News

10 Tahun Jadi Buronan Kejagung, Adelin Lis Ditangkap Di Singapura

10 Tahun Jadi Buronan Kejagung, Adelin Lis Ditangkap Di Singapura

Buronan kasus pembalakan liar, Adelin Lis, ditangkap oleh Pemerintah Singapura karena memalsukan dokumen imigrasi. Jaksa Agung RI ST Burhanudin kemudian meminta agar Adelin dipulangkan dan dibawa ke Jakarta.

“Jaksa Agung RI ST Burhanudin minta untuk dipulangkan buronan Adelin Lis dari Singapura menuju Jakarta. Adelin Lis yang jadi buronan lebih dari sepuluh tahun. Ditangkap di Singapura karena memalsukan paspor dan menggunakan nama Hendro Leonardi. Dihukum Pengadilan Singapura dijatuhi denda $14.000 dan dideportasi dari negara itu,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, dalam keterangannya pada, Rabu (16/6/2021).

Lihat Juga: Sutiyoso ; BIN Masih Memburu 28 Buronan Kasus Korupsi

Adelin Lis terlibat dalam perkara pembalakan liar dan dijatuhi denda lebih dari Rp 110 miliar. Selain itu ia juga dihukum 10 tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada tahun 2008 lalu. Tetapi, menurut Kejagung, ia melarikan diri dan memalsukan paspor dengan mengganti nama menjadi Hendro Leonardi.

“Buronan Kejaksaan Agung ditangkap imigrasi Singapura pada 2018 karena sistem data Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk 2 nama yang beda. Pihak Imigrasi Singapura lalu mengirim surat kepada Atase Imigrasi KBRI di Singapura. Guna memastikan apakah 2 nama yang beda tersebut merupakan orang yang sama,” tutur Leonard.

“Dari data yang ada di Direktorat Jenderal Imigrasi dipastikan kalau 2 orang itu sama. Bahkan Ditjen Imigrasi menambahkan, Adelin Lis memberi keterang palsu sebab tak pernah dikeluarkan surat mengenai sosok Hendro Leonardi,” lanjutnya.

Adelin Lis Dijatuhi Hukuman Oleh Pengadilan Singapura

Lalu pada 9 Juni 2021, Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman denda $14.000 yang dibayarkan 2 kali dalam satu minggu. Selain itu, paspor atas nama Hendro Leonardi juga dikembalikan kepada Pemerintah Indonesia serta mendeportasi Adelin ke RI.

“Sebab Adelin Lis adalah buronan sejak 2008 dan masuk dalam daftar red notice Interpol. Jaksa Agung ingin untuk menjemputnya langsung oleh penegak hukum RI dari Singapura. Pengalaman 2006 saat Adelin akan ditangkap di KBRI Beijing, dia dengan pengawalnya melakukan perlawanan dengan memukul Staf KBRI beijing dan melarikan diri,” kata Leonard.

Lihat Juga: Buru Harun Masiku, KPK Minta Interpol Terbitkan Red Notice

KBRI di Singapura kemudian berkoordinasi dengan Jaksa Agung Singapura untuk meminta Adelin Lis dapat dijemput langsung oleh Kejaksaan Agung RI. Namun, ternyata wewenangnya di bawah ICA (Imigrasi Singapura), Ministry of Home Affairs (Kementerian Dalam Negeri) Singapura.

“Tetapi pihak Kemenlu Singapura pada 16 Juni 2021 tak mengeluarkan izin untuk penjemputan langsung. Sesuai aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya dideportasi dengan memakai pesawat komersial,” terangnya.

Leonard juga mengungkapkan bahwa putra Adelin telah mengirim surat kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar ayahnya bisa pulang sendiri ke Medan. Bahkan disebutkan pula kalau Adelin sudah memesan tiket penerbangan pada 18 Juni 2021 dengan tujuan ke Medan. Selain itu, ia juga memohon agar sang ayah dapat ditahan di Lapas Tanjung Gusta.

“Jaksa Agung RI Burhanudin menolak keinginan Adelin Lis sebab penegakan hukum adalah kewenangan mutlak Kejagung. Burhanudin meminta KBRI untuk hanya mengizinkan Adelin dideportasi menuju Jakarta,” tegas Leonard.

To Top