News

3 Hal Yang Bikin PDIP Bersikap ‘Keras’ Ke Ganjar Pranowo

3 Hal Yang Bikin PDIP Bersikap ‘Keras’ Ke Ganjar Pranowo

DPP PDIP bersikap keras terhadap salah satu kadernya yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar dinilai sudah membuat 3 kesalahan yang membuat DPP PDIP akhirnya bersikap keras. Apa 3 kesalahan yang dimaksud tersebut?

“1, bermimpi menjadi capres yang dinilai terlalu dini sebelum adanya keputusan resmi dari Ketua Umum PDIP sebagai veto player pencalonan presiden. 2, popularitas serta elektabilitas Ganjar mengungguli tokoh penting lain di PDIP. 3, Ganjar dari kalangan biasa, bukanlah darah biru,” tutur Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia kepada awak media, Rabu (26/5/2021).

Lihat Juga: Pengamat: PDIP Kunci Ganjar Agar Tak Saingi Puan di Pilpres 2024

Adi menuturkan yang dimaksud Ganjar Pranowo bukan dari kalangan darah biru yaitu Ganjar bukanlah trah Soekarno. Jika saja Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu adalah keturunan Soekarno, Adi yakin tidak ada yang berani menentangnya.

“PDIP ini tumbuh berkembang dengan baik sebab trah politiknya Soekarno. Sekarang ini terdapat nama Puan, yang lumayan dijagokan juga kan untuk disiapkan maju pada 2024. Jika Ganjar trah Soekarno, dengan berbekal elektabilitas serta popularitas yang tinggi, ya saya perkirakan tak ada pihak yang berani menggergajinya kan,” Kata Adi.

Seperti diketahui, Ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mempersilahkan Ganjar Pranowo untuk mengikuti langkah Rustriningsih. Salah satu kader PDIP bernama Rustriningsih tersebut diketahui mendukung Prabowo Subianto pada saat Pilpres 2014. Ia membelot dari partainya  sebab tak disetujui untuk maju sebagai calon Gubernur Jateng. Akhirnya, kader PDIP itu pun dipecat dari partai.

Lihat Juga: PDIP: Kalau Ganjar Pengin Ikuti Langkah Rustriningsih, Monggo!

Pembelaan Diri Ganjar Pranowo

Ganjar diketahui menyebut polemiknya dengan Bambang Pacul dan Puan Maharani adalah urusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pernyataan Ganjar tersebut pun dinilai sebagai bentuk pembelaan diri.

“Itu bentuk pembelaan Ganjar Pranowo kalau sindiran Puan, pernyataan Bambang Pacul tersebut dinilai tak mewakili Ketum. Bagi Ganjar, yang penting ia tak konflik dengan Ketum. Jika dengan yang lain, dianggap biasa aja, dibiarkan bahkan sama Ganjar,” ucap Adi.

Tetapi, menurut Adi, pernyataan Ganjar yang ikut menyebut Megawati justru akan membuat situasi makin runyam. Karena, Puan dan Bambang adalah orang penting bagi Ketua Umum PDIP tersebut.

“Sederhananya seperti ini, bagaimana bisa misalnya Ganjar ini mendapat simpati dari Ketum, sedangkan ia berselisih dengan Puan, dengan Bambang Pacul, yang memang lumayan diandalkan oleh PDIP, lumayan diandalkan Megawati. Sebab suka tak suka, jika bicara Jateng, bicara PDIP, panglima perangnya Bambang Pacul. Jika lihat Puan merupakan wajahnya Megawati,” terang Adi.

Seperti diketahui, DPP PDIP tidak ragu memperlihatkan sikap kerasnya terhadap Ganjar Pranowo sebab dinilai terlalu berambisi jadi capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Selain  mempersilahkan Gubernur Jateng itu untuk mengikuti jejak Rustiningsi. DPP PDIP juga turut mengungkit jasa Puan dalam mendongkel elektabilitas Ganjar sebelum Pemilihan Gubernur Jateng 2013.

To Top