News

3 Fakta Perpres Miras yang Baru Saja Dicabut: Wapres Tak Dikasih Tahu

3 Fakta Perpres Miras yang Baru Saja Dicabut: Wapres Tak Dikasih Tahu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras. Jokowi mengaku mendapatkan masukan dari para ulama dan ormas-ormas Islam sehingga berujung pada keputusan pencabutan tersebut.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyataman dicabut. Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh lainnya, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” ucap Jokowi, Selasa (2/3/2021).

Berikut tiga fakta perpres miras yang baru saja dicabut Jokowi:

1. Wapres Sebelumnya Tak Diberi Tahu Perpres Miras

Juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi mengatakan Ma’ruf Amin sebelumnya tidak mengetahui adanya lampiran perpres yang memuat soal investasi miras. Ma’ruf Amin, kata Baidlowi, baru mengetahui perpres tersebut setelah publik ramai mempermasalahkan.

“Belum, belum, belum. Lampiran itu belum banyak orang yang tahu. Dan Wapres juga tidak diberi tahu. Makanya Wapres kaget itu begitu ada pemberitaan seperti itu. Wapres kaget, ‘kok saya nggak tahu persoalan ini’,” terang Baidlowi, Selasa (2/3/2021).

Baidlowi mengatakan Ma’ruf Amin tidak tinggal diam setelah mengetahui persoalan perpres miras tersebut. Dalam tiga hari terakhir, kata dia, Wapres melakukan koordinasi dengan sejumlah ormas Islam.

“Jadi gini, itu dalam 3 hari terakhir, Wapres ini kan terus berkoordinasi dengan MUI, dengan teman-teman PBNU, dengan Muhammadiyah dan ormas-ormas lain sehingga akhirnya Wapres meras ini memang ada yang salah dari dibukanya izin dari industri miras itu ya,” sambungnya.

Baidlowi mengungkapkan Ma’ruf Amin menjadi salah satu orang yang mendorong Jokowi untuk mencabut perpres miras tersebut. Hal ini didasarkan dengan hasil koordinasi bersama sejumlah ormas Islam.

“Wapres mengusulkan agar dicabut karena memang itu berdasarkan aspirasi hasil koordinasi antara wapres dengan pimpinan-pimpinan ormas,” kata dia.

2. Awal Mula Muncul Gagasan Investasi Miras

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan awal mula muncul gagasan penyusunan perpres miras. Bahlil mengatakan gagasan itu muncul dari masukan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Jadi dasar pertimbangannya (investasi miras) itu adalah memerhatikan masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terhadap kearifan lokal,” terang Bahlil, Selasa (2/3/2021).

Bahlil kemudian mencontohkan kearifan lokal di masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana, kata dia, ada minuman yang bernama sopi yang berpotensi menjadi produk ekspor unggulan.

“Nah, di masyarakat tersebut kemudian mereka mengelola. Bahkan di sana sebagian kelompok masyarakat itu menjadi tradisi. Tetapi itu kan tidak bisa dimanfaatkan karena dilarang. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dan juga bisa diolah untuk produk ekspor maka itu dilakukan,” sambung dia.

3. Penyusunan Perpres Melalui Diskusi Komprehensif

Bahlil menegaskan penyusunan perpres miras yang baru saja dicabut Jokowi melalui diskusi yang komprehensif. Diskusi yang dimaksud melibatkan sejumlah pihak termasuk pelaku usaha, tokoh agama, tokoh pemuda hingga tokoh masyarakat

“Kami memahami secara baik bahwa proses penyusunan (perpres) ini pun melalui perdebatan yang panjang,” ungkap Bahlil.

Akan tetapi, melalui pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama, lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras itu pada akhirnya dicabut.

“Atas perintah bapak Presiden kepada Mensesneg dan diteruskan kepada kami (BKPM) yang sudah disampaikan oleh bapak Presiden bahwa khususnya (perpres miras) ini dicabut,” imbuh dia.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top