News

249.740 Pekerja Gagal Dapat BSU Ketenagakerjaan Rp 600.000

BSU Ketenagakerjaan

“Calon penerima BSU Ketenagakerjaan yang tidak lolos disebabkan karena yang bersangkutan tidak memiliki rekening Bank Himbara,” kata Kemenaker

Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah menanggapi keluhan para pekerja yang gagal mendapat bantuan subsidi upah (BSU) atau subsidi gaji tahap pertama sebesar Rp 600.000. Sedikitnya terdapat 249.740 pekerja yang tidak lolos untuk disalurkan BSU Ketenagakerjaan tersebut. 

“Calon penerima BSU Ketenagakerjaan yang tidak lolos disebabkan karena yang bersangkutan tidak memiliki rekening Bank Himbara,” kata Ida dalam keterangan tertulis dikutip pada Senin, 19 September 2022.

Adapun jumlah tenaga kerja yang gagal mendapat BSU Ketenagakerjaan itu disampaikan saat konferensi pers bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat pekan lalu, 16A September 2022.

Menindaklanjuti hal itu, Kemnaker menawarkan dua solusi. Pertama, membantu para calon penerima BSU Ketenagakerjaan untuk membuka rekening bank Himbara. Kedua, penyaluran BSU dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

Selain para pekerja yang tak memiliki rekening bank BUMN ataupun nomor rekening bank tersebut sudah tidak aktif, kata Ida, ada kendala karena data yang salah dimasukkan. Kemnaker, kata Ida, akan segera memperbaiki kendala yang terjadi dalam proses penyaluran BSU Rp 600.000 pada tahap kedua.  

“Rata-rata mereka tidak bisa disalurkan pada tahap pertama karena mereka tidak memiliki nomor rekening atau nomor rekeningnya salah input atau sudah mati. Nanti ada verifikasi lanjutan,” ucap Ida.

Ia menyebutkan Kemnaker masih memiliki waktu yang cukup untuk memperbaikinya. “Baik diperbaiki oleh pekerjanya maupun atas masukan dari perusahaan.”

Adapun untuk penyaluran BSU Ketenagakerjaan tahap pertama, Ida mengungkapkan, dari 4,3 juta calon penerima yang lolos administrasi, Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) sudah menyalurkan BSU Rp 600.000 kepada 4.112.052 pekerja atau sekitar 4,1 juta calon penerima.

Kemnaker, menurut Ida, sudah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar 2.406.915 calon penerima BSU tahap kedua. “Seperti pada tahap pertama, kami padankan dengan data penerima program yang lain dan kami padankan juga apakah mereka PNS atau TNI-Polri,” tuturnya.

Setelah itu, pada pekan berikutnya setelah selesai verifikasi dan validasi, maka Kemnaker akan langsung menyalurkannya.  

Program pemberian BSU Ketenagakerjaan Rp 600.000 ditujukan untuk menjaga daya beli para pekerja atau buruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat kenaikan harga BBM.  

Alasan Gagal Jadi Penerima Bantuan BSU Ketenagakerjaan

Selain tidak memiliki nomor rekening, ada beberapa alasan lain mengapa BSU tidak cair, berikut kami rangkum untuk Anda:

1. Tidak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan 

Salah satu syarat BSU 2022 bisa cair ke rekening para pekerja atau buruh adalah menjadi peserta aktif program BPJS Ketenagakerjaan sampai bulan Juli 2022. 

Bagi para pekerja atau buruh yang belum atau tidak mengikuti BPJS Ketenagakerjaan hingga bulan tersebut maka besar kemungkinan tidak bisa menerima bantuan. 

Kemnaker mengatakan bagi para pekerja atau buruh yang mengalami PHK setelah bulan Juli 2022 tetap berhak mendapatkan BSU. 

“Sepanjang memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.10 Tahun 2022 pekerja/buruh yang diusulkan dan ditetapkan sebagai penerima BSU Tahun 2022,” tulis Kemnaker dikutip dari kemnaker.go.id, Jumat (16/9/2022). 

BSU Ketenagakerjaan

2. Menerima bantuan lain seperti PKH, BPUM, hingga Prakerja 

Bagi para pekerja atau buruh yang sudah menerima bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM), dan Kartu Prakerja, maka dapat dipastikan BSU 2022 tidak bisa cair. 

Pasalnya, salah satu persyaratan untuk menerima BSU 2022 adalah belum menerima bantuan lainnya. Baca juga: Frisian Flag Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Simak Kualifikasinya 

3. Tidak memenuhi syarat BSU Ketenagakerjaan 2022 

Pekerja atau buruh yang ingin mendapatkan bantuan ini harus sesuai dengan syarat BSU 2022. Jika ada syarat yang tidak terpenuhi, besar kemungkinan bantuan tidak bisa masuk ke dalam rekening Anda. 

Baca juga: BLT BBM Cair Rp 8,1 Juta! 461 Daerah Terima Manfaatnya, Cek Penerimanya Disini!

Syarat penerima BSU Ketenagakerjaan 2022

  • Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan NIK. 
  • Pekerja harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) hingga Juli 2022. 
  • Gaji atau upah paling banyak Rp 3,5 juta. Pekerja/buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP/UMK lebih besar dari Rp 3,5 juta, maka persyaratan gaji menjadi paling banyak sebesar UMP/UMK dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu penuh 
  • Bukan TNI/Polri atau Aparatur Sipil Negara (ASN). 
  • Bukan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM), dan Kartu Prakerja.

Cara Cek Penerima BSU Ketenagakerjaan

  • Buka https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/
  • Pilih menu Cek Status Calon Penerima BSU.
  • Anda akan masuk pada laman cek penerima BSU
  • Jika belum memiliki akun, daftar dan lengkapi data diri terlebih dahulu
  • Aktivasi akun dengan menggunakan kode OTP yang dikirim ke nomor handphone yang didaftarkan
  • Login dan lengkapi kembali biodata diri
  • Selanjutnya, cek pemberitahuan
  • Jika Anda terdaftar sebagai penerima, maka akan ada centang hijau notifikasi sebagai bukti penerima BLT subsidi gaji
  • Jika ternyata tidak terdaftar, akan ada notifikasi akun Anda tidak terdaftar.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top