Life

Yuk Kenali Sejarah Reog Ponorogo! Kesenian Khas Jawa Timur yang Akan Diklaim Malaysia ke UNESCO

Yuk Kenali Sejarah Reog Ponorogo! Kesenian Khas Jawa Timur yang Akan Diklaim Malaysia ke UNESCO

Reog Ponorogo merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Namun, baru-baru ini muncul kabar bahwa Malaysia akan mengklaim kesenian ini ke UNESCO. Karena itu, perlu kiranya kita lebih mengenal sejarah Reog Ponorogo.

Bukan saja sejarahnya, kita juga harus paham makna tarian tersebut. Jangan sampai kebudayaan asli Indonesia malah diakui negara lain.

Reog Ponorogo adalah kesenian unik dan menarik yang biasa ditampilkan sebagai hiburan di ruang terbuka. Selain itu, reog biasanya dihadirkan dalam acara-acara resmi seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar nasional.

Kesenian tradisional ini memiliki sejumlah karakter seperti Bujang Ganong, Warok, Singo Barong, Jathil dan Klono yang dimeriahkan oleh iringan alat-alat musik tradisional. Berikut ini sejarah Reog Ponorogo.

Lihat Juga: Reog Ponorogo Diklaim Malaysia, RI Tak Ingin Kecolongan

Sejarah Reog Ponorogo

Reog berasal dari cerita rakyat, salah satu versi sejarah yang terkenal adalah pemberontakan Ki Ageng Kutu.

Pada abad ke-15, diceritakan ada seorang abdi kerajaan bernama Ki Ageng Kutu yang hidup di masa Bhre Kertabumi. Ia kemudian memberontak karena murka pada pemerintahan raja yang zalim dan besarnya pengaruh Tiongkok.

Lalu Ki Ageng Kutu pergi dari kerajaan dan mendirikan perguruan bela diri. Karena ia dan pasukannya terlalu kecil untuk melakukan perlawanan terhadap kerajaan, dia akhirnya membuat sebuah seni pertunjukan bernama Reog sebagai sindiran kepada Raja Kertabhumi.

Makna Karakter Reog Ponorogo

Pertunjukan ini menjadi cara Ki Ageng Kutu sebagai bentuk perlawanan rakyat menggunakan sebuah kesenian. Karakter-karakter pada tarian Reog Ponorogo juga mempunyai banyak makna.

Lihat Juga: Minta Maaf, Adidas Akui Wayang Kulit dari Indonesia

Dalam pertunjukannya, ada topeng berbentuk kepala singa yang dinamakan “singa barong” yang merupakan simbol Kertabhumi. Bulu merak yang disusun seperti kipas bermakna pengaruh besar Tiongkok kepada raja.

Sementara karakter Warok yang diperankan oleh pria berjanggut lebat dan berbadan besar melambangkan seorang dengan kekuatan mistis. Warok adalah orang yang memiliki petunjuk karena Warok bisa memberi pengajaran pada orang lain tentang nilai-nilai kehidupan.

Diklaim Malaysia

Malaysia dikabarkan akan mendaftarkan reog ke UNESCO, hal ini pun disambut aksi protes dari masyarakat dan seniman Reog Ponorogo. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas atas kebudayaan Indonesia agar tak jatuh ke tangan bangsa lain.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun meminta kepada Pemerintah Daerah Ponorogo untuk menyiapkan data-data terkait reog untuk segera dikirimkan ke UNESCO.

Itulah sejarah Reog Ponorogo yang ternyata memiliki makna mendalam yang perlu diketahui masyarakat Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top