Life

Waspadai Gaslighting dan Sikap-sikap yang Dapat Merusak Hubungan

Dalam sebuah hubungan, sikap nyaman adalah salah satu hal yang diinginkan. Tetapi terkadang secara tidak sadar kamu mendapat perlakuan yang membuatmu terganggu atau bahkan kamu yang jadi pelakunya. Salah satu fenomena yang sekarang marak terjadi dalam sebuah hubungan adalah gaslighting yang biasanya tidak disadari oleh korban dan pelakunya.

Benarkah ada sikap yang seperti itu? Berikut ini tentang beberapa sikap yang secara tidak sadar dapat merusak hubunganmu.

1. Gaslighting

Gaslighting termasuk ke dalam bentuk kekerasan psikis. Kekerasan psikis berbeda dengan kekerasan fisik. Kekerasan psikis merujuk pada perusakan kondisi psikologis seseorang. Biasanya korban akan dibuat meragukan dirinya sendiri oleh si pelaku. Di Indonesia yang biasanya melakukan sikap ini adalah laki-laki karena Indonesia menganut sistem patriarki.

Gaslighting adalah Sikap Toxic Relationship

Wanita lah yang harus mengetahui tentang perilaku ini. Tetapi, seringkali pelaku tidak menyadari apa yang dilakukannya. Jika kamu mendapatkan sikap ini segeralah komunikasikan dengan pasanganmu. Kamu masih bisa memperbaikimu hubunganmu. Tetapi, kamu juga tetap harus siap kalau-kalau hubunganmu harus berakhir.

2. Stashing

Sikap yang dapat merusak hubungan selanjutnya adalah stashing. Stashing merujuk pada sikap seseorang yang menyembunyikan kebenaran bahwa ia telah memiliki pasangan. Ketika pada suatu perkumpulan, orang tersebut enggan memperkenalkan pasangannya. Bahkan, yang lebih parah ia sering mengaku masih single.

Stashing biasanya terjadi dalam hubungan pacaran. Sikap ini mencerminkan seseorang yang telah memiliki pasangan seperti enggan mengakui keberadaan pasangannya. Jika ada gebetanmu menunjukkan sikap semacam ini padamu, lebih berpikirlah kembali untuk terus bersamanya. Jika mengakuimu saja dia enggan, bagaimana dengan mencintai?

3. Abusive

Abusive adalah sikap dimana seseorang merasa cemburu secara berlebihan. Ketika pasangan sedang bersama orang lain-teman kerja lawan jenis misalnya, seseorang merasa sangat tidak suka melihatnya. Padahal wajar saja kalau pasangannya memiliki suatu urusan yang harus dilakukan dengan rekan kerjanya. Bahkan rasa cemburu tersebut sampai memicu tindak kekerasan.

Hal ini jangan sampai terjadi padamu. Jika hal ini terjadi padamu segeralah mencari tahu cara mengatasi abusive relationship. Jangan sampai kamu berada dalam hubungan yang seperti ini terus menerus. Sikap abusive yang ditunjukkan pasanganmu mungkin saja sebuah sinyal bahwa kamu lebih baik mengakhiri hubunganmu.

4. Silent treatment

Pernahkah kamu tak sengaja berselisih pendapat dengan pasangan? Apakah sesaat setelah kalian berselisih, kamu justru didiamkan? Jika iya, sikap yang ditunjukkan pasanganmu termasuk ke dalam jenis silent treatment. Silent treatment merujuk pada sikap mendiamkan pasangan ketika ada perselisihan atau hal-hal yang tidak disukai.

Dalam sebuah hubungan, komunikasi merupakan faktor penentu keberhasilan. Bagaimana hubungan akan berhasil kalau saling menyampaikan uneg-uneg saja enggan? Jangan sampai kamu melakukan hal ini. Selalu ajaklah pasanganmu untuk mengatakan hal-hal yang kurang berkenan di hati. Atau kamu dapat membuat kesepakatan semacam ini sejak awal memulai sebuah hubungan.

5. Phubbing

Pernah mendengar istilah phubbing? Phubbing adalah sikap acuh yang ditunjukkan kepada pasangan karena sibuk bermain handphone. Phubbing sendiri berasal dari kata phone dan snubbing. Meskipun terlihat sepele, tetapi jenis sikap ini dapat membuat hubunganmu menjadi tidak sehat lagi, loh. Saat yang seharusnya dapat dinikmati ketika berdua malah menjadi saat yang paling menyebalkan.

Apalagi jika kamu dan pasanganmu tengah menjalani hubungan jarak jauh, lebih baik tegurlah pasanganmu. Berilah pemahaman pentingnya quality time yang kalian miliki. Atau buatlah kesepakatan seperti mematikan handphone ketika sedang menghabiskan waktu berdua. Mungkin hal ini terdengar ekstrem, tetapi untuk menjaga sebuah hubungan boleh saja dilakukan, bukan?

Hati-hati dengan Pacaran Gaslighting

6. Ghosting

Maksud dari istilah ini bukan kamu berhubungan dengan hantu, loh ya. Ghosting merujuk pada menghilangnya seseorang dalam sebuah hubungan. Sikap semacam ini sangat rentan terjadi pada hubungan pacaran, lebih tepatnya saat masih berstatus PDKT. Setelah lama berkencan, tiba-tiba si dia menghilang tanpa kabar dan tanpa kejelasan.

Banyak yang berdalih hal ini dilakukan justru untuk mencegah pihak lain sakit hati. Pernahkah kamu mengalami hal seperti ini? Atau, jangan-jangan kamu yang jadi pelakunya? Daripada menghilang seperti hantu, lebih baik utarakan kepada pasangan atau calon pasanganmu tentang hubungan yang sepertinya tidak bisa dilanjut. Itu lebih baik daripada menghilang begitu saja.

7. Posesif

Istilah yang satu ini mungkin sudah sering kamu dengar dari dulu. Yup, posesif atau sikap berlebih dalam memberikan perhatian kepada pasangan. Banyak orang yang tidak menyadari ketika dirinya bersikap posesif. Hal ini karena biasanya posesif kurang bisa dibedakan dengan pemberian perhatian dan rasa sayang.

Tetapi jika suatu perhatian diberikan secara berlebihan dan justru mengekang kebebasan pasangan, hal itu lah yang disebut dengan posesif. Perhatian yang tepat lebih seperti rasa sayang yang tetap memberikan kebebasan kepada pasangan, bukan mengekangnya. Berhati-hatilah atas kemungkinan kamu menjadi pelaku dari sikap ini.

Baca Juga : Kenali Tanda-tanda Toxic Relationship dan Cara Mengatasinya

Selain fenomena gaslighting yang sekarang banyak terjadi, banyak pula jenis-jenis sikap yang dapat merusak hubungan. Meskipun sikap-sikap tersebut terdengar sepele atau tidak penting, tetapi jika dibiarkan terus menerus dapat membahayakan kelangsungan hubunganmu dengan pasangan. Sadarilah mengenai sikap-sikap tersebut untuk menyelematkan hubunganmu.

Berita Terkini

To Top