Life

Wanita Lebih Tertarik Pria Macho atau Kurus? Berikut Faktanya

Trik Ajaib Bikin Pria Terlihat Lebih Tinggi Seketika

Pria macho yang selama ini dianggap sebagai kriteria pria yang diidamkan wanita untuk menjadi pasangan hidupnya. Namun tidak demikian, bahwa hal tersebut berbanding terbalik yang telah dibuktikan dalam penelitian.

Penelitian membuktikan bahwa pria dengan pinggang yang langsing adalah suatu daya tarik yang lebih kuat dibandingkan dengan macho.

Sesuai dengan hipotesis imunokompetensi cacat, macho selalu dikaitkan dengan kadar testosteron tinggi. Teori yang menjabarkan bahwa hormon maskulin dalam kadar tinggi justru menggangu sistem kekebalan tubuh pria, dengan demikian pria macho harus tetap fit untuk mencegah datangnya penyakit atau kecatatan.

Walaupun wanita lebih menyukai wajah dan tubuh pria dengan tingkat kekebalan tubuh tinggi, mereka lebih banyak mempertimbangkan berat badan daripada bentuk rahang dan mata yang tajam.

Seorang peneliti ‘Vinet’ mengatakan, “Berat badan merupakan petunjuk tentang kesehatan dan kekebalan tubuh seorang pria.”

Dirinya menambahkan, maskulinitas bukanlah faktor yang paling menarik untuk seorang wanita. Macho yang juga tidak konsisten dengan kesehatan fisik yang baik.

Selain itu, berat badan yang secara konsisten sangat berkaitan dengan kesehatan dan fungsi sistem kekebalan tubuh ‘imun’. Pria yang terlalu gemuk atau kurus akan cenderung lebih memiliki masalah kesehatan fungsi imun yang buruk.

Penelitian dengan relawan 69 pria kaukasia dengan mengukur kadar testosteron dan lemak. 65 persen dari relawan memiliki berat badan normal, 4 persen kurus, dan 30.4 persen kelebihan berat badan ‘obesitas’ .

Relawan wanita yang sudah mencapai masa subur sebanyak 29 orang dimintai penilaian tentang daya tarik pria pada setiap foto. dari penilaian tersebut memberikan hasil bahwa pria dengan wajah tembem dinilai memiliki sistem imun yang buruk sekaligus kurang menarik bagi wanita. Dalam analisis statistik menunjukan bahwa maskulinitas tidak terkait dengan respon imun atau daya tarik tubuh dan wajah, sehingga hal tersebut bertentangan dengan teori imunokompetensi cacat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top