Life

Wabah PMK Serang Ternak di Jatim, Apakah Dagingnya Aman Dikonsumsi?

Wabah PMK Serang Ternak di Jatim

PMK merupakan penyakit hewan akut yang biasanya menyerang hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, kerbau, kuda dan babi. Penyakit hewan ini memiliki tingkat penularan 90%-100%.

Empat daerah di Jawa Timur (Jatim) dilaporkan terserang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK yang menyerang hewan itu terjadi di Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Mojokerto.

Diketahui ada 1.247 kasus PMK terhadap sapi di empat daerah tersebut. Warga pun diimbau untuk proaktif dan melapor bila hewan ternaknya memiliki tanda-tanda terjangkit wabah PMK.

Tanda-tanda Hewan Terserang Wabah PMK

Menurut data Pemerintah Provinsi (Pemprov) lewat Ditjen PKH Kementerian Pertanian (Kementan), berikut tanda-tanda hewan ternak yang mengalami PMK:

  • Demam tinggi
  • Keluar lendir berlebih dari mulut dan berbusa
  • Luka seperti sariawan pada lidah dan rongga mulut
  • Tidak mau makan
  • Sulit berdiri dan kaki pincang
  • Luka pada kaki yang menyebabkan kuku lepas
  • Gemetar dan nafas cepat
  • Produksi susu menurun
  • Hewan ternak jadi kurus

Diketahui wabah penyakit mulut dan kuku tersebut menular lewat lendir dan angin. Sehingga, kemungkinan penularannya sangat cepat terjadi sesuai radius arah angin.

Apakah Dagingnya Aman Dikonsumsi?

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan daging hewan yang terjangkit wabah PMK masih dapat dikonsumsi. Namun tidak semua bagian.

"Yang tidak boleh hanya pada bagian-bagian tertentu yang terkena PMK. Misalnya organ organ tertentu, misalnya kaki, ya, tentu saja harus diamputasi dulu," jelasnya saat konferensi pers di Kementan, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2022).

Lihat Juga: Fakta dan Mitos Tentang Kelinci

Lalu bagian jeroan, mulut dan lidah tidak dapat dikonsumsi. Di luar itu dapat dikonsumsi selama tak terpapar langsung penyakit mulut dan kuku.

"Cuma itu yang memang tidak direkomendasi, tapi yang lain masih bisa direkomendasi. Dagingnya pun masih bisa dimakan, kecuali ya beberapa teknis," ucap dia.

Syahrul mengatakan daging hewan yang dikonsumsi pun harus melewati pemeriksaan lebih dulu. Kementan akan menurunkan tim untuk mengedukasi tempat-tempat pemotongan hewan dan memberitahu cara memotong dan bagian mana saja yang dapat dikonsumsi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top