News

2 Alasan Risma Rajin Blusukan di Jakarta

2 Alasan Risma Rajin Blusukan di Jakarta

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sudah dua kali melakukan aksi blusukan di Jakarta. Bukan tanpa alasan Risma rajin blusukan di Jakarta.

Seperti diketahui, Risma langsung tancap gas mengunjungi sejumlah lokasi di DKI Jakarta usai resmi dilantik menjadi Menteri Sosial. Pada 30 Desember 2020, mantan Wali Kota Surabaya itu rampak mengunjungi bantaran Kali Ciliwung yang terletak di belakang gedung Kementerian Sosial. Di sana, ia menemui sejumlah gelandangan dan pemulung.

Kemudian, pada 4 Januari 2020, Risma kembali melakukan aksi blusukan di DKI Jakarta. Kali ini giliran kawasan Sudirman-Thamrin dan Pasar Baru menjadi lokasi blusukan Risma. Lagi-lagi, ia menemui sejumlah gelandangan dan pemulung.

Lantas, apa alasan Risma rajin blusukan di Jakarta? Mengingat Indonesia tidak hanya dimiliki oleh Jakarta. Mengapa Mensos baru itu justru memilih Jakarta ketimbang daerah-daerah pelosok sebagai lokasi blusukannya?

Alasan Risma Rajin Blusukan di Jakarta

Setidaknya ada dua alasan Risma rajin blusukan di Jakarta. Pertama, blusukan merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kementerian Sosial.

Hal ini sebagaimana diungkap oleh Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara.

“Kalau blusukan ibu (Risma) itu kan selama itu berhubungan dengan tupoksi Kemensos, karena konteks Kemensos ini tidak bisa istilahnya terhindar dari konteks manusia,” terang Herman.

Herman menambahkan tugas Kemensos erat hubungannya dengan interaksi manusia. Oleh karena itu, adalah hal wajar Risma melakukan blusukan dan berinteraksi secara langsung dengan rakyat, khususnya rakyat yang membutuhkan ‘sentuhan’ Kemensos.

“(Kemensos) pasti berhubungan dengan manusia, dengan orang. Terutama adalah bagi mereka pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial,” lanjutnya.

Herman juga mengungkap alasan Risma lebih memilih DKI Jakarta sebagai lokasi blusukan daripada daerah lainnya. Dia menegaskan Risma ingin mengetahui permasalahan sosial di daerah terdekat terlebih dahulu.

“Bu Risma itu belum 1 bulan (jadi Menteri Sosial). Ya pasti dia paling tidak istilahnya pengin mengenal dulu, permasalahan kesejahteraan sosial ini lebih dekat dulu. Salah satunya yang terdekat dulu ya. Makanya tetangga terdekat dulu ya, istilahnya Jakarta,” jelas Herman.

Tak Menutup Kemungkinan Blusukan ke Luar Jakarta

Herman memastikan Risma tidak menutup kemungkinan juga melakukan blusukan di berbagai daerah di luar Jakarta. Sebab, lanjut dia, cakupan Kemensos adalah seluruh Indonesia, bukan hanya Jakarta.

“Tidak menutup kemungkinan nanti ke depannya (Risma) tentu ke wilayah-wilayah lain. Karena semua menjadi cakupan Kemensos, terutama yang menyangkut urusan sosial,” tegasnya.

Herman mengatakan bisa saja mantan Wali Kota Surabaya itu blusukan saat pulang kerja atau pada pagi hari. Namun, ia menekankan bahwa saat ini Risma ingin mengamati kondisi sosial di wilayah terdekat terlebih dahulu.

“Istilahnya mungkin dia (blusukan) bisa pagi hari, sore hari atau pulang kerja. Sementara dia mengamati yang terdekat dulu wilayah di Jakarta,” tambahnya.

Risma Pengin Jadi Gubernur DKI?

Sebelumnya, aksi Risma yang rajin blusukan di Jakarta banjir kritikan dari sejumlah petinggi. Adalah Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf menyebut Risma tengah mengincar kursi Gubernur DKI dengan menonjolkan pencitraan blusukan.

“Kapital untuk 2022 Pilkada DKI. Sebaiknya Mensos berhenti melakukan pencitraan. Harusnya segera benahi kementerian dan lakukan tugas-tugasnya sebagai menteri, bukan sebagai wali kota,” ujar Bukhori.

Di samping itu, politikus Partai Gelora Fahri Hamzah juga melontarkan kritik terhadap aksi blusukan Risma. Dia mengingatkan kemiskinan tidak terjadi di Ibu Kota, melainkan di daerah terpencil.

“Kemiskinan itu bukan di Jakarta tapi di daerah terpencil sana, itu rakyat bunuh diri, bunuh keluarga, ada ibu bunuh 3 anaknya karena mlarat,” ujar Fahri.

To Top