilih untuk tetap tinggal dirumah.

Beberapa jam kemudian tersiar berita bahwa klub malam Kiss tempat acara diselenggarakan hangus terbakar api dikarenakan terdapat salah satu anggota band bernama Gurizada Fandangueria disana menyalakan kembang api di dalam ruangan dan membakar bagian atap dari klub tersebut. Akibat kejadian tragis tersebut, tercatat 238 jiwa melayang, dimana beberapa diantara mereka tewas karena menghirup asap beracun sementara yang lain tewas dalam upaya mereka menyelamatkan diri pada peristiwa yang terjadi pada 27 January 2013 tersebut. Kejadian ini menjadi kejadian kebakaran klub paling mengerikan untuk lebih dari satu decade.

Jessica memang selamat dari peristiwa tersebut, namun lima hari kemudian pada hari Kamis, Jessica pergimenuju ke kota Toledo tempat kekasihnya bekerja, dan mereka berencana kembali ke Santa Maria bersama pada hari Sabtu setelahnya mengendarai Volkswagen Golf. Malangnya, baru beberapa meter saja mereka berangkat, mobil mereka bertabrakan dengan sebuah truk. Jessica tewas seketika, sementara kekasihnya meninggal dunia keesokan harinya di Rumah Sakit.

Ye Meng Yuan

Peristiwa ini terjadi pada tahun 6 July 2013 dan menimpa pesawat Air Asiana Boeing 777 dengan nomor penerbangan 214 penerbangan dari Seoul  menuju San Fransisco dengan membawa 291 penumpang dan 16 awak. Saat bersiap akan melakukan mendarat, pesawat terbentur seawall atau bangunan pelindung pantai dan terbakar di landasan pacu.

Adalah Ye Meng Yuan, gadis berusia 16 tahun yang menjadi salah satu korban terluka pada saat kejadian tersebut. Tragisnya, Meng Yuan bukan terbunuh oleh sebab kecelakaan pesawat yang ditumpanginya, namun justru dikarenakan mobil pemadam kebakaran. Ia sebenarnya telah ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran yang telah memberikan semprotan busa tahan api, namun posisi tubuhnya tidak dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Bahkan tubuh remaja ini tidak diperiksa sama sekali untuk mengetahui apakah ia masih hidup atau telah tewas. Petugas pemadam tersebut menyatakan kepada penyidik bahwa ia berasumsi gadis itu telah tewas sehingga ditinggalkan begitu saja. Mereka lalu bergegas menuju ke pesawat tanpa memeriksa gadis itu. Cuplikan rekaman pada saat kejadian memang jelas menunjukkan semua petugas melewatinya begitu saja, tanpa diperiksa. Lebih sedihnya lagi, dua kendaraan pemadam kebakaran tanpa sengaja menabrak tubuhnya karena terburu-buru dan mengira ia sudah wafat. Dari hasil otopsi yang dilakukan atasnya menunjukkan bahwa Meng Yuan masih hidup sebelum dua kendaraan tersebut menabrak tubuhnya.

Jessica Ghawi atau Jessica Redfield

Nama asli perempuan ini adalah Jessica Ghawi namun secara professional sebagai blogger dan pembawa acara sport di televisi  dikenal sebagai Jessica Redfield dan pernah bekerja magang pada suatu stasiun radio di kota Denver sebagai pembawa acara olah raga. Perempuan ini merupakan satu diantara 12 orang yang tewas akibat penembakan massal pada saat pemutaran film The Dark Knight Rises di Aurora, Colorado. Saat itu, korba jiwa yang jatuh adalah 12 orang , sedangkan 50 orang lainnya terluka.

Uniknya, Jessica adalah orang yang selamat dalam peristiwa penembakan lain yang terjadi satu bulan sebelumnya. Penembakan tersebut terjadi pada mall Eaton Center, Toronto. Pada saat setelah berbelanja semula ia akan memasuki food court untuk makan, namun kemudian urung. Ia memilih membeli burger di luar gedung mall. Beberapa menit setelah ia keluar dari mall, terjadilah penembakan di mall tersebut dan ia saat itu terselamatkan. Siapa yang tahu nyawanya melayang satu bulan kemudian, juga terkait peristiwa penembakan.

Hilda Yolanda Mayol

Tatkala pada tanggal 11 September 2001 teroris menyerang World Trade Center, wanita bernama Hilda Yolanda Mayol berhasil menyelamatkan diri dari sebuah restoran yang terletak pada lantai dasar bangunan tersebut, tempat dimana ia bekerja. Namun ternyata keberuntungannya tersebut hanya berlangsung dua bulan lamanya. Mayol merupakan salah satu penumpang dari American Airlines Penerbangan AA 587 yang mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah Queens, New York pada tanggal 12 November 2001. Kecelakaan tersebut telah menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat. Saat itu Mayol bersama ibu dan kedua anaknya tengah pulang kampung ke Republik Dominika untuk berlibur.

Elzie dan Phyllis

Seorang ayah bernama Elzie Bud Warren dan putrinya Phyllis Jean Ridings melakukan penerbangan dengan menggunakan pesawat rakitan mereka sendiri pada tahun 2009, namun tampaknya ada sesuatu yang kurang beres pada mesin pesawat mereka, sehingga pesawat tersebut terbakar. Beruntung, dengan segala keajaiban yang terjadi, pasangan ayah anak ini selamat dari musibah tersebut.

Namun ternyata maut masih mengintai keduanya, dan menanti selama empat tahun lamanya sebelum kemudian menjemput mereka berdua. Elzie dan Phyllis tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat, empat tahun setelah kejadian yang mereka alami sebelumnya. Terlihat bagian kokpit pesawat dipenuhi dengan asap sebelum kemudian terjatuh pada satu mil di sebelah utara kota Conroe, Texas.

David Furr

Pada tahun 1977 seluruh anggota tim olah raga Basket dari University Evansville meninggal dunia pada kejadian tersebut. Satu-satunya yang selamat adalah salah satu anggota tim, seorang mahasiswa bernama David Furr. Ia terselamatkan karena ia adalah satu-satunya anggota tim yang tidak turut serta dikarenakan mengalami cedera pergelangan kaki.

Namun ternyata nasib tetap menggariskan bahwa ia juga harus wafat. Dua minggu setelah kejadian kecelakan pesawat yang menewaskan semua rekannya, ia mengalami kecelakaan jalan raya tatkala ia bepergian bersama saudara laki-lakinya. Ia tewas di tangan seorang supir yang tengah mabuk dalam kecelakaan tersebut.

Johanna Ganthaler

Pada tahun 2009 seorang wanita bernama Johanna Ganthaler tertinggal pesawat yang akan ditumpanginya yaitu Air France Penerbangan 447, dikarenakan ia terlambat sampai ke bandara. Beruntung baginya, karena pesawat tersebut mengalami kecelakaan karena terjatuh di samudera Atlantik dan menewaskan 228 penumpang dan awak pesawat.

Dua minggu setelah kejadian tersebut, Johanna Ganthaler mengalami kecelakaan jalan raya, tatkala setir mobil yang dikendarainya terbanting ke arah yang salah, yaitu langsung ke arah sebuah truk. Ia tewas seketika dalam kejadian tersebut.

Fagilyu Mukhametzyanov

Kejadian ini berlangsung pada 24 Juni 2011. Saat itu Fagilyu Mukhametzyanov meninggal dunia setelah mengeluh dadanya sakit. Dia dinyatakan positif telah meninggal dunia dan telah siap untuk disemayamkan. Di tengah suasana berkabung dimana jasadnya siap dikebumikan, tiba- tiba saja kejadian mengejutkan terjadi. Peti mati tempat ia disimpan sekonyong-konyong terbuka. Ternyata wanita ini ternyata hanya mengalami mati suri dan untungnya  terbangun saat ia belum dikuburkan.

Namun saat terbangun itulah, wanita berusia 49 tahun ini menjadi panik. Melihat ia berada  ditengah suasana berkabung membuatnya syok. Ia berteriak ketakutan dan karenanya, ia mendapat serangan jantung mendadak. Secepat kilat ia dilarikan ke Rumah Sakit. Di ruang ICU, ia hanya bertahan hidup hanya 12 menit saja. Ia kemudian benar-benar meninggal dunia disebabkan serangan jantung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top